Bangga Jadi Blogger di Era Digital

 
Dokumen Pribadi



Ngeblog itu bukan suatu kegiatan rutin saja bagi saya, tetapi lebih dari itu. Challenge atau tantangan seorang Blogger di era digital,  apa yang ada di kepala saya ingin segera dibuat dalam bentuk tulisan atau karya . Karya tulisan dalam bentuk ide, opini maupun kritik menjadi suatu bentuk tulisan nyata.  Bergelut sebagai Blogger dalam waktu cukup lama 4 tahun .  Menjadi  Blogger yang konsisten, berkembang dalam konten dan tehnik penulisan. Membuat suatu karya netizen jurnalistik yang dapat dipertanggung jawabkan.  

 Selain kegiatan rutin, tentu ikut lomba adalah sesuatu yang butuh perjuangan panjang bagi saya. Mulai dari mencari segudang referensi dan informasi aktual yang sesuai tema lomba, sampai kepada ilustrasi. Konten dari blog tentunya harus dibuat sesuai dengan tema , ngga boleh menyimpang sama sekali. Tetapi menyusunnya itu yang sangat repot. Jika konten terlalu kaku atau formal, pembacanya sangat sedikit, nanti “view” pembaca sedikit. 
Illustrator - Dokumen Pribadi

Hal ini akan mempengaruhi penilaian lomba. Hal yang lain lagi, melirik kepada kompetitor yang sangat mumpuni dalam bidang ilustrasi, saya sering “tak percaya diri”. Kemampuan dan keahlian untuk membuat ilustrasi ini sangat terbatas sama sekali. Pengin belajar, dan mencoba sendiri, tetapi yang namanya “fotoshop” itu sangat jauh dari jangkauan . Mencoba belajar secara otodidak, tapi hasilnya jelek dan lama sekali. Akhirnya, sering menyerah di satu bidang ini

. Belum lagi sekarang ini dharapkan illustrasi dalam bentuk video. Membuat video yang standar, memang mudah, tapi membuat video “Lucu,menarik, kreatif dan sesuai tema” itu yang sulit banget bagi saya. Sering menyerah , tapi yach saya coba secara maximal saja. 

Nach di bulan Juni 2018, secara tak sengaja saya membaca pengumuman lomba tentang pendidikan dari Kementrian Pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini & Pendidikan Masyarakat. Wah, ketika baca syarat-syarat untuk penulisannya, saya sudah sangat “keder” banget. Terutama harus menulis dengan tema cukup berat “Pelibatan Keluarga pada Pengelenggaraan Pendidikan Era Kekinian” . 

Mencari dan menggali informasi, riset tentang Pendidikan Era Kekinian memang sulit sekali. Buku-buku dibaca, tetapi kok tidak ada konteks aplikasinya. Mencari nara sumber yang ada di lapangan ternyata tidak mudah. Saya sudah tidak punya teman atau kollega yang berprofesi jadi guru. Jadi hanya beberapa orangtua anak atau siswa yang jadi nara sumber saya. Bahkan beberapa orang pendidik informal anak yang lulusan psikologi pun jadi sasaran nara sumber. 

Selesai menulis, perjuangan belum berakhir karena perlu adanya video sebagai referensi penunjang. Kreativitas saya dalam membuat video tidak mudah. Saya tak punya “pemain” atau “anak” yang dapat dijadikan pemain video. Akhirnya, keputusan untuk buat video dengan “script” tulisan saja. Hasilnya memang kurang menarik . Tetapi itulah kapasitas maximal yang saya bisa saya kerjakan. 

Tulisan dan link blog  berjudul "Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Penddidikan di Era Kekinian" pun dikirim ke email panitia lomba seperti yang diminta. Hampir 3 bulan tidak ada kabar berita. Saya juga sudah lupa saya pernah ikut lomba ini. Namun, suatu hari di bulan akhir September, seorang  rekan blogger saya, mengirimkan suatu tautan yang menyatakan bahwa saya masuk dalam satu nominee . 

 Antara percaya dan tidak bahwa saya berhasil masuk sebagai nominee (50 besar)karena saya tak berharap banyak mengingat bobot dan estetika tulisan belum memadai. Juga jumlah kompetitornya yang cukup banyak hampir 800 orang dari seluruh Indonesia meliputi 34 propinsi.  Ach ngga bisa bayangin bagaimana ketatnya kompetisi ini. 


