IIKAGAI, RAHASIA KEHIDUPAN ORANG JEPANG, BAHAGIA,USIA PANJANG, HIDUP PENUH MAKNA

Ikagai,Rahasia KEhidupan orang Jepang, bahagia, usia panjang, Hidup Bermakna   Sumber: pixabay


Seringkali kita akan bangun pagi, masih dalam rasa kantuk, bertanya dalam hati apa yang akan saya alami hari ini? Apa yang akan kita kerjakan hari ini? Apakah hari ini akan bermakna buat saya atau tidak? Berbagai pertanyaan timbul sebelum kita bangun , kadang-kadang perasaan malas datang karena tidak memiliki tujuan dari hidup ini.  Artinya Ikagai belum menyergap dalam kalbu kehidupan kita.

Namun, tidak dengan orang Jepang yang mengetahui dengan jelas apa jawaban pertanyaan tentang kehidupan.  Segera setelah bangun dari tempat tidur, mereka ini tidak bermalas-malasan untuk bangun, ada suatu dorongan kuat . Konsep Ikigai yang mereka anut jadi alasannya utama. 

Jepang adalah negera yang berasal dari salah satu negara tertua penduduknya, ide yang makin populer di luar Jepang sebagai cara untuk hidp yang lebih baik lama dan lebih baik. 

Apakah makna Ikigai?

Tidak ada terjemahan tepat  untuk Ikagai dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional di dunia ini. Ikigai merupakan kombinasi antara dua kata dalam bahasa Jepang yaitu Ikiru berarti “hidup” dan kai berarti kesadaran apa yang diharapakan untuk hidup.

 Kedua definisi tercipta suatu konsep “alasan to untuk hiduP atau ide apa arti kehidupan . Ikigai juga memiliki arti sejarah: gai berasal dari kata kai, artinya “shell” atau kerang.  Arinya sangat bermanfaat dan berguna saat periode Heian, menurut Akiro Hasegawa, seorang Pskilog klinis dan Assosicte profesor di Toyo Eiwa University, pengertiannya bertambah dengan “kesadaran untuk nilai suatu kehidupan”.

 Untuk menemukan alasan atau tujuan dari hidup, para ahli merekomendasikan dengan memulai dari empat pertanyaan sebagai berikut ini:
  • Apa yang anda cintai?. 
  • Dalam bidang apa Anda mencintai pekerjaan Anda?
  •  Apa yang dunia perlukan dari diri Anda?
  •  Apa yang dapatkan dari gaji Anda?

 Keempat pertanyaan ini merupakan jawaban dari keseimbangan dari keempatnya, dan tujuan dari Ikigai, terutama bagi orang asing untuk mengetahui interpretasi dari filosofi . Tetapi di Jepang, Ikigai merupakan proses yang lambat dan tidak ada sangkut pautnya nya dengan pekerjaan atau pendapatan. 

Di tahun 2010, suatu survei daro 2000 orang Jepang baik perempuan maupun lelaki, 31 % pesertanya menyatakan bahwa pekerjaan sebagai suatu Ikigai. 

Gordon Mattews, seorang profesor Antropoly di Chinese University of Hong Kong dan Penulis “what Makes Life Worth Living?, How Japnese and Americans Make Sense of Tehir Worlds menjelaskan bahwa masyarakat memahami Ikigai dua ide dari Ittaikan dan Jiko Jitsugen. Itaikkan adalah kesadaran saya adalah bagian dari orang lain atau komitmen sesesorang pada suatu kelompok, sementara Jitsugen merupakan kesadaran tentang dirinya sendiri.

 Matthews mengatakan bahwa ikigai akan mendorong untuk hidup yang lebih baik “karena anda memilki sesuatu untuk kehidupan”, tetapi sebaliknya ikigai bukan suatu gaya hidup yang istimewa atau glamor. Mereka menganggap hal itu suatu kenyataan yang harus dilakukan. 

Di Okinawa, sebuah pulau yang terpencil di sebelah Barat Jepang, memiliki penduduk berusia hampir seratus tahun. Mereka menjalankan kehidupannya dengan melakukan filosofi ikigai. Ratusan tahun dapat hidup dengan konsep ikigai tanpa luntur oleh modernisasi . Bahkan mereka mampu hidup ketat dengan diet dan bekerja sama dengan teman-temannya. Mereka meyakini bahwa Ikigai dapat membantu memperpanjang kehidupan dimana mereka bekerja sebagai “master karate” dan nelayan, semuanya berusia hampir ratusan tahun. 

Namun, diingatkan bahwa bukan hanya dengan Ikigai saja Anda dapat hidup dengan usia panjang dan bahagia, tetapi melakukan pekerjaan itu dengan tujuan hidup yang diyakini itulah yang membuat mereka mampu hidup dan merubah usianya. Saat mereka sudah tidak bekerja dan pensiun mereka mempercayai bahwa mereka menemukan ikigai yang baru dalam melakukan perjalanan hidup sebagai pensiunan.

Tidak ada komentar