PESONA FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018



Keindahan alam Pulau Karimunjawa, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sudah dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, tanpa promosi yang menarik tentang keindahan dan seni budaya lokal yang ada di Karimunjaya maka animo wisatawan untuk datang ke Karimunjawa berkurang. 

Untuk lebih memperkenalkan keindahan alam dan budaya lokal, maka panitia telah mengelar Festival Karimunjawa 2018. Festival Karimunjawa 2018 diadakan dari tanggal 25 hingga 30 September 2018. 

Pagelaran dan acara yang sangat padat telah disusun oleh panitia sehingga wisatawan menyaksikan dan menikmati acara itu dengan puas. 

Sebagai pulau yang terindah di Jawa Tengah, Karimunjawa punya potensi sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Untuk memeriahkan kehadiran wisatawan, untuk pertama kalinya Festival Karimunjawa 2018 ini untuk pertama kalinya, demikian kata sambutan dari Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Tengah Alamsyah dalam keterangan tertulisnya. 


Festival Karimunjawa 2018 dimulai tanggal 25 September yang lalu dengan agenda Sapta Pesona, kemudian pada Rabu, 26 September 2018 ,digelar Pentas Wayang Kulit, kemudian pada Kamis , 27 September 2018, ada gelaran ekspo produk unggulan dan festival kuliner, workhsop dan lomba perahu hias, workshop pariwisata, tari dan music kesenian bunga Jabe, dan performing art. 

Alun-alun Saat Festival Karimunjawa 2018
Pencanangan Festival Karimunjaya dibuka oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah dan dilanjutkan dengan Tari Egreg Pesisiran untuk menyambut Gubernur Jawa Tengah, di Hotel Java Paradise. 

Budaya Lokal:

Seni Barongan
 Reog barongan yang diadakan di Alun-alun mendapat sambutan meriah dari penonton yang sudah menantikan kedatangan Reog Baronga. Reog barongan ini hanya terdapat di Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan dan Pulau Parang. Umumnya Reog Barongan yang merupakan kesenian rakyat ini dipertunjukkan pada momentum tertentu saja, seperti misalnya acara khitanan dan Perayaan HUT Proklamasi RI. Di Pulau Parang kesenian ini sudah ada sejak 25 tahun yang lalu, namun saat ini sudah punah karena regenerasi pemain dan kondisi peralatan yang memprihatinkan.

 Lomba Perahu Hias :
Lomba Perahu Hias

Peserta Lomba Perahu Hias
 Dengan berbagai kreativitasnya, peserta Lomba Perahu Hias , menghiasnya perahunya dengan umbul-umbul dan bendera dengan warna yang sangat menari. Mulai dari sekitar pantai Karimunjawa pada pukul 9.00. Semaraknya terlihat dengan antusias peserta dan hadirin yang ikut menyaksikan lomba. Udara yang cerah membuat Lomba Perahu Hias ini jadi semakin meriah. 

Lomba Pancing
Di hari terakhir, Minggu, 30 September 2018, ada gelaran musik campursari, walking fun beach Karimunjawa, dan Lawak Jawa. Di penghujung acara ada pembagian hadiah dan dorprise bagi wisatawan yang beruntung. 


Sampai jumpa di Festival Karimunjawa 2019, dengan berakhirnya Festival Karimunjawa 2018, banyak warga maupun wisatwan yang antusias untuk makin menggeliatkan wisata  alam dan seni Karimunjawa menjadi andalan wisata nasional.

 “Artikel ini sedang diikutsertakan dalam lomba Festival Karimunjawa 2018 yang diadakan oleh Disporapar Jawa Tengah dan GenPI Jateng”