Wiroto Craft, UMKM Teruji dari “Madya” Hingga “Mandiri”



Produk Kerajinan "Wiroto Craft" /dokumen pribadi


Memaknai nilai kerajinan itu merupakan suatu anugerah yang tak ternilai , tinggi nilainya dan kemampuan nilai seni dalam pengerjaannya

Sebuah perjalanan yang saya lalui di kota Yogyakarta , kota yang penuh dengan kedinamisan, jiwa seni dari warganya. Rencana dari Jakarta untuk bertemu dengan Bapak Henry C. Widjaja , Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Bapak Arif Rakmanto , LPB Yogyakarta pada tanggal 23 Desember 2017 dalam rangka Kick Off 2017 UKM Wiroto Craft pada pagi hari jam 8.00 nyaris gagal karena pesawat yang saya tumpangi baru berangkat pukul 12.00 . Rencananya ingin berangkat pagi hari untuk mengejar acara yang diadakan oleh YDBA kunjungan ke Wiroto Craft tapi terpaksa saya harus merelakan kegagalan dan kehilangan acara istimewa itu karena saya tak berhasil mengganti tiket lebih awal karena ternyata penumpang pesawat ke Jogja membludak pada hari itu. 

Kekecewaan yang sangat dalam karena tidak bisa bertemu dengan Bapak Wawan Supriyadi, pemilik Wiroto Craft terobati berkat adanya usaha Bapak Arif dari LPB Jogyakarta untuk mengadakan pertemuan saya dengan Bapak Wawan pada hari Senin, 26 Desember 2017. 

Melaju dari Magelang, saya menyusuri sawah menghijau nan indah bagaikan permadani dan udara cerah sangat saya nikmati. Jalan desa yang sangat mulus dengan aspal, membuat perjalanan lancar tanpa ada kemacetan, perjalanan menuju ke Jalan Monumen Perjuangan 12, Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Ketika tiba di bangunan, dari depan tampak sebuah bangunan joglo besar dan luas dengan ukiran kayu yang sangat otentik. Menyusuri ke belakang, ada sebuah pendopo, yang merupakan galeri kecil tapi sangat penuh dengan barang-barang pajangan seni dari aluminium yang sangat artistik, mulai dari frame Hewan, kuda , kepiting, kangguru, jerapah, kuda, gajah, cicak, sampai miniatur becak, sepeda, peralatan rumah dan wayang klitik Sadewa, Rama.

Perbincangan yang sangat informal dan santai dari sebuah perjalanan UKM Wiroto yang panjang, jatuh bangun telah ditempuh oleh Bapak Wawang Supriyadi atau sering dipanggil dengan Wawang. Seorang bapak yang masih cukup muda tapi jiwa seninya yang terbangun sejak masih kecil karena ayahnya seorang pengrajin logam mulia , perhiasan, emas di kota gede. 

Ketika itu Bapak Wawang dengan bakat yang mengalir dari ayahnya itu ingin mengubah jalan hidupnya, membangun UKM dari bahan logam yang lain selain emas karena bahan logam emas sangat sulit dibentuk, bahan yang dapat diproduksi dalam jumlah massal dan disukai dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang, pecinta seni dan penikmat seni terutama seni budaya jawa maupun Indonesia. 

Akhirnya Bapak, Wawang menemukan aluminium ,beli , tembaga sebagai bahan dasar dari pembuatan seni kerajinanan.

Awalnya, tanpa adanya tempat yang memadai dan tanpa adanya modal kerja, Bapak Wawan memakai garasi sebagai tempat produksi. Sebuah tempat yang belum dapat disebut layak sebagai tempat produksi . Dengan keterbatasannya, Bapak Wawang memberanikan dirinya untuk menerima order kecil-kecilan dari perorangan. 

Dari sebuah garasi, dia pindah ke sebuah tempat yang agak besar di galeri di Kota Gede dengan jumlah pengrajin kira-kira berjumlah 10 orang.

