Wujudkan Rencana Liburan Ke Jepang Tanpa Ikut Group Tour dari Indonesia (Part II )

Rokuon-ji Temple   Dokumen pribadi

Pada bagian pertama dari tulisan saya lebih menekankan tips, transportasi,  lingkungan di Kyoto dan sekitarnya.  Nach pada bagian kedua ini saya berceritera tentang perjalanan saya ke tempat-tempat historis maupun tempat yang indah di Kyoto dan sekitarnya.
Kuil-kuil yang dikunjungi:

 SANJUSANGENDO TEMPLE:


Sanjusangendo Temple/Dokumen pribadi
 Merupakan kuil yang terkenal di Kyoto karena memiliki banyak patung Kannon atau dewi kasih sayang. Kuil ini tertata rapi dengan banyak patung yang tidak pernah dibersihkan karena memang tidak diperbolehkan. Di sini kami tidak diperbolehkan untuk mengambil foto di dalam istana. Hanya ambil foto di luar saja. 

Semua bangunan terbuat dari kayu yang tahan gempa dan ketika kami berjalan mengelilingi bangunan istana, terdengar suara musik yang tradisional. Musik itu berfungsi sebagai alarm apabila ada tamu yang datang baik itu diharapkan atau tidak

 KINKAKUJI TEMPLE: 
Kinkakuji-Temple /Dokumen pribadi

Tempatnya sangat sunyi ditengah kota. Tempat dimana umat Buddha selalu duduk bersama untuk bersembahyang. Ada yang sujud untuk berdoa berbagai keinginan. Di sini dijual berbagai doa, doa untuk kesehatan, doa untuk kemakmuran, doa untuk masa depan, doa untuk pengampunan, doa untuk anak cucu, doa untuk kemakmuran. Doa itu dalam bentuk kertas, lalu dimasukkan ke dalam suatu tempat hio dan bersama dengan hio itu.

 NIJO CASTLE: 

Nijo-jo Castle / Dokumen pribadi
Secara singkat kami mendapat penjelasan bahwa istana ini dibangun 400 tahun yang lalu. Istana selesai dibangun pada pemerintahn Shougun pertama Tokugawa Shogunate (1603-1867). Setiap ruangan tidak begitu besar , ada tempat untuk meeting bersama, ada ruangan untuk tempat pembantu istana, ada ruangan untuk tempat istri dan ruangan untuk istirahat.

 Setiap ruangan tidak begitu besar , tanpa dekorasi dan tanpa sekat. Bisa multi fungsi , bisa digunakan untuk meeting tapi juga untuk acara lainnya. Duduk dengan bersila. Paling depan adalah raja, lalu menghadap raja di urutan paling pertama adalah shogun (pembantu raja) dan diikuti oleh prajurit. Kemakmuran pemerintahan Ieyasu berlangsung hingga 15 generasi dan waktu yang terpanjang dan mengecap kemakmuran sepanjang sejarah Jepang.

 Berjalan singkat dari tempat parkir, melalui suatu hutan kecil , tiba-tiba pandangan kami tertuju sebuah bangunan istana kuning di tengah sebuah danau. Kemegahan suatu istana ditengah danau itu sungguh memukau karena sangat serasi antara kemegahan bangunan dan kesunyian dengan alam yang indah di seklilingnya. Semua pengunjung mengambil foto dari jarak jauh karena tidak dapat memasuki.

 KIYOMIZU-DERA TEMPLE: 
 
Kiyomizu-dera Temple/ Dokumen pribadi
Untuk menuju kuil ini kami harus menapaki tangga yang cukup tinggi. Tetapi tangga itu sangat rapi terbuat dari batu yang kokoh. Cukup melelahkan tetapi terbayar dengan puas ketika melihat betapa indahnya kuil berwarna merah megah dimana banyak pengunjung pemeluk budhis berdoa. Dengan mengentongkan tiga kali suatu kayu, lalu menepuk tangan, barulah berdoa. Perjalanan kembali ada tempat untuk mengambil air suci yang diambil dengan alat kayu lalu diusapkan ke muka. Harapannya agar tetap awet muda dan doa-doa yang dilantunkan agar terkabul. Ketika sampai di bawah kios kecil di sepanjang jalanan menjajakan souvenir atau makanan kecil atau ice cream Jepang.

 FUSHIMI INARI TAISHA :

Hanya 30 menit dari Kyomizu Dera, kami sudah tiba di Fushimi Inari . Jalan menanjak terjal tinggi, penuh dan ramai orang karena hari sudah siang. Namun mereka berjalan berbaris rapi. Terlihatlah kayu-kayu berwarna merah dibalut dengan tulisan Jepang. Ternyata tulisan Jepang itu adalah nama donatur yang menyumbang pembangunan Fushimi. 

Semakin tinggi semakin kita melihat adanya gunung di sekitarnya. Sebenarnya ada puncaknya dari Fushimi Inari, namun karena keterbatasan waktu dan banyaknya orang ,kami hanya sampai di tengah saja. Banyak orang yang berpose di antara tiang-tiang berwarna merah itu. Mengagumkan bahwa ditengah hutan kecil itu terdapat kuil yang ditata sangat rapi

 NARA PARK: 
Rusa di Nara Park/ Dokumentasi Pribadi

 Dari Kyoto Stasion, kami naik naik kereta menuju Kintesu Nara Stasion. Hanya 20 menit kami sudah tiba. Lalu kami menyeberang jalan mencari perhentian bus kuning yang membawa kami ke Nara Park. Cukup membayar seorang Yen 160. Nara Park adalah sebuah taman nasional terbesar di area Jepang . 

