PENGIN SEHAT dan BUGAR, JADILAH GENERASI SUKA BUAH & SAYUR #GOBION2018


Mengasup sayuran itu sangat sulit bagi saya ketika saya masih berusia sekitar 3 tahun. Walaupun ibu selalu bercerita panjang lebar, apabila saya rajin mengasup sayuran dan buah-buahan, tubuh saya akan sehat dan mudah untuk belajar karena tubuh yang sehat. Buku-buku tentang “4 Sehat 5 Sempurna” sering diceritakan kepada saya.
shutterstock.com

 Walupun nasehat itu sudah berulang kali diperdengarkan, namun saya tetap  menolak untuk makan sayur karena menurut saya sayur itu serasa pahit di lidah saya, apalagi saat itu ibu kurang  pintar mengolah masakan sayur. Seingat saya, beliau hanya membuatkan sup sayur dengan bola-bola ayam cincang. Yang saya makan adalah bola-bola ayam cincang, sayurannya saya tinggalkan. Apalagi jika ibu menyajikan sayur orak-arik yang tidak saya sukai sama sekali. Untuk buah-buahan pun begitu, saya hanya memilih buah yang manis seperti apel, semangka, melon, sedangkan buah lainnya seperti pepaya, pisang, jambu, jeruk dan lain-lainya tidak saya sukai. 

Akal ibu jadi buntu   bagaimana cara supaya dapat  mengubah pikiran saya agar mau makan sayuran dan buah-buahan. Diberikan pemahaman baik secara verbal maupun cerita dari buku-buku tidak mempan sama sekali.

 Akhirnya taktik ibu  berhasil juga.   Ketika sahabat teman permainan saya, Rudi (bukan nama sebenarnya) yang kebetulan juga tetangga saya, itu anaknya sangat penurut kepada ibunya. Apa pun yang diberikan oleh ibunya, dilahapnya tanpa banyak protes. Makan dengan lahap sehingga pertumbuhan tubuhnya dan kepintarannya terlihat berkembang pesat.
shutterstock.com
shutterstock.com

 Lalu ibu saya pun mendekati ibunya Rudi, sering dipanggil dengan Ibu Mila, minta kesediaannya agar saya diperbolehkan makan siang dan malam bersama Rudi di rumah ibu Mila. Tentunya menu dibuat mirip sesuai kesepakatan. Nach tiap siang dan malam selama seminggu itu saya dikirim ke rumah Rudi bersama makanan saya. Suasana makan bersama Rudi yang menyantap lahap itu membuat saya pun ikut larut bersama-sama dirinya untuk makan sayur termasuk buah-buahan yang disediakan oleh ibu saya. 

Rupanya jurus itu jitu dan berhasil.  Setelah saya  makan di rumah Rudi selama hampir 10 hari, lidah saya sudah mulai terbiasa dengan sayur dan buah-buahan . Di rumah, saya mulai terbiasa makan lauk pauk , ikan/daging beserta sayuran dan buah-buahan.

Pengalaman saya sulit makan saat kecil itu ternyata juga menghinggapi sebagian masyarakat desa dan urban saat ini. Survei di tahun 2016 yang dilakukan oleh World Food Programme mengatakan bahwa konsumsi buah dan sayur penduduk di perkotaan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan. (lihat di bawah ini). 
BPS

Ini terjadi sebaliknya pada  tahun 2015 dimana konsumsi buah dan sayur di perkotaan lebih rendah daripada di pedesaan. Sayangnya, analisa tren konsumsi tingkat nasional untuk periode lima tahun terakhir menunjukkan konsumsi sayur dan buah-buahan di perkotaan meningkat sebesar 1,8 persen sedang pedesaan menurun sebesar 10,7 persen.

 Namun secara nasional tingkat konsumi buah dan sayur di seluruh provinsi di Indonesia di bawah rata-rata konsumsi nasional (173 gram per kapita sehari) atau menurut Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015 konsumsi sayur dan buah hanya 57,1 gram per hari dan 33,5 gram per orang per hari. 

