Why not Having Best Moment with Huawei


Hampir setahun saya sekeluarga tak berlibur. Kelihatannya pikiran sudah jenuh dengan tugas rumah tangga rutin tanpa adanya refreshing sama sekali. Kaki juga sudah gatal untuk jalan. Lalu, timbul ide untuk berlibur sekeluarga di tahun 2018. 

Ternyata untuk merencanakan liburan keluarga itu ngga mudah loh! Walaupun saya dan suami punya waktu yang flexible tapi tidak dengan anak kami yang baru saja pindah di suatu perusahaan . Dia baru bekerja 5 bulan. Cuti dapat diberikan setelah bekerja 6 bulan. Menunggu sebulan rasanya tak sabar lagi. 

Sebelum cuti disetujui, kami berdiskusi mau kemana tujuan liburan kali ini. Rupanya ide anak dan saya sudah satu kata, “Jepang”. Kami punya impian sejak dulu bisa melihat keindahan pemandangan dan budaya Jepang dari dekat bukan sekedar apa kata orang. Kami sangat cinta kebudayaan lokal dan asing di seluruh dunia. Ingin rasanya mengexplore semua budaya negara-negara yang kami anggap sangat unik.

Untuk gali informasi, sudah demikian banyak travel biro yang dihubungi dan kami sudah daftar jika jumlah kuota untuk keberangkatan tour group ke Jepang . Ternyata ngga mudah sekali, tiap seminggu sekali kami bertanya bagaimana jumlah kuota sudah mencukupi untuk berangkat ke Jepang. Akhirnya mendekati bulan Agustus, saya menyerah dengan usaha untuk bisa ke Jepang. Rupanya kami belum diberikan kesempatan untuk menginjak Jepang. Tiba-tiba salah satu dari operator tur menghubungi saya untuk berangkat saja ke Korea Selatan. 

Bayangan saya dan anak , Korea Selatan hanya terkenal karena industri film seperti Winter Sonata, atau Boyband yang sedang naik daun, bahkan digandrungi oleh para milineal. Sebenarnya hati kecil kami mengatakan ini bukan pilihan kami. Kami penginnya ke tempat yang penuh dengan sejarah, pemandangan dan heritage.

 Rupanya tak ada pilihan lain karena waktu yang makin mendesak, jika menunggu sampai Desember, kami tak sanggup rasanya pergi di musim dingin, ngga bisa “enjoy” hanya karena salju ada dimana-mana. 

Keputusan untuk berangkat ke Korea pun terlaksana pas tanggal kemerdekaan RI 17 Agustus 2018. Dengan menumpang pesawat Asiana, berangkat tengah malam. Tersiksa tanpa bisa tidur untuk istirahat, kami tiba jam 9 pagi waktu setempat. Ternyata kami sudah dijemput oleh lokal tour gudie yang sangat fasih dalam bahasa Indonesia.
Le Petite France . Sumber Dokumen Pribadi

Ikut tour kali ini benar-benar sangat melelahkan karena padatnya acara dengan mengunjungi banyak yang sangat indah dengan waktu yang sangat singkat. Bayangkan udah semalam ngga bisa tidur, langsung ke tempat yang jauhnya hampir 4 jam, Le Petite France. Hanya berhenti 1 jam, cuaca panas, tak bisa memotret karena panas terik yang menyengat . Kehilangan momen. Langsung ke Nami Island. Tempat yang seharusnya tepat untuk selfie ini penuh sesak , maklum hari Minggu di bulan “summer” semua orang Korea sepertinya pengin berlibur juga. Bingung untuk bisa mendapatkan foto yang hasilnya bagus apalagi kamera yang saya miliki sangat minim buat foto.
Mt. Sorak.  Dokumen pribadi

Besoknya dari Hotel di Mount Sorak, kami diajak ke Seoraksan National Park ,tempatnya tenang, di ketinggian sebuah bukit, kami bisa naik “sky train” melintasi di kanan kiri rimbunnya pohon yang kehijauan dan gunung yang menjulang tinggi. Kami dapat mengambil foto-foto keindahan alam Mount Sorak ini dari bukit ini. Sekali lagi, sayang penuhnya orang yang datang membuat kami kehilangan momen bagus ini.
Gyeongbok Palace.  Sumber: Dokumen pribadi

 Selama hampir 4 hari kami berada di Korea Selatan, ada satu tempat yang sangat saya kagumi yaitu KyeongBok Palace atau istana Kyeongbok, penuh dengan histori dimana raja Korea Selatan zaman dulu tinggal bersama istri dan selirnya dan tempat-termpat bersejarah untuk “meeting”. Kaya dengan arsitektur Korea yang sangat kental. Kagum dengan peninggalan ini yang termasuk sebagai Unesco Heritage

