Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 September 2017

Sehat , Senyum Bahagia , Rajin Deteksi Dini di Prodia Women's Health Centre


Takdir seorang Perempuan untuk melahirkan, menjadi seorang ibu dan menjaga kehidupan keluarga secara harmonis. Suatu hal yang sangat indah jika seorang perempuan dapat melengkapi kehidupannya yang manis, harmonis sampai ajal menjemputnya.

 Namun, tiba-tiba kita dihentakkan dengan melihat kenyataan bahwa 1 perempuan di dunia dalam waktu 2 menit meninggal dunia karena kanker serviks, atau 1 perempuan di Indonesia meninggal dunia dalam waktu 1 jam. Bayangkan berapa perempuan di Indonesia akan harus kehilangan nyawanya jika kita tidak menyadari betapa bahayanya kanker serviks. 

Berita atau kenyataan ini bukan isapan jempol semata. Sudah ada bukti yang kita lihat sendiri, beberapa orang selebriti seperti Jupe Perez meninggal dunia karena kanker serviks stadium 4 . Pada umumnya pasien yang sudah mencapai stadium IV, survival rate mencapai 5 tahun hanya 20%. 

Kanker Serviks memang mematikan karena belum ada obatnya apalagi jika diketahui setelah stadium 4. Penyakit kanker serviks lebih banyak menyerang kaum perempuan . Tidak memandang derajat atau tingkat sosial penderitanya. Beberapa orang selebriti yang pernah terserang penyakit kanker serviks adalah Judy Blume, Titiek Puspa, Anita Mui. 

Bagi kaum perempuan, mengetahui dan mendeteksi dini serta mencegah kanker serviks lebih baik daripada terlambat mencapai stadium ke empat yang tidak dapat disembuhkan lagi.

Kanker servik uteri adalah kanker yang menyerang servik yaitu bagian dari rahim wanita yang menonjol ke dalam vagina. Kanker adalah suatu pertumbuhan yang abnormal dari sel yang terus menerus membelah diri tanpa adanya suatu proses yang bisa menghentikannya sehingga menjadi sel yang abnormal dan bisa menyebar atau bermetastasis ke seluruh tubuh. Servik uteri adalah bagian dari rahim yang menonjol kedalam vagina pada kondisi normal berwarna pink dan permukaannya licin. Epitel yang terdapat didalam leher rahim ada dua yaitu epitel berbentuk kuboid yang mengandung kelenjar dan epitel gepeng, ada suatu proses perubahan dari sel kuboid menjadi sel gepeng dinamakan metaplasia dan daerah transisi inilah yang rawan terkena kanker leher rahim.

 Penyebab dari kanker serviks uteri adalah Human papiloma Virus, pada saat ini ditemukan lebih dari 100 jenis HPV, tidak semua HPV bisa menimbulkan kanker serviks, hanya HPV yang tergolong kategori HPV high risk yang menyebabkan kanker serviks diantaranya HPV 16 dan HPV 18. Penyebaran HPV ini ditularkan melalui hubungan sexual. Beberapa kondisi yang berisiko tinggi untuk mengalami kanker serviks adalah menikah usia muda/kontak seksual di usia muda, multipel  sexual partner, mempunyai anak yang jumlahnya banyak.
Bagaikan musuh dalam selimut, penyakit kanker serviks ini tidak mudah terdeteksi dengan cepat. Seolah-olah tidak ada apa-apa, tiba-tiba timbul gejala . Namun apabila sudah lanjut kanker jenis ini akan mengakibatkan perdarahan terutama pada saat kontak seksual, kemudian keputihan yang warnanya seperti air cucian daging dan berbau, nyeri di daerah panggul ,artinya pasien sudah dalam stadium III B
 Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk pencegahan kanker serviks, kita dapat mengecek dengan paps smear secara rutin. Apabila ada tanda-tanda atau terdeteksi adanya virus HPV, segera pergi ke dokter untuk diadakan pengobatannya. 

Papsmear harus dilakukan minimal 3 tahun sejak kontak seksual aktif, kemudian dilakukan rutin setiap tahun sampai umur seorang wanita sekitar 65 tahun. 

Pencegahan lainnya dengan vaksin. Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah infeksi HPV. Vaksin ini ditujukan untuk wanita yang belum pernah melakukakn kontak seksual sehingga sasaran utamanya adalah wanita usia remaja . Lalu bagaimana pada wanita yang sudah pernah kontak? seksual  Vaksin ini masih boleh diberikan juga pada wanita yang sudah pernah kontak seksual asalkan hasil Papsmearnya normal namun tentu saja efektifitasnya berkurang.

www.inatanaya.com
Jika pasien sudah terkena HPV stadium lanjut, maka dengan mudah dapat menyebar ke seluruh organ yang ada di panggul dan respon pengobatan buruk. Angka kesembuhan penderita sangat rendah yaitu 14 persen dan hanya yang bertahan hidup selama 1 tahun sejak terdiagnosis. 6% bertahan hidup di tahun kedua dan 0% yang mampu bertahan hidup di tahun kelima. 

  • Ganasnya HPV menyerang organ yang lainnya seperti penyakit kutil kelamin, kanker vagina, kanker vulva.
  • Data yang ditunjukkan oleh WHO dan Institute Catala D'oncologia Information Center on HPV and Cervical Cancer bahwa setiap satu jam ada satu perempuan Indonesia meninggal kanker serviks.
  •  Keberhasilan untuk vaksinasi HPV mencapai 100 persen dan aman serta tidak menimbulkan efek lain. Vaksin harus diberikan dua kali pada kelompok usia perempuan belum pernah terinfeksi HPV, usia anak perempuan 9-13 tahun merupakan usia usia sekolah dasar.
  • Sedangkan untuk perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual dapat dilakukan dengan inspeksi visual asam asetat atau pap smear.
  • Jangan mencoba pengobatan alternatif karena kanker tidak dapat mati hanya dengan pengobatan alternatif.
  • Pengobatan harus dengan cara medis agar ditangani secara cepat dan tepat. 

Dimana dapat melakukan vaksin dan pemeriksaan dini?


Kaum perempuan biasanya sangat malu sekali untuk memeriksakan diri untuk organ tubuhnya yang sangat sensitif. Bahkan untuk pergi ke dokter perempuan pun mereka merasa “risih” atau malu karena menganggap organ tubuhnya tidak boleh dijamah oleh siapa pun kecuali diri sendiri atau suaminya. 

Nach, sekarang bagi para perempuan tidak usah khawatir untuk memeriksan diri di tempat yang sangat terjamin privacynya. Tempat ini adalah Prodia Women’s HealthCentre atau singkatnya saya tulis sebagai PWHC. Ternyata design dari tempat pelayanan, cara pelayanan dan suasana pelayanan disesuaikan dengan karakter dan sentuhan seorang perempuan.   Walaupun baru diresmikan tepat pada International Women's day, 8 Maret  2017, tetapi berbagai fasilitas diagnosa , staf serta dokter yang menangani pasien sangat handal dan lengkap.


Pencegahan Dini (primary prevention)
  • Penyuluhan / edukasi
  • Vaksinasi /imunisasi 
Pencegahan Lanjutan  (secondari prevetion)
  •  Medical check-up
  •  Test Lab Lengkap
  • Pap Smear
Diagnostic Centre
  •  Pemeriksaan Laboratorium Lengkap
  •  Advanced Ultrasonography
  •  ObGyn
  •  Histeroskopi 
  • Kolposkopi
  •  X-Ray 
Pelayanan berikutnya :
  • Hysteroscopy
  • Mamograpy
Dalam melayani pasien , PWHC memiliki dasar acuan berdasarkan Well -woman Annual Health Assement Recommendation yaitu strata usia pasien.
Pembagian strata pasien itu sebagai berikut:
  • 13-18 tahun
  • 19-39 tahun
  • 40-64 tahun
  • 65 tahun

Jadi setiap perempuan dan wanita akan diperlakukan secara special sesuai dengan usianya dalam pemeriksaan kesehatannya. Tidak perlu ada yang disembunyikan bahkan dengan leluasa dapat konsultasi langsung dengan dokternya. Saya sering mengunjungi Prodia untuk check-up tiap tahunnya. Jika check-up  darah, kolesterol dan tidak ada tempat khusus bagi perempuan. 





  •  Memiliki tenaga ahli yang menunjang pemeriksaan kesehatan para wanita 
  •  Layanan yang lengkap dan disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan para wanita
  •  Dilengkapi dengan edukasi dan layanan penelitian untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan para wanita 

Bagi saya yang baru pertama kali menginjak di Prodia Women’s Health Centre, langsung merasakan kenyamanan dan keamanan untuk berobat dan berkonsultasi demi menjaga kesehatan saya sebagai perempuan Indonesia. Tempat nyaman, tanpa sekat-sekat dan merasa hening dan tidak perlu menunggu lama antriannya.    Ketika berkonsultasi dengan dokter, tidak perlu merasa khawatir menjaga privacy karena semua keluhan atau pertanyaan sekecil apa pun akan ditangani oleh ahlinya atau dokternya dengan sangat ramah, teliti dan profesional.   Tidak perlu canggung ketika kita harus memeriksakan diri bagian organ kita yang paling sensitif . Adanya jaminan privacy atau data kesehatan kita tidak akan menjadi konsumsi publik.

Menunjang gaya hidup , menjaga kesehatan tidak boleh dilewatkan , memeriksakan diri sebelum terjadi adalah hal yang sangat penting sekali.    Oleh karena itu sebagai perempuan Indonesia , kita patut membahagiakan keluarga dan diri kita dengan kesehatan yang selalu kita jaga karena kesehatan memang nomer satu bagi setiap manusia, khususnya perempuan.

Sumber referensi: .
  •  Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks Uterus oleh Susi Herwati SPOG 
  • .Prodia Wowen’s Health Centre