Nach, setelah masuk nominee , saya masih perlu berdoa lagi semoga bisa masuk ke 10 besar untuk blogger. Penilaian yang bertahap dari juri mulai tingkat tersulit  sampai ke hal-hal yang detail. 

Panitia membuat WA grup bagi para nominee agar koordinasi dan pengurusan kedatangan dan pengaturan Malam Apresiasi dapat lebih mudah dan cepat. Semua data dari nama, link blog , alamat email, alamat kantor sampai izin dari kantor dicek ulang. Bahkan untuk jenis kelamin karena kami akan menginap 2 malam di Hotel Peninsula. 

 Ramenya group WA ini karena ada 50 orang yang berbicara mulai dari Sabang sampai Merauke. Hampir tiap hari para peserta minta agar undangan dipercepat karena mereka harus minta izin dari kantor dan booking pesawat. Saya merasa sedikit tenang karena selain sudah pensiun ngga kerja, juga berada di sekitar Jabotabek, tak perlu booking pesawat atau kereta api. 

Tapi masih ada satu hal yang masih jadi kekhawatiran saya yaitu, wah rasanya malu sudah masuk nominee dan diundang tapi ternyata tidak masuk dalam tahap pemenang. Kompetitor masih 50 orang, cukup besar bagi saya. 

Akhirnya undangan yang dinantikan oleh semua peserta pun dikirim via email. Undangan dari Kementrian Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini & Pendidikan Masyarakat untuk hadir malam appresiasi dalam rangka penyerahan penghargaan oleh Menteri Pendidikan & Kebudayaan tanggal 24 sampai 26 oktober di Hotel Menara Peninsula.

 Tanggal 24 Oktober 2018 semua peserta dari seluruh provinsi tiba dan kami diatur oleh panitia untuk check in ke kamar masing.

 Acara resmi baru dimulai jam 16.00. Di acara resmi untuk pembukaan acara apreciasi penghargaan insan jurnalis, blogger, vlogger itu sangat ramai karena di ruang besar dengan adanya tarian piring. Sambutan dari Dirjen Penddiikan . Wah saya semeja dengan teman-teman yang dari Solo, Semarang, Bandung, Aceh. Senang mendengar pengalaman mereka sebagai blogger.   Beberapa nara sumber yang diundang pun ikut menambah pengetahuan kami sebagai blogger seperti kang Maman Suherman pun menjadi bekal bagi saya.
Dokumen Pribadi

Acara puncak adalah esoknya jam 19.00, di kantor Plaza Insan di Jl. Sudirman. Kami berangkat dengan 5 bus karena semua orang harus hadir untuk menyaksikan penyerahan penghargaan. Ini saat atau momen yang sangat penting karena ternyata saya jadi salah satu pemenang harapan. Ketika maju di depan panggung pun, menerima award berupa plakat sebagai Pemenang Harapan Penghargaan Blogger, saya hampir terharu karena ada rasa bangga, senang, dan tidak percaya bahwa semua hasil jernih payah itu ada manfaatnya dan apresiasinya bagi orang lain.
Dokumen pribadi

Pengalaman terakhir ketika penutupan pun kami selalu berfoto bersama peserta, mungkin masih ada yeng kecewa karena tidak mendapat penghargaan, tetapi selalu ada kenangan manis karena adanya kebersamaan dan berbagi antar blogger dalam penulisan.
Resolusi tahun 2019 , sebagai blogger yang pernah meraih penghargaan, bukan berarti saya sudah puas mencapai sesuatu di puncaknya. Menulis adalah proses yang tidak ada hentinya, jika kita merasa sudah merasa sudah cukup, berarti ada yang salah terhadap kita.

Meraih sebuah kebahagiaan bukan hanya karena ada hadiah yang dijanjikan saja, tetapi ada moral obligation di balik semua pencapaian. Makin merasa kurang dalam menimba ilmu, banyak belajar tentang dunia penulisan, digital . Ketika ilmu itu diolah dan menghasilkan karya yang bersifat mendidik dan bermanfaat bagi orang lain. Orang lain akan merasakan manfaatnya dan bahkan mempraktekan dan mempelajarinya supaya makin banyak orang yang mempelajarinya. Selain itu juga memberikan tips and trick dari proses penulisan bagi pemula atau mereka yang rindu untuk belajar tentang penulisan secara digital.