1000 Hari Pertama Ananda Demi Masa Depan Anak dan Bangsa


ppi malaysia.com


Udah pernah dengar bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Loh biasanya bonus itu selalu hal yang menyenangkan.  Tapi sebelum bicara soal bonus, kita jelaskan dikit apa yang dimaksud dengan bonus demografi, yaitu jumlah orang yang produktif (20 tahun -45 tahun) jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah orang yang non produktif (50 tahun ke atas dan 15 tahun ke bawah). 

Jika orang yang produktif itu ternyata bukanlah orang yang sehat fisiknya atau intelektualnnya, maka bonus demografi itu jadi nilai minus bagi Indonesia. Generasi penerus bangsa tak mampu jadi menjadi pemimpin atau orang yang mampu bekerja dengan baik .

 Untuk antisipasi agar tidak terjadi gagalnya bonus demografi, maka sebaiknya anak-anak yang terlahir tahun 2005 ke bawah, tidak ada lagi yang menderita “stunting”. Stunting adalah kekurangan asupan gizi pada anak di bawah dua tahun atau 1000 Hari Pertama Ananda . Akibatnya tentu fisik dan intelektualnya berkurang . Dari segi fisik, tumbuh kembang tubuhnya tidak sesuai dengan kondisi normal seorang anak. Sedangkan untuk kecerdasannya pun kurang optimal karena kurangnya gizi dan asupan. 
Sahabat Keluarga

 Ada yang menyangka bahwa anak “stunting” hanya ditemukan di desa atau daerah terpencil. Kenyataannya di Indonesia angka ‘stunting” masih cukup tinggil yaitu sekitar 30% , melebih angka normal 20% yang distandarkan oleh WHO. Ditemukan bukan hanya di kota kecil atau di desa tetapi juga ditemukan di kota besar dari warga pendapatan menengah ke atas.  Ini terjadi karena anak hanya diserahkan kepada pembantu atau perawat untuk asupan gizinya. Anak tidak mau makan dibiarkan saja sehingga kekurangan nutrizi pun terjadi.

 Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. Mata rantai “Stunting“ harus segera diperbaiki.  Pemerintah telah membuat suatu Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi fokus pada 1000Hari Pertama Kehidupan (HPK) Kita sebagai warga dan individu harus mendukung dan  proaktif melakukan gerakan “stop Stunting” ini. 

Lalu, usaha apa yang dapat dilakukan? 
Dokumen pribadi

Ingat bahwa pertumbuhan seorang anak perempuan sampai 20 tahun sedangkan anak lelaki sampai 30 tahun. Namun, masa golden emas dari Golden age atau masa emas adalah 1000HariPertamaAnanda ditentukan oleh asupan gizi yang diterimanya saat masih dalam kandungan ibunya selama 9 bulan atau 270 hari dan masa tumbuh kembang selama 2 tahun atau 730 hari.

 Kegagalan tumbuh karena gizi buruk dan kegagalan kembang terhambat kembang dapat diatasi dengan tiga cara yaitu Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang pola makan bergizi untuk 1000Hari Pertama Ananda.

Jangan pernah abaikan makanan maupun minuman ibu hamil selama hampir 9 bulan. Apalagi jika ibu hamil muda biasanya sering terserang “morning sick”. Makanan yang diasup dikeluarkan kembali. Jika dibiarkan berlarut-larut maka hal itu akan mempengaruhi asupan gizi kepada janin yang dikandungnya. 

Ketika ibu hamil sudah tidak muntah lagi, perlu memperhatikan bahwa gizi makanan yang diasupnya harus mengandung asam folat, yodium, zat besi.

 Asupan  bagi ibu hamil: 
KeluargaIndonesia.net

1.Buah dan Sayur. 

Pada kehamilan trisemester, diperlukan banyak vitamin C dari kandungan jus jeruk untuk menambah kekebalan tubuh dan menghindari infeksi. Zat besi yang berasal dari sayur-sayuran hijau akan meningkatkan hemoglobin sel-sel tubuh dan membentuk energi. 