Dari tingkat pendapatan pun ternyata tidak menunjukkan bahwa orang perkotaan yang punya penghasilan lebih besar dari orang desa, mengkonsumsi buah dan sayuran lebih besar. Mereka kelompok penghasilan tinggi hanya 68 persen untuk sayuran dan buahan hanya mengkonsumi hanya l/4 dari konsumsi yang direkomendasikan oleh FAO.

 FAO merekomendasikan konsumsi buah 73 kg per kapita/per tahun dan stadar kecukupan untuk sehat sebesar 91,25 kilogram per kapita per tahun. WHO menyarankan agar masyarakat mengonsumsi 400 gram buah dan sayur setiap hari. Di Indonesia Kementerian Kesehatan menyarankan buah-buahn dikonsumsi dua hingga tiga porsi per hari. 

 Sayangnya saran ini diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Mereka lebih suka makan "junk food" ketimbang buah dan sayur.   Mereka belum menyadari bahwa  banyak manfaat dari mengasup buah-buahan.  Ada 22 jenis buah dan sayuran yang diproduksi Indonesia. Buah-buahan itu adalah alpukat,belimbing, duku, durian,jambu biji dan air, jeruk,mangga,manggis, nangka,nenas,pepaya, pisang, rambutan,salak,sawo, markisa,sirsak,sukun, apel, dan anggur. Sayur-sayuran yang dihasilkan adalah bayam, paria,kubis,worktel,kembangkol, seledri, caisim, jagung, ketimbu, terong,buncis,kailan, kangkung, selada, cabeng, kacang panjang, oyong.
dokumen pribadi

Manfaat dari mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran:

 Nutrisi: 

  • Hampir semua sayuran kandungannya rendah kolesterol dan kalori.
  •  Sayuran adalah sumber nutrisi yang sangat penting termasuk potassium, fiber, folate (folic acid), vitamin A, dan Vitamin C. 
  • Kaya dengan Potassium akan mencegah darah tinggi. Sayurann yang berasal dari potassium termasuk kentang, kentang putih, kacang putih , tomat kacang-kacangan .
  •  Kaya dengan kandungan fiber yang merupakan unsur terpenting untuk menguragi kolesteroll dan mengurangi risiko sakit jantung. Fiber juga sangat penting untuk fungsi usus yang baik. Untuk mengurangi sembelit.
  •  Folic acide menolong pembentukan cel-cel darah merah. Terutama bagi perempuan yang sedang hamil, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi cukup folate dari makanan . Dengan mengkonsumi makanan yang folate, mengurangi risiko cacat tabung saraf, cacat bawaan, dan kondisi cacat bayi selama perkembangan janin.
  •  Vitamin A membuat mata dan kulit sehat dan melindungi dari infeksi.
  •  Vitamin C dapat membantu menyembuhkan dari luka pada gigi dan kesehatan gusi.

 Kesehatan: 

  • Makan sayuran dan buah-buahn akan mengurangi risko terkena serangan jantung maupun stroke. 
  • Makan sayuran dan buhan-buahan juga mencegah melindungi terkena jenis kanker tertentu.
  • Makanan yang mengandung sayuran dan buhankan akan mengurangi obesitas dan diabetes tipe2. 
  • Makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung potassium , akan mengurangi tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko batu ginjal dan mengurangi tulang keropos. 
Sekarang tentukan pilihan masa depanmu, pengin jadi generasi sehat fisiknya , otomatis juga pintar pikirannya, maka tidak ada jalan lain selain dengan mengkonsumi sayuran dan buah-buahan. Tidak mahal kok makan sayur dan buah-buahan, belinya pun mudah sekali, di supermarket atau pasar sudah tersedia dantinggal memasaknya, buahnya sama tinggal beli di supermarket, pasar tradisional atau kios-kios yang jualan buah. 

Jadilah generasi yang sehat dengan konsumsi sayuran dan buah#cappanahmerah #Gobion2018 #generansimakansayurdan buah