Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11 Maret 2017

Mempersiapkan Purna Tugas atau Pensiun dengan Pribadi yang Ceria dan Keluarga Bahagia



Kompasianival Berbagi , saya merasa tak punya apa-apa untuk berbagi karena saya bukan orang yang sukses atau orang yang hebat. Namun, saya mau berbagi untuk Kompasianival untuk pengetahuan psikologis dan wawasan yang saya alami saat mempersiapakan purna tugas atau pensiun dini untuk jadi pribadi yang ceria tidak terjebak dalam kesedihan atau kehancuran .

 Semua orang yang produktif bekerja, tidak selamanya akan bekerja selamanya di kantor atau bekerja kepada orang lain. Ada saatnya orang akan memasuki dunia pensiun. Sayangnya, banyak yang belum mempersiapkan diri untuk memasuki pensiun dengan rasa bahagia dan ceria. Tanpa persiapan yang cermat dan matang, mereka akan tergagap bahkan merasakan dunia serasa berbeda dengan apa yang diharapkan. 

 Sering disebut dengan “Power Syndrome” karena saat bekerja punya kekuasaan, jabatan, anak buah untuk bisa diatur. Ketika tiba saat pensiun, kehilangan semua yang pernah ada, anak buah, kekuasaan, jabatan. Seolah dunia serasa berubah dan diri pun berubah karena hilangnya semua yang pernah dimiliki. S

ebagian orang memang tak dipersiapkan diri oleh perusahaan dimana dia bekerja . Orang sering menyebut bahwa perusahaan hanya mementingkan mereka yang masih produktif . Ketika mereka yang tak produktif, mereka harus keluar dari perusahaan dan mencari pekerjaan atau jati diri sendiri tanpa adanya hubungan dengan perusahaan lagi. Tiap perusahaan sangat berbeda dalam misi dan visinya untuk memperlakukan staff atau pegawainya. Ada yang menganggap sebagai aset, ada yang menganggap sebagai partner, mitra atau yang paling jelek adalah sebagai pelengkap saja. Tidak semua perusahaan peduli dengan fasilitas yang disiapkan untuk pekerjaanya yang loyal ,setia dan hebat untuk masa purna baktinya. Mereka mungkin hanya menyiapkan sejumlah uang pensiun saja. 

Namun, apakah mereka memperhatikan bagaