Indonesia Sehat Melalui Pencegahan Stunting


Paradoks yang terjadi di negara kita, Indonesia.   Indonesia adalah termasuk negara terkaya dengan sumber alam, baik itu pangan, energi maupun tambang. Kekayaan negara ini jika dikelola dengan baik oleh seluruh rakyat, pasti akan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Databoks.com

Sayangnya, ditengah kekayaan alam Indonesia, masih ditemukan 9 juta anak di Indonesia yang masih mengalami “stunting” atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronis. Jumlah ini berarti hampir 30 persen dari seluruh anak Indonesia. Sungguh sangat mengenaskan mengetahui kondisi ini. Menurut WHO, angka stunting yang ideal adalah 20 persen saja, sementara telah diketemukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia angka stunting masih menunjukkan lebih dari 20% . Hanya di Jogyakarta ditemukan 19,8% dan Bali 19,1% ,jika diambil rata-rata , maka di seluruh Indonesia anak "stunting" masih berada di angka 30%-40%. Hal ini tentu sangat menyedihkan sekali. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Apabila kita menjadi generasi “stunting” maka yang dihasilkan adalah generasi yang tidak produktif , beban bagi negara yang artinya kemunduran bagi bangsa Indonesia.

Apa itu "stunting"? 
Investor Daily.com

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa. Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

 Pengalamanku dengan stunting: 

Di suatu sore hari Sabtu malam minggu saat saya libur dari bekerja, anak saya yang saat itu berusia 4 tahun, berkumpul santai di rumah. Saat itu kami melihat TV bersama-sama, dengan acara yang sangat menyenangkan film kesayangan anak, Walt Disney . Ditengah film ada cuplikan  film iklan.

Tiba-tiba mata anak saya dipejamkan dan menutup seluruh mukanya dengan ketakutan.

 Saya bertanya : “Ada apa Nak!” 
Dia menjawab: “Itu anaknya hitam kulitnya, kurus kering dan tubuhnya kecil, pendek dipenuhi dengan binatang kecil-kecil. Kasihan ma! Untungnya saya sempat melihat adegan seorang anak stunting yang ditayangkan di TV yang sedang menangis kesakitan karena digigiti oleh semut-semut karena luka-luka yang dibiarkan menganga.

Dengan perlahan-lahan, saya menjelaskan kepada anak saya : “Anak itu kekurangan asupan gizi. Makanannya tidak sehat dan tumbuh kembangnya jadi terhambat. Akhirnya dia tak bisa belajar dengan baik, bahkan ketinggalan dengan teman-temannya, tubuhnya pun kecil jadi sering sakit dan membuat dia makin ketinggalan untuk bisa pintar dan bertumbuh besar". 

Anak saya masih penasaran dan bertanya: “Mah, gizi itu apa sich?” Mengingat anak masih kecil saya hanya memperlihatkan sebuah gambar piring putih dimana ada kotak-kotak yang tertulis, Fruits (buah), grains (nasi), vegetables (sayur), Protein (ikan). Saya mengatakan dengan bahasa sederhana: “Dia tak mendapat makanan cukup untuk buah,nasi,sayur, ikan maupun susu”. Sejak anak mendengar penjelasan saya, besoknya anak langsung mau makan sayuran dan ikan, padahal sebelumnya dia selalu merengek-rengek makanan nugget kesukaannya tanpa sayur.

 Dampak Stunting:
sehatdepkes.co.id

 Anak di bawah tiga tahun atau pada 1.000 hari pertama sulit untuk diperbaiki. Akibatnya tentu fisik dan intelektualnya berkurang . Dari segi fisik, tumbuh kembang tubuhnya tidak sesuai dengan kondisi normal seorang anak. Sedangkan untuk kecerdasannya pun kurang optimal karena kurang gizi dan asupan yang diterimanya, demikian menurut Dr. Dr. Damayani R. Syarif, Sp.A (K), spesialis anak, konsultan nutrisi dan penyakit metabolik yang dikutip dari situs intisarionline.com. 

Namun, masih ada harapan apabila gizi dan nutrisi itu diperbaiki ketika masa pubertas, hal ini tergantung saat orangtua itu memaksimalkan asupan nutrisinya. Bagi anak yang bertubuh pendek, hal ini menunjukkan bahwa asupan gizi baik secara kuantitas maupun kualitas tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tinggi badan cenderung pendek pada usianya. 

 Dampak jangka pendek yaitu pada masa kanak-kanak, perkembangan menjadi terhambat, penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh dan gangguan sistem pembakaran . Pada jangka panjang, yaitu pada masa dewasa, timbul risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus,jantung koroner ,hiptertensi dan obesitas.

Pencegahan Stunting: 
dokumen pribadi

Nutrisi gizi seimbang bagi seorang anak terutama anak itu berada dalam kandungan ibu sampai anak itu berusia lima tahun merupakan titik krusial untuk tumbuh kembang anak . Hal ini sering disebut dengan “golden age”. 