 Hambatan dan jalan terjal terus datang dengan tidak adanya tenaga skill yang memang mampu melakukan kerajinan seni dengan teliti dan sangat berjiwa seni. Tenaga skill itu betul-betul sangat sulit ditemukan karena jika ada, mereka tidak bisa bekerja secara full time karena saat itu order belum menentu. Ketika tenaga skill sudah dimiliki , mereka lari ke tempat lain karena memang saat itu Pak Wawang belum mampu memperkerjakan sebagai tenaga tetap karena order belum pasti tiap bulannya.

Namun, dengan proses perjalanan terjal itu dilaluinya dengan teguh . Setelah hampir 10 tahun, pada tahun sekitar tahun 2012 Wiroto Craft ikut pameran di Ina Craft di Jakarta. Bapak Wawang bertemu dengan salah seorang staff YDBA yang memang ikut membantu beberapa UKM yang juga membuka stand di pameran itu. Setelah Bapak Wawang bertemu dengan YDBA, ternyata ada “chemistry” persamaan misi dan visi antara YDBA dengan Wiroto Craft. Pak Wawang bersedia Wiroto Craft diasses atau dinilai oleh LPB Yogyakarta. Bapak Wawang menyiapkan semua data untuk persiapan assesmen. Bapak Arif selaku Koordinator LPB Yogyakarta mengadakan assemen tempat kerajinan KotaGede itu, tempat produksi dari UMKM Wiroto. Hasilnya Wiroto Craft dinyatakan sebagai Madya UKM pada tahun 2014/2015 . 

Dalam pendampingan oleh LPB Jogyakarta , telah dikemukakan apa yang dibutuhkan  bagi Wiroto Craft. Salah satunya adalah pelatihan 5R yang telah dilakukan oleh Bapak Wawang untuk usaha kerajinan Wiroto Craft.

Bukan hanya produksi manufaktur saja,ternyata kerajinan seni juga perlu sekali melakukan 5 pilar yang sering disebut dengan 5R untuk naik kelas jadi UKM Mandiri. 5R itu adalah pembenahan dan perbaikan dalam beberapa bidang seperti:

Produksi: Adanya “improvement” atau perbaikan dalam alur produksi. Produksi menjadi tertata dengan baik mulai proses produksi sampai kepada pengepakan . Semua proses dilaporkan /didokumentasikan seperti berapa dan kenapa kualitas produksi tidak baik, apa yang menjadi kesalahan dalam produksi yang gagal itu.

Pemasaran: Adanya perubahan pemasaran yang dulunya offline dengan membagikan brosur atau verbal kepada pelanggan atau calon pelanggan, sekarang menjadi “online “ bahkan sudah masuk dalam e-katalog YDBA yang sangat mudah diakses oleh calon pembeli di seluruh Indonesia. Juga
dapat mengakses site atau web wirotocraft.com  atau langsung menghubungi Galeri di Benowo, Winong,KG II/295 Kotagede, Yogyakarta atau melalui telp langsung  08122760009 , 0274384149.

HRD: Adanya perubahan manajemen yang makin jelas dalam jobdesk setiap pegawai. Setiap pegawai memiliki jobdesk yang sistimatis dan jelas sesuai dengan kapasitas pekerjaannya.

Keuangan: Semua administrasi keuangan dibukukan dan didokumentasikan dalam laporan kas kecil & Besar dan accounting. 

CSR: Memiliki tanggung jawab sosial dengan membantu dan memberikan dana bantuan kepada masyarakat sekitarnya. 

Ternyata tidak mudah yach mau naik kelas jadi UKM Mandiri dan berkelanjutan itu . Tapi niat dan motivasi Bapk Wawang sangat kuat sekali, sudah hampir 10 tahun dia menekuninya, tak ada jalan lain selain ingin maju baik sebagai UKM Mandiri maupun sebagai pribadi yang sangat menyukai jiwa seni.

Ini terbukti sekali dengan tempat produksi yang sangat rapi , bersih dari polusi meskipun harus mempoles bahan baku dengan debu yang bertebaran dan , alur produksi yang sangat tertata dengan baik sehingga produksi dapat lancar.

Sayang hari itu hari libur para pegawai, hanya beberapa pegawai dari bidang pengepangan dan assembly yang datang. Namun, saya dapat melihat bagaimana proses produksi dari awal sampai akhir.

