PESAN BUNDA YANG TAK LEKANG ZAMAN




Tidak ada kata "Menyerah" dalam kamus Bunda. Sejak aku masih dalam kandungan. Ketika mendengar bahwa untuk melahirkan diriku, dokter genokolog yang menangani selalu menyarahkan agar Bunda melahirkan dengan caesar . Alasan utamanya adalah karena ada penyempitan pinggulnya, alasan kedua adalah usianya yang sudah tidak muda lagi.

 Aku dilahirkan sebagai anak kedua, perbedaan usia cukup besar, 12 tahun.  Anak pertama, kakakku lahir dilahirkan secara normal tanpa adanya kesulitan. Namun, dengan bertambahnya usia yang cukup rentan untuk melahirkan, Bunda ragu-ragu  untuk mengikuti nasehat dokter genokolog.

Beliau masih merasa kurang yakin jika hanya bergantung kepada satu dokter yang menyarankan demikian. Akhirnya, beliau berkonsultasi ke dokter lainnya. Ternyata ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Bunda masih bisa melahirkan normal.  Kenyataannya, aku dilahirkan secara normal tanpa caesar. 

Dalam mendidik diriku memang Bunda agak “kendor” karena aku dianggapnya anak bungsu yang perlu diperhatikan. Dari SD hingga SMA aku selalu mendapat perhatian lebih besar dibandingkan kakak yang berbeda usia 12 tahun.

 Perhatian itu menandakan cinta Bunda, namun masih dalam batas wajar ,tidak berlebihan. Di waktu aku masih teenager, aku punya masalah dengan patah hati dengan cinta pertamaku. Serasa dunia akan runtuh. Beruntung ada dewa  penolong yang sangat tepat waktu datangnya, Bunda. Dia mendampingi diriku memberikan support yang luar biasa. “Tidak boleh menyerah untuk hidup, ditinggalkan bukan berarti kamu tidak beruntung, tetapi kamu harus mampu membuktikan bahwa kamu bisa hidup lebih hebat dari yang meninggalkanmu!”
shutterstock.com

Itulah kebangkitan diriku, untuk bisa melanjutkan studi sampai selesai. Support yang sangat tepat waktu dan membangkitkan semangat hidup itu membuat diriku selalu teringat Beliau setiap saat diriku dalam kondisi sangat menggelisahkan, terpuruk dan tidak berdaya.

Kumpulkan kemampuan diri , Bangun dalam doa , Mencari inspirasi mengubah tantangan menjadi peluang Mengukir prestasi adalah perjuangan akhirmu Itulah suatu kata-kata akhirnya , meskipun beliau pun sempat menjalani masa tersulitnya selama 30 tahun invalid terbaring tak berdaya akibat kecelakaan yang menimpanya. 

"IBU" oleh Jasmine Elektrik 

Kau ajariku berjalan.
Membimbingku perlahan hingga tercapai segala yang kucita-citakan 
Selamaku dibesarkan Selamaku dipelukan 
Begitu banyak dosaku yang telah aku buat 
Buat ibu terluka 
Buat ibu kecewa 
Mohonku diingatkan 
Kuayuh perahu menuju pulau citaku 
Diiringi doa nasehat bijakmu ibu
Kuarungi hidup berbekal ilmu darimu 
Kasih sayangmu ibu tak terbantahkan 
Waktu...waktu 
Mohon ku diingatkan 
Mohonku dimaafkan 



 Itulah sebagian lirik lagu "IBU" dari Jasmine Elektrik Group. Suatu Group Band dari Jogyakarta yang dibentuk pada tahun 2017. Nama Jasmini sendiri terinspirasi dari nama bunga Jasmine. Jasmine artinya bunga melati , dengan wanginya dan keindahannya dan digunakan oleh para raja. Dengan personnel yang lengkap, Dika (vokalis), Pram (Gitaris), Djoko (bassist), Wasis(Drummer), Moko Kiberdis) , JasMine Elektrik terus bertransformasi menjadi musisi yang mengikuti zaman.

Lagu "IBU" dilantukan pada konser bertajuk “1.000 KM Jasmine Elektrik Inaguration Night” di Institut Francais Indonesia-LIP Jalan Sagan, Yogyakarta, tanggal 22 Desember 2018. Walaupun liriknya cukup sendu mengisahkan bagaimana seorang ibu mendidik anaknya yang tidak sesuai harapan, tetapi tetap ada tetap ada kisah menarik .  Bukan cuman sendu saja, tetapi upbeatnya sangat menarik sehingga lagu yang sendu itu mampu bergetar untuk didengarkan.  Ini merupakan single album yang kedua setelah kesuksesan setelah sukes album pertama, "ENYAH".

"Lantunan “IBU” oleh Jasmine itu  dipersembahan secara khusus kepada Ibu di seluruh dunia yang mendampingi putra-putrinya, bukan hanya mendampingi tetapi juga begitu besar jasanya dalam mendidik putra-putrinya tanpa henti dan lelah", demikian menurut Joko, pemegang bas gitar Jasmine Elektrik dari atas panggung. 

Band asal kota Gudeg ini telah melanglang buana di 20 kota selama 15 tahun dengan personel yang lengkap dan apalagi sejak awal Jasmine Elektrik telah mengenal ekosistem musik Indonesia. 

Dilengkapi dengan akustik, alat musik dan instrumen elektrik beradaptasi dengan perkembangan zaman, Jasmine Elektronik ingin memuaskan telinga fans pendengarnya.

Jadi kamu, yang memang ingin mengapresiasi  dan mengenang IBU, terutama di waktu yang tenang ngga usah susah-susah cari inspirasinya, sambil kerja atau sambil setir pun bisa mendengarkan musik Jasmine Eletrik “IBU”.  Kamu dapat mendengarkannya di platform musik digtital favoritmu. Fresh from the oven!


Tidak ada komentar