Era Indonesia Industri 4.0, Siap Jadi Entrepreneur dan Marketing Digital Handal?





Era Industri 4.0 telah masuk ke Indonesia dan tak mungkin menghindarinya. Ditandai dengan adanya inovasi,teknologi dan otomisasi di industri-industri. Jika melihat di kawasan Industri, terjadi perubahan proses produksi dari yang dulunya dikerjakan secara manual dengan tenaga kerja massal, akan bergeser ke proses produksi yang serba otomisasi. Penggunaannya dimulai dari pengolahan baku sampai end product yang siap dikirim, telah dilakukan oleh mesin atau robot 
google.com

Lalu bagaimana dengan tenaga manusia , tenaga kerja yang belum siap menghadapi hal itu? Jumlah penduduk Indonesia ada 256 juta, hampir 50% yaitu 143 juta telah menggunakan internet. Dengan adanya jaringan internet dan infrastukturnya, sebenarnya terbukalah peluang untuk belajar teknologi.

geti.com

Untuk menghadapi mengejar ketertinggalan itu, Indonesia memacu dengan “empowering Human Talents”. Pemerintah Indonesia ingin agar human talents yang telah menguasai teknologi itu dapat diberdayakan di 10 industri padat karya dan berorientasi expor. Ke-10 industsri itu adalah industri tekstil, makanan dan minuman (turunan CPO, Olahan kopi, kakao), industri furniture kayu dan rotan, industri elektronik dan telematika (multimedia, software, Industri barang Jadi karet , Industri kreatif (kerajinan, fashion, perhiasan), Industri farmasi, kosmetik dan obat tradisional, Industri aneka (mainan anak, alat pendidikan dan olah raga, optik, alat musik), Industri pengolahan ikan dan rumput laut)

Tujuan dari strategi Pemerintah agar produk indonesia dapat bersaing dan menang dalam skala global, maka 10 industri terutama yang padat karya dan berorientasi ekspor harus memanfaatkan digital . 

Sayangnya, ada kendala dalam literasi digital yang terjadi di Indonesia. Terutama perempuan Indonesia yang mengakses internet 20% dari 131,9 juta , 5% dari pengguna internet perempuan itu menggunakan digital untuk mengexpresikan kepentingannya dan hanya 26% yang menggunakan digital untuk informasi penting dan pendidikan. Bagaimana yang lainnya? Kemungkinan sebagian besar lainnya hanya berkutat dalam bidang media sosial. Dalam segi pendidikan , hanya beberapa sekolah di tingkat provinsi yang sudah menggunakan komputer untuk pembelajaran ICT atau Teknik Komputer. Sementara di daerah terpencil lain di Indonesia, masih belum ada komputer. Hal ini menimbulkan kesenjangan jumlah pengguna internet di sekolah hanya di beberapa tempat di Indonesia saja. 


Selain dalam bidang pendidikan, di bidang usaha pun terjadi kesenjangan. Pelaku usaha dengan pola konvesional merasa sudah nyaman karena menganggap tidak ada keuntungan untuk menggunakan digital . Mereka tidak memahami bahwa para kompetitor di dunia global sudah siap dengan teknologi digital untuk ekspansi penjualan berskala internasional dan berorientasi expor . Lalu bagaimana dengan pengusaha atau UMKM yang belum siap ? Tidak mungkin hanya bertahan dengan bisnis yang skalanya hanya lokal saja, karena pangsa pasar itu sudah sedemikian luasnya. Akhirnya, para pengusaha UMKM dan pengusaha yang tak mau gunakan teknologi itu akan gigit jari. 

Lalu bagaimana para pengusaha , kita semua agar tidak tergilas dengan disruptive? 

 GeTI hadir sebagai jembatan untuk menghilangkan gap pemberdayaan kaum muda , pengusaha mempelajari digital marketing dan digital entrepeneurship.

 GeTI adalah Inkubator & Akselerator Entrepreneur. Berkecimpung sebagai lembaga pendidikan informal yang berfokus untuk incubator bagi percepatan kemampuan wirausaha Anda melalui sarana, prasarana dan networking bertaraf internasional. GeTI membangun ekosistem pengembangan usaha mulai dari peningkatan kemampuan Digital Marketing Anda, menyediakan infrastruktur pendukung usaha seperti barang/produk, pengetahuan ekspor, hingga membuka jalur-jalur cepat pertemuan dengan buyer internasional. 

 Lingkup kerja Digital marketing itu sangat luas sekali. Seorang calon digital entrepreneur atau marketer perlu mempelajari basic skill yang jadi panduan agar dia bisa sukses mengusai digital marketing atau digital entreprenurship.

Namun, seringkali sebagai seorang awam atau pengusaha membayangkan betapa sulitnya belajar tentang digital marketing atau digital entreprenurship. Tak perlu khawatir karena semua modul disusun dengan sangat “step-by step” dipahami sesuai dengan kemampuan dasar seorang digital marketer atau digital salespreneur dan entreprenur incubator.

geti.com
 Kurikulumnya pun disusun dengan sangat komprehensif dan lengkap meliputi implementasi dan operasional 40%, e-commerce dan ecosystem 35% dan entrepreneurhsip 25%. Program studi pun dibuat bertahap , khususnya untuk Digital Marketing Specialist, mulai dari Hot Trend Class, Specialist Class, mastering Class, Restructuring Class. 