Proses Penyepuhan Logam, wirotocraft.com
Tungku Pengecoran  Logam/wirotocraft.com


Awalnya , bahan baku berbentuk aluminium, metal atau besi, dicor di tunggu pengecoran. Tungku pengecoran itu terbuat dari bahan anti panas sehingga udara panas tidak terasa sama sekali. Setelah bahan itu mencair, dimasukkan ke dalam mould atau cetakan yang sudah ada berbagai macam bentuk, ada yang berbentuk hewan, becak, sepeda, wayang sadewa . Bahan dikeluarkan dari cetakan, lalu dikeringkan di atas sebuah tempat seperti tempat sate tapi besar bentuknya.

 Hasilnya yang telah berbentuk itu dikikir, dicat, dipoles oleh tenaga yang sangat trampil dan ahli khusus karena barang ini adalah barang kesenian yang sangat sulit dan rumit dalam menanganinya.

Setelah itu barang itu diassembly atau digabung-gabungkan , misalnya untuk wayang, perlu ada tangan, badan, simbol wayang. Juga digabung antara bentuk wayang dengan tempat penyanggahnya seperti kayu. Sangat diperlukan keahlian untuk presisi ukuran dan ketelitian berapa jarak menempatkan wayang dari kiri, tengah dan kanannya.

Setelah digabungkan, perlu finishing yang sangat rapi seperi dihaluskan, dipoles, dicoating .

Barang Kerajinan yang sangat tinggi kualitasnya dan pengawasan kontrol yang ketat itu sudah jadi dan siap untuk dipacking berdasarkan order. Para pengepak bekerja berdasarkan order yang tertulis dan harus mengepak dengan sangat hati-hati supaya barang tidak rusak ketika diterima. 
Bahkan, Pak Wawang sendiri bercerita secara khusus karena takut rusaknya, sebuah souvenir tentang rumah gadang yang dipesan oleh Bapak Bupati dari Sumatra Barat, harus dibawa oleh Bapak Wawang sendiri dengan pesawat.

Pemasaran yang sangat mengandalkan kepada galeri atau toko di tempat Kasongan, Maliboro, Borobudur. Sedangkan pemasaran secara online dapat diakses melalui web atau situsnya yaitu wirotocraft.com . Tempat Galery yang dapat dilihat secara lengkap di Benow Winong, kG II/295,Kotagede, Yogyakarta. Jika ingin mengontak secara langsung di 081220009 atau 0274384149.

Saat sedang banyak pemesanan, kapasitas produksinya mencapai 1000 pieces miniatur dan 1000 pieces gambar . Total tenaga kerja saat ada pesanan ekspor adalah 35 orang . Untuk pengiriman dengan kapal dalam 1 kontainer yang berisi 2000 pieces.

Perjalananan sebuah UKM dari Madya tahun 2014/2015 menjadi Pra Mandiri 2016 dan akhirnya UKM  Mandiri pada Nopember 2017 telah dicapai dengan usaha yang sangat keras dari UKM Wiroto Craft beserta pedampingan dari Bapak Arif, YDBA Yogyakarta. Pak Wawang sangat berterima kasih kepada bantuan dan support YDBA Yogyakarta dalam pencapaian itu karena dia merasakan bagaimana proses produksinya dapat tertata dengan baik dan bersih, energi positif dari para karyawannya, order atau pesanan yang diterima langsung dari salah satu pengunjung Gallery YDBA senilai cukup besar yaitu Rp.40 juta.

Pemasangan Alas frame/ wiroto craft
Pengikiran/wiroto.com

Pengeringan/wiroto.com
Proses Penghalusan.com


Sebuah perjalanan belum sampai di ujungnya, ada cita-cita yang masih belum terlahir, sebuah tekad yang tidak cepat berpuas diri dan mampu mengembangkan diri sampai pada kemajuan yang bisa “branding” dari hasil produksinya.

Perjuangan Pak Wawang terinspirasi dari perjuangan ASTRA yang ke-60 dalam tak henti-hentinya menyuarakan untuk berjuang menginspirasi agar dapat membagikan inovasi, pelatihan dan bimbingan bagi para UKM jadi UKM Mandiri dan awet melalui YDBA . Semoga semuanya dapat mencapai apa yang menjadi impian dan cita-citanya. 


Ina Tanaya