Jadi Pebisnis Online Bukanlah Sesuatu yang Sulit #BukaInspirasi



Menjadi seorang wirausaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu banyak semangat, inovasi dan kreativitas. Apalagi di zaman digital , semuanya ada dalam laman digital. Meskipun, pembeli dan penjual bertemu hanya dalam sebuah platform yang sungguh menarik tanpa halangan jarak, waktu dan biaya untuk transportasi. Kenyataannya pebisnis kecil-menengah harus punya modal pengetahuan bagaimana berbisnis di alam digital.#BukaInspirasi

 Bagi saya yang dulunya hampir 28 tahun bekerja sebagai pekerja di perusahaan perbankan, bisnis online menjadi sedikit barang langka yang perlu dipelajari dengan semangat yang besar. Betapa tidak, dunia offline sudah berubah sama sekali dengan dunia online. Ketika bekerja di kantor semuanya dikerjakan dengan dunia nyata , bertemu dengan klien dan mengerjakan semuanya dengan sistem komputer yang telah dibangun beinteraksi dengan klien dengan tatap muka.

Ketika saat pensiun  tiba, saya bingung mau bekerja sebagai apa? Menurut beberapa teman yang telah menggeluti UMKM, mulailah dengan sesuatu yang sesuai dengan passion. Tak perlu modal besar, tapi bekerja dengan hati yang senang. 

Mulailah saya mengexplore atau menggali apa passion yang ingin saya geluti untuk bisnis baru saya. Ketika berhadapan untuk menentukan passion, itu pun saya merasakan suatu kesulitan. Wah selama ini saya bekerja rutin tapi tak punya waktu untuk melihat apa passion dalam diri saya. 

Ketika saya mulai melihat  passion yang dimiliki orang lain, saya mulai menyadari bahwa passion orang itu ternyata sangat sederhana.  Passion teman saya itu menyukai membuat tusuk sulat, sulam pita.  Lalu dia mulai mengarahkan dirinya dengan memberikan kursus singkat bagaimana membuat tusuk sulam, sulam pita. Keahliannya yang dimilikinya itu akhirnya membawa dirinya membuka suatu UMKM berkategori seni jahit. Dia sangat menyukai pekerjaannya dengan sepenuh hati. Demikian juga, motivasi para pelangganya yang ingin belajar menjahit itu kebanyakan juga sangat antusias untuk belajar menjahit. Akhirnya, keberhasilan untuk jadi UMKM jahit pun membuahkan hasil yang sangat besar.
Kotak Kayu.  Sumber: dokumen pribadi


Hantaran untuk pengantin .  Sumber: dokumen pribadi
Tas dari bambu . Sumber: dokumen pribadi

Nach, sekarang balik kepada saya. Passion apa yang saya miliki. Explorasi diri itu ternyata membawa saya untuk mencoba memasarkan kotak kayu, tempat untuk hantaran calon pengantin dan tas yang merupakan kerajinan tangan . Kotak kayu terbuat dari kayu, sedangkan Tas dan hantaran itu terbuat dari bahan-bahan bambu. Melallui pengeringan dan proses yang cukup lama. Barulah finishing dengan memoles dengan membuat design bunga dari cat akrilik. Keindahnnya tentu baik itu dari kerajinan tangan maupun design.


Lapak saya
Saya ingin memasarkan kotak kayu, tas dan hantaran ini di sebuah e-commerce. Pilihan jatuh kepada Bukalapak. Pada tahun 2015 saya sudah membuka akun di Bukalapak. Sayangnya, pengetahuan saya tentang cara memasarkan barang di bukalapak tak saya kuasai. Hampir 3 tahun, sampai tahun 2018, saya tak mampu menggaet seorang pembeli pun. Inilah yang disebut dengan kesulitan pertama yang belum ada solusinya. Bingung kenapa pelapak lain di platform yang sama dapat berjualan dengan mulus , sementara saya tak mampu menghasilkan pemasaran satu pembeli pun.


 Mencoba mencari kekurangan saya.  Ternyata saya baru mengetahui rahasia mengatasi kekurangan saya ini dengan mengikuti webinar online yang pertama dilakukan oleh Achmad Zaki, founder Bukalapak. Tema yang diberikan dalam webinar online itu “Memilih Ide Bisnis”. Dalam pemaparan yang sangat santai itu , Achmad menyatakan bahwa memulai bisnis itu tidak perlu ide yang rumit dan cemerlang. Mulai dengan ide sederhana tetapi bermanfaat dan dapat diterima bagi banyak orang. Terpenting adalah eksekusi dari ide yang dituangkan. Jika ada hal-hal yang belum berhasil, maka akan ada bantuan untuk menggali pengalaman melalui webinar dari pebisnis lain yang sudah lebih jatuh bangun dalam bisnis digital online. 
sumber; youtube.com


Nach ngga ada salahnya dong saya pun ingin sekali mendengar kiat dari pebisnis lainnya yang pernah jatuh bangun. “Salah satunya adalah Kiat dan Inovasi dalam Membangun Bisnis ala Brado”. Pemaparannya sangat singkat tapi berisi pengalaman bisnis yang sangat dalam #Bukainspirasi. Pertama kali membangun bisnis hanya tempat sempit dan modal blackberry jadul, serta dua orang pendirinya yang bekerja sebagai pemilik sekaligus jadi pengantar barang. Namun, satu hal yang paling penting yang dipaparkan oleh pendiri Brodo itu , tentang Customer Loyalty sangat penting. 

Suatu saat datang  seorang kustomer yang ingin  beli sepatu dan minta dikirimkan dan diterima sore hari itu juga untuk pre wedding. Secara teori tidak mungkin karena jarak Bandung dan Sentul dimana kustomer tinggal sangat jauh dan waktunya sungguh tak mungkin ditempuh dalam sekian jam. Tapi setelah mendapatkan akal untuk dikirim dengan travel Bandung-Jakarta, disambung dengan ojek dimana sang pengantar adalah teman dekatnya yang mau membantunya, permintaan yang menurut standar prosedur tidak dapat dilayani demi untuk mendapatkan satu kustomer yang loyal. Dengan pelayanan "Exceed Service", pelayanan extra luar biasa  diluar normal, akhirnya, berkah pun datang kustomer itu jadi customer loyal dengan pembelian sepatu sebanyak hampir mencapai 14 sepatu dalam jangka waktu setahun. Inilah salah satu konsep "harus beda dengan yang lain" atau yang sesuatu yang membedakan dari lapak lainnya.

#BukanInspirasi itu datang dari beberapa pemateri webinar online yang saya ikuti. Ternyata dunia marketing digital memang harus saya lakukan agar lapak saya maju. Ngga mau berkecil hati, sejak mendengarkan webinar online ini segera saya memasarkan lapak ini ke semua media sosial. 

Mendengarkan interaksi dari calon pembeli pertama yang mungkin masih ragu-ragu untuk pembelian produk saya. Filosofi “Customer loyal dan beda dari yang lain” jadi kunci pertama bagi saya dalam menjalankan bisnis online di buka lapak ini.