Program studi untuk Incubator juga dilakukan secara bertahap mulai dari training, Micro, Small, Medium, M2C .

GeTI bekerja sama dengan Gramedia Academy, IDMC, Governement Private Sector dan BUMN untuk penyelenggaraan training & workshop.

TRAINING & WORKSHOP: 

geti.com
 Seorang digital marketer perlu kemampuan dasar yang harus dipenuhi seperti Analytics , SEO, Design, Content Creation. Sebagai contoh untuk Analytics, memahami apa yang sedang trend dalam dunia digital marketing, memperhatikan sampai kepada hal-hal yang sekecil-kecilnya, pemilihan untuk berkampanye di media online, mencatat reaksi dari klien dan percakapan dalam sosial media. Semua ini akan didapatkan jika ada mengikuti training sebagai digital marketer yang terdiri dari restructuring Class, Mastering Class, Specialist Class, Hot Trend Class.

geti.com

 Seorang digital entreprenur harus mempunyai pemahaman tentang digital marketing yang benar. Apabila sudah memilikinya, maka dia mulai dapat membuka online shop, berwirausaha di e-commerce sampai akhirnya mampu untuk mempunyai usaha sendiri dan memasarkan secara digital. 

Tentunya bagi pemula sampai bisa tahap M2C merupakan suatu perjalanan panjang. Punya pemahaman tentang digital marketing, , paradigma restructuring digital marketing, pencatatan membangun tim, berkolaborasi dengan pengusaha industri sampai kepada tahap akhir, kemampuan untuk memproduksi suatu produk dalam skala besar dan memasarkannya dalam jumlah yang besar dengan cara digital. 

Tapi sekali lagi tidak perlu khawatir karena dalam digital entreprenurship akan diajarkan tahap demi tahap . Apa itu digital marketing, lalu business process management, creativity, character building. 

Fasilitasnya untuk pembelajaran pun lengkap. Incubator facilitator, internasional quality facilitator, kerja sama dengna perusahaan, training dan mentoring yang berpengalaman, prepare product , penghubung buyer dan seller.

 Apakah Anda siap untuk jadi Entreprenur Incubator? 
geti.com

Untuk jadi seorang Entreprentur yang sahih, Geti telah menyusun 6 module yang sangat menunjang : 

  1. Entreprenur Character building: penekanan kepada perubahan mindset dan behaviour.
  2. Consulting and Strategic Marketing Plan: Open question dan role play .
  3. Innovation entrprenurship: mendorong peserta agar dapat menciptakan terobosan Strategic Business plan .
  4.  Business Ethics: memahami etika sebagai seorang profesional dalam menjalankan kegiatannya.
  5. Grow Interest and entrepreneur drive: Memberikan motiasi yang sangat dalam dan pemamhaman entreprenur dan mendorong agar bisa jadi seorang entreprenur.
  6.   Understanding Entreprenurship: Memahami karakteristik wirasusaha .

HOT INCUBATOR PROGRAM 

Pengin jualan, tapi bingung tidak punya modal, bahkan tidak punya produk sama sekali. GeTI memberikan inkubator lengkap tentang pengenalan seluk beluk jadi reseller. Bagaimana mempertemukan target market dengan barang yang ingin dijual. Bagaimana tepat untuk promosinya. Salah satu caranya dengan menjadi reseller Detalase.  

Detalase dapat membantu jadi penjual dengan mudah, gratis dan tanpa stok. Contoh produk yang dijual sangat banyak 200 produk dari dalam dan luar negeri. Dengan memilih satu atau dua produk dan Anda menjualnya secara dropship artinya setelah ada pembeli, barulah Anda memesan barang di Detalase tanpa harus memiliki stok barang.   Calon Pembeli dapat memilih apa yang anda jual dan Anda akan mendapat keuntungan dimana semua keuntungan itu dapat dilihat dengan transparan. 

Tidak perlu waktu untuk mengirimkan karena sistem ini sudah terintegrasi dengan perusahaan logistik JNE. Begitu barang datang dari luar negeri, langsung dikirimkan oleh JNE ke pembeli  dan bukti pengiriman dapat mudah ditrack dan diberitahukan kepada pembeli.

 Pembayaran pun sangat mudah karena sudah terintegrasi dengan kerja sama bebeapa bank dan lembaga keuangan yang terpecaya.

Bagaimana caranya menjadi reseller d'talase:

Lakukan langkah-langkah berikut ini: (dari satu sampai lima)

d'talase.com


 Jika Anda mendapat kesulitan, langsung lihat video atau klik Customer Service yang selalu stand-by untuk menjawab pertanyaan Anda 

Produk apa saja yang harus dijual? 
d'talage.com


Detalage telah melakukan kurasi yang sangat baik untuk menentukan dan merekomendasikan barang-barang yang Anda dapat jual sesuai dengan selera pasar. Anda tinggal pilih dan masukkan pilihan itu dalam pemesanan.

 Mengapa harus jualan melalu Detalage? 

Inilah keunggulannya: 


Yuk,  kita sekarang mulai menyiapkan diri untuk jadi Entrepreneur dan Marketing Digital yang handal dengan bergabung dalam GeTI dan Detalase.





Tidak ada komentar