Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

28 Mei 2017

Belanja online Saat Puasa


Sebagai seorang ibu rumah tangga, yang pekerjaan rutinnya belanja, saya merasakan perbedaan nuansa menjelang puasa. Normalnya, ketika pulang dari olahraga, saya mampir ke pasar. Di pasar, saya masih dapat mengunjungi lapak-lapak yang pengunjungnya dapat dihitung dengan jari. Untuk bertransaksi di satu lapak tidak perlu berjejal-jejal mengantri untuk membeli sayuran, daging ayam, bumbu dapur.

 Namun, sudah dua hari ini suasana sangat berbeda sekali. Begitu masuk ke dalam pasar tradisional, pengunjung sangat ramai. Suara riuh baik dari pedagang yang merasa laris jualannya, sampai harus melayani pembeli dengan cepat dan omzet jualannya yang laku keras. Bahkan, ketika saya berangkat hari ini karena merasa hari libur, ingin ke pasar agak siangan. Ternyata saya kehabisan daging ayam langganan saya. Antrean pembeli yang mengular panjang sekali.
 Belum lagi untuk beli kelapa yang diparut, hampir saya tidak jadi beli karena malas untuk mengantre panjang sekali. Pedagang bumbu-bumbu dapur juga keciptran rezeki . Para ibu yang rupanya ingin masak untuk buka puasa sudah harus membeli bumbu dapur jadi (tinggal minta kepada pedagang bumbu masakan apa yang ingin dibeli).

Seorang pembeli bisa beli banyak sekali bumbu dapur. Saya tidak membayangkan berapa masakan dalam sehari, ataukah membeli bumbu untuk beberapa hari sekaligus. Umumnya bumbu yang telah diolah itu tidak baik jika terlalu lama disimpan dalam lemari es. Tetapi menjelang puasa, para ibu menyerbu pedagang bumbu dapur. Penasaran saya sering bertanya kepada pembeli , apakah dia membeli sekian banyak bumbu itu hanya untuk sehari saja atau untuk beberapa hari. Salah seorang mengatakan bahwa untuk buka puasa harus memasak paling sedikit 3 macam masakan, jadi harus beli banyak bumbu. “Wah”, pantas saja seorang pembeli paling sedikit menghabiskan waktu hampir 10 -15 menit untuk diladeni .

 Keramaian dan keriuhan pembeli untuk belanja bukan hanya di pasar tradisional. Minggu yang lalu, saya berbelanja ke supermarket, suasana tempat belanja sangat penuh dengan makanan kaleng, kue-kue kering, maupun minuman sirup. Begitu masuk ke pasar swalayan, terasa sempit jalan antar satu koridor dengan koridor lainnya. Ditengah-tengahnya dipenuhi dengan makanan kering dan lainnya. Sesak untuk memilih barang karena dipenuhi barang.

 Begitu pula pada saat mau membayar di kasir, antrian sebenarnya tidak begitu panjang, tetapi setiap pengunjung berbelanja begitu banyaknya. Paling sedikit setiap pengunjung memakan waktu sekitar 20-30 menit. Saya sempat berpikir apabila mereka berbelanja untuk persiapan puasa, bagaimana nanti jika mendekati lebaran. Pastinya jauh lebih ramai pengunjungnya. Perlu trik agar tidak terjebak dalam antrean panjang. Yang pertama tentunya belanja lebih awal dengan list dari barang yang memang diperlukan. Yang kedua pastikan bahwa barang-barang yang dibeli terutama makanan dan kue kering untuk Lebaran itu tidak kadaluwarsa. .

 Melihat kondisi dari pasar tradsional dan pasar swalayan yang begitu padanya, saya pribadi merekomendasikan untuk Belanja online.

 Alasan yang sangat masuk akal mengapa lebih nyaman untuk belanja online dibandingkan ke pasar tradisional dan pasar swalayan adalah karena :

  1.  Tidak membuang waktu karena antrean yang mengular.
  2.  Tidak perlu mengecek kembali apakah harga sesuai dengan harga pasar karena harga belanja online sudah fix , tidak ada tawar menawar lagi
  3.  Tidak membuang ongkos untuk datang ke pasar tradisonal atau pasar swalayan.
  4.   Dapat diminta untuk delivery melalui go Send atau jasa antar lainnya jika jumlah belanja kita sesuai dengan persyaratan untuk pengiriman. 
  5. P.mbayaran yang sangat efektif dan mudah dan fixed price secara online tanpa harus mengantri . Nach, kiat belanja online yang sangat nyaman pada saat puasa memang harus diterapkan jika kita tak mau buang waktu, ongkos dan cape.
  6.  Banyak diskon dan reward untuk beli online
 Happy Online Shopping!