2.Ikan 

Makanan yang berasal dari ikan sangat bagus karena ikan mengandung asam lemak omega 3 dalam pembentukan otak janin . Namun, harus diperhatikan agar ikan yang diasup jangan yang mengandung merkuri. Hindari makan ikan mentah karena hal ini akan meningkatkan kadar lemak jenuh dalam tubuh. 

3.Kacang-kacangan 

 Pilihan makanan kacang-kacangan ini sangat bermanfaat untuk pembentukan syaraf. Salah satunya adalah kacang hijau yang mengandung asam folat dan vitamin B dan dapat menambah energi .

 4.Air dan Vitamin

Ketika hamil muda, banyak muntah, untuk penganti air yang keluar sebaiknya banyak minum air atau cairan yang berupa sari buah tetapi tanpa gunakan gula. 

 Asupan bagi Ibu Menyusui:

 1. Protein: Sangat diperlukan untuk pembangunanan dan perbaikan jaringan tubuh pada saat melahirkan. Protein ini dapat diperoleh dari daging, ayam, ikan, seafood, telur ,keju, susu, yogurt dan sumber protein lainnya.

 2. Lemak Sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan danperkembangan bayi. Sebaiknya konsumsi lemak tidak jenuh tunggal dan tidak jenuh ganda, dan batasi lemak jenuh dan lemak trans. Sumber lemak tidak jenuh misalnya, alpukat, ikan berlemak (salmon), kacng-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun dan minyak kanola. Kebutuhan 6 bulan pertama menyusui 71-86 gram per hari ; 6 bulan kedua menyusui 73-88 gram per hari. 

 3. Zat Besi Sangat dibutuhkan agar ibu menyusui tidak terkena anemia setelah melahirkan. Tidak perlu supelemen zat besi. Konsumsilah zat besi yang ada di dalam daging, ayam, ikan,seafood, kuning telur dan sayuran hijau (bayam dan brokoli).

 4. Kalsium Bukan dibutuhkan saat hamil, tapi juga saat menyusui. Kebutuhan kalsium saat kehamilan dan menyusui besar karena adanya penurunan massa tulang. Kalsium di dapatkan melalui susu, keju dan yogurt.

 5. Kalium Fungsinya dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Saat menyusui dibutuhkan banyak cairan karena Anda memproduksi ASI setiap hari. Peningkatan kebutuhan sesuai dengan pengeluaran agar terjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

 6. Kolin Demi perkembangan otak bayi, diperlukan kolin. Kolin tidak ditemukan dalam makanan. Terdapat pada hati ayam, hati sapi, gandum, kembang kol , kuning telur . 

Asupan anak dari 0 – 2 tahun:
ASI  utk usia 0 tahun   Sumber:  KlikDoktor.com

 Ketika bayi baru lahir sampai berusia bulan diusahakan untuk mengasup ASI eksklusif dari ibunya. Ini sangat penting untuk “ immune system body”dari semua sumber penyakit .
MPASI utk anak 6 bulan.  Sumber: Klik Dokter.com
Sahabat Keluarga

Ketika anak sudah berusia 6 bulan sampai 2 tahun, mulailah diberikan makan pendamping ASI (MPASI) atau makanan tambahan. Tentunya makanan tambahan ini disesuaikan dengan usianya dan diberikan satu persatu . Misalnya Anda memberikan alpukat, wortel matang, ubi, pepaya, daging ayam, ikan, daging, tahu, kacang-kacangan.

 Harus diperhatikan satu persatu jenis makanan diperkenalkan, jangan dicampur semuanya. Hal ini untuk cegah apabila anak allergi terhadap sesuatu makanan, maka segera cepat diketahui.


Sahabat Keluarga

Ketika anak berusia6 -9bulan, Anda dapat memberikan bubur sari dan dapat memberikan makanan seperti snack , biskuit, buah lumat.   Ketika anak berusia 10-12 bulan, ditambahkan bahan makanan seperti keju, buah yang dipotong-potong, atau makanan lain seperti pasta, yogurt dan telur.

Ketika  anak usia 12 bulan, mulai dapat makan makanan dewasa dan minum susu cair (susu UHT) atau pasteurisasi.