Berikut ini tahap-tahap pencegahan stunting sejak dini:

  • Sejak anak dalam kandungan ibu , sering disebut dengan 270 hari atau 1000 hari sejak kehidupan anak. Bagi ibu yang sedang hamil, sebaiknya mengasup makanan yang mengandung asam folat, yodium, zat besi. 
  • Sejak kelahiran anak, ibu wajib memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan. Pada saatibu menyusui diharapkan ibu mengasup makanan bergizi tinggi.
  • Anak berusia 6 bulan sampai 6 tahun lebih diberikan makan pendamping ASI (MPASI) atau disebut dengan makanan tambahan. Makanan tambahan ini disesuaikan dengan usia nya.            
  • Contohnya; Untuk usia 6-8 bulan, Anda dapat menambahkan : alpukat, wortel
    matang, ubi, pepaya, daging (ayam, ikan, daging, dll), tahu,
    kacang-kacangan. Tekstur pure sudah dapat Anda kentalkan dengan
    menambahkan lebih sedikit cairan (air/susu formula/ASI).

    Untuk bayi usia 8-10 bulan, Anda bisa mulai meningkatkan tekstur
    makanan si kecil, tidak perlu terlalu halus lagi (menjadi bubur saring).
    Anda juga sudah bisa mencoba memberikan dia makanan yang dapat
    dipegangnya (finger food).

    Untuk usia 10-12 bulan, Anda dapat menambahkan keju, buah yang dipotong kotak-kotak kecil, pasta, yogurt, dan telur.

    Setelah lewat usia 12 bulan, anak Anda sudah mulai dapat memakan
    makanan orang dewasa dan minum susu cair (susu UHT atau pasteurisasi
                                                                                                                             
  •  Saat anak berusia 3 tahun atau sudah dapat makan , maka anak dianjurkan untuk mengkonsumsi 13 gram protein yang mengandung asam amino esesial setiap hari yang bersumber dari daging sapi, ayam, ikan, telur dan susu.
  •  Ibu  yang memiliki anak yang masih balita perlu rajin untuk membawa anaknya ke dokter anak/posyandu untuk mengecek tumbuh kembang anak , baik itu tinggi, berat badan supaya sesuai dengan pertumbuhannya dan mendeteksi secara dini jika ada gangguan pertumbuhan sejak dini.
  •  Memberikan menu dengan tepat , bergizi seimbang dapat menggunakan panduan yang diperkenalkan oleh My Plate Kid’s Place: 
MyPlate.gov

My Plate Kid’s Place ini dihadirkan dalam ikon berbentuk piring yang didalamnya terbagi atas beberapa bagian warna yang meliputi oranye (gandum), hijau (sayuran), merah(buah), dan ungu (proein), serta disisi kanan terdapat lingkaran kecil yang mewakili produk susu dan olahannya.

 Pesan utama dari USDA yang perlu kita perhatikan dalam memilih makanan yang bergizi seimbang: 

  • Mendorong anak untuk menikmati makanan mereka dengan porsi yang tepat sesuai usia dan tingkat aktivitas mereka. 
  • Selalu membaca label makanan saat berbelanja. Cari tahu berapa banyak natrium dalma makanan kemasan. Pilih makanan dengan kandungan natrium lebih rendah. 
  •  Mendorong anak untuk minum air putih, susu, kedle dan menghindari untuk mengkonsumsi minuman yang manis. 
  •  Memberikan aneka pilihan snack sehat sepanjang hari seperti kacang hijau, bubur kacang kedelai. 
  •  Memberikan biji-bijian utuh setiap harinya seperti oatmeal dan beras merah.
  •  Memasukkan selalu buah-buah dan sayuran dalam menu makanan anak. 
  •  Susu satu-satunya minuman di dunia yang mengandung mineral alami dalam jumlah besar. 

Ada tiga manfaat besar untuk MPASI bagi bayi: 

Nutrisi: 

 Kebutuhan gizi terpenuhi sehingga meningkatkan dan mengembangkan kemampuan bayi dalam menerima makanan berbagai macam rasa ,bentuk, dan tekstur makanan yang bervariasi dan membantu perkembangan oromtor bayi yaitu dalam mengunyah dan menelan.

 Fisik: 

 Kesiapan fisik diantaranya dengan menjulurkan lidah yang sudah sangat berkurang dan menghilang, kemampuan oromotor seperti mengunya dan menelan makanan yang lebih padat, bayi mapu menahan kepala tetap tetagk dan duduk tanpa atau dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan tubuh.

 Psikologis:

 Kesiapan psikologis ditandai dengan reaksi bayi yang mampu menunjukkan rasa ingin makan dengan cara membuka mulut jika ingin makan dan dengan memajukan badan ke arah makan. Pemberian MPASI harus dilakukan dengan senyaman mungkin . Penting untuk memperhatikan kondisi bayi saat sedang lapar atau sedang makan. 


Ciptakanlah Indonesia sehat dengan memperhatikan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya . Setiap anak Indonesia akan menjadi generasi penerus Indonesia Sehat yang punya potensi fisik, kesehatan dan inteligensi atau kecerdasan yang cemerlang. 


Sumber referensi:
  • Sehat Negeriku
  •  MyPlate Government