 Ada 3 historis temple atau kuil di dalamnya yaitu Horyuji Temple, Jikoin zen Temple, Toshodaji Temple. Begitu masuk ke Nara Park, kami disambut dengan rusa-rusa yang dibiarkan berkeliaran dengan sangat jinak. Bahkan dia lebih jinak dan mengejar kita ketika kita membawa makanan yang dapat dibeli di tempat itu.Suatu harmoni antara manusia dengan rusa yang saling membutuhkan. 

Todaji Temple:
 Dengan membayar Yen 1,000/orang, kita bisa masuk ke dalam Todaji Temple. Adalah kuil terbesar Buddha. Terlihatlah patung Buddha yang sangat besar di tengah bangunan. Dikelilingi dengan taman yang indah dan satu istana bernama Heijo Palace Site.

 Masih dalam satu complex dengan Todaji Temple terdapat museum Great Buddha Hall menceriterakan perjalanan pembangunan Kuil Todaji yang diprakasai oleh Kaisar dan kemudian dibakar dan dibangun kembali . 

Saga Arashiyama:

  •  Bamboo Forest: 

 Kami ingin berangkat pagi. Namun terlambat bangun, baru jam 7 pagi. Setelah selesai sarapan, kami berangkat dengan naik kereta api ke Stasiun Kyoto dengan tiket Icoca tujuan Saga Arashiyama. Perjalanan hanya 20 menit.

 Kami turun dari kereta menyusuri jalan atau gang kecil dan menyeberang jalan, menyusuri sampai di suatu ujung jalan, jalan mulai menanjak. Kami mulai melihat di kanan-kiri kami ada hutan bamboo. Tinggi bamboo yang menjulang tinggi berada di kanan kiri jalan. Hampir semua pengunjung berselfie atau berwefie. Perpaduan alam yang sangat mengagumkan.
  • OKOCHI-SANSO GARDEN

Sesampai diujung Bamboo Forest, kami melihat ada papan yang menunjukkan sebuah tempat sunyi yaitu “OKOCHi-SANSO GARDEN”. Setelah membeli tiket seharga Yen 1,000/per orang , kami memasuki taman dengan berjalan kaki setapak demi setapak, jalan terjal tetapi bebatuan yang sangat rapi membuat jalan lebih mudah dicapai.





 Di setiap sudut selalu ada taman yang sangat indah ditata rapi ala Jepang. Di puncak perjalanan, sebuah pemandangan disajikan dengan sangat menarik. Kami bisa melihat pegunungan dengan kota Kyoto yang berada di tengahnya. Sempurna keindahan alam itu. Kami beristirahat di satu rumah ala Jepang dengan minum teh hijau dan makanan kecil ala Jepang.

 KIFUNE JINJA SHRINE:

 Perjalanan kami kali ini penuh dengan transit kereta hampir tiga kali. Pertama dari Kyoto Station naik ke Nara turun di Demachiyanagi Station. Dari Demachiyanagi Station pergi Kibuneguchi dan dari Kibuneguchi kami turun naik bus untuk sampai ke Hirobun Nagashi Somen. 

Sepanjang Kamogawa River, ini perjalanan yang Panjang tetapi paling menarik karena kami bisa melihat di sebelah kiri dari train pemandangan hutan dipenuhi pepohonan dan makin naik ke atas terlihat tempat-tempat yang rendah. 

Sesampai di stasiun Kibuneguchi Station kami naik bus yang mendaki cukup tinggi . Perjalanan hanya memakan waktu 15 menit. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 15 menit, sampailah kami di Kifune Jinja Shrine. 

 Untuk mencapainya kami juga harus naik tangga yang cukup terjal. Terlihatlah kemegahan Temple Kifune Jinja dan pelbagai ceremondy untuk membasuh tangan dengan air suci awet muda. Perlu diketahui Kifune Jinja Shrine ini termasuk salah satu temple di sepanjang Eizan Railway .

 Ada beberapa yang lainnya yaitu Kurama Temple, Myoman-ji Temple, Jissoin Temple, Renge-ji Temple, Manshuin-Monzeki Temple, Enko-ji Temple, Shisen-do, Konpuku-ji Temple. Jika ada memiliki waktu Anda bisa mengunjungi di sepanjang perjalanan Eizan Raiwlay Transit Map.

4 komentar

  1. Hai, Ibu. Senangnya yang baru berlibur. Ibu Ina, berarti biaya per orang sekitar 22-25 juta juga ya? Itu sdh termasuk biaya makan dan wisata?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Nancy Duma: Kira-kira biaya per orang sekitar Rp.20juta (termasuk 1 hari ikut full Day Sightseeing Local Tour) harganya seorang USD 130).

      Hapus
  2. Ah... ternyata ada artikel keduanya. Waktu saya ke Jepang, saya tidak mampir ke Arashiyama. Soalnya konon kalau pas musim dingin nggak bagus pemandangannya. Jadinya nggak ke sana, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Dyah, terima kasih atas kunjungannya. Menurut teman travelling blogger, Tesya (silahkan kunjungi blognya yang sangat menarik), tiap musim itu sensasinya berbeda, tentunya dimana-mana salju, itu justru keunikannya.

      Hapus