Nami Island. Dokumen Pribadi
Seoul Tower.  Dokumen Pribadi

Lalu, ketika tour hampir berakhir, saya berkenalan dengan salah seorang Korea yang merupakan seorang fotographer kami. Dia bernama Andi. Andi setia mendampingi kami di perjalanan. Mengabdikan momen indah dari setiap keluarga yang ingin dijepretnya. Hasil dari jepretannya memang sangat luar biasa bagusnya ketimbang dengan jepretan yang kami miliki. Lalu, saya tanya apa rahasianya , apakah dia  menggunakan kamera DSLR? Bukan, katanya, hasil foto ini adalah jepretan dari Huawei Nova 3i. 

Sepulangnya dari Korea, saya penasaran ingin mengetahui lebih lanjut tentang Huawei Nova 3i. Langsung saya cari di situsnya di sini. Rupanya Huawei Nova 3i telah hadir di Indonesia sejak November 2017. Penampilan dari Huawei Nova 3i ini sangat berkelas untuk segmen penggemar smartphone dan penggemar foto menengah ke atas. 

Huawei Nova 3i
Sesuai dengan harganya, designnya yang sangat trendy, keren dan stylish . Ada 2 model warna dari eye-catchy, yaitu Black dan Irish Purple. Elegan melihat warna hitam dan biru tua dengan kaca di belakangnya dan bingkai metal yang menghiasi di bagian tengahnya.

Layarnya sangat lebar 6.3 inch FHD (230 x1080), jarak pandang yang sangat luas sekali, tapi masih muat jika ingin dimasukkan ke saku celana.

Huawei Nova 3i
 Buat penggemar selfie dan wefie, tersedia four kamera A1 , 24MP + 2 MP bagian depan dan 16 MP +2 MP di bagian Belakang. Puas sekali dengan hasilnya karena kejernihannya dan efeknya sangat tinggi. 

Huawei Nova 3i
Kita pasti tidak akan kehilangan momen indah karena ada kamera belakang dengan mengandalkan sensor kamera 16 megapixelaperture f/2.2 , teknologi autofocus PDAF. Kamera ke-2 megapixel untuk depth effect.

Diperkuat dengan algoritma A1 yang fungsinya pengatur lebih dari 100 juta gambar dan kemampuan mengindentifikasi 22 objek dari 500+ momen. Kamera memberikan pengaturan terbaik sesuai dengan kondisi.

 Menangkap momen dengan gerakan super lambat melalui mode 16 X Super Slow Motion, sambil merekam setiap gerakan dengan mengubah kilasannya momen jadi sorotan aksi dengan 480 frame per detik. 

Huawei Nova 3i
Smartphone ini menggunakan chipset processor midrange terbuat buatan Huawei sendiri, Kirin 710.  Kirin 710 memiliki 8 inti otak terbagi atas 4 inti otak untuk performa tinggi berasitektur  Cortex-A73 dan berkeceipatan 2,2 GHz , dan 4 inti otak untuk konsumsi baterai berasitektur  Cortex-A53, berkecepatan 1,7GHz.

Dilengkapi teknologi AI untuk dapur pacu utamanya, disertai RAM 4 GB, serta kapasitas storage internal 128 GB. Hal yang cukup menarik yang akan hadir pada smartphone ini adalah GPU Turbo, di mana fitur ini mampu mengoptimalkan dan mengakselerasi pemrosesan grafis untuk menjalankan aplikasi seperti gaming menjadi lebih lancar secara performa. Walau performa dinaikkan, GPU Turbo juga akan memastikan perangkat tidak akan cepat kehabisan baterai juga.

Seandainya, saya dapat mengulangi  best moment yang saya ceritakan di atas dengan smartphone Huawei Nova 3i, alangkah bahagianya saya!  Kebahagiaan itu tersimpan pada foto-foto yang sangat menawan, indah dan mengesankan dari Huawei Nova 3i. 

Masih penasaran dengan hasil jepretan Huawei Nova 3i?  Inilah contoh hasil jepretan Huawei Nova 3i:


https://daily.sosial.id

https://erafone.com
https://erafone.com
https://erafone.com

Buat  mereka yang belum memiliki, ngga perlu ragu-ragu lagi,  kehebatan dan istimewanya dari Huawei Nova 3i dibandingkan dengan smartphone sekelasnya sebagai berikut ini:

  • Design yang sangat keren : pilihan warna Black dan Irish Purple
  • Memiliki 4 kamera yang dilengkapi dengan teknologi A1 
  • Kemampuan storage sebesar 128 GB 
  • Diperkuat dengan GPU untuk memperkuat Gaming 


“Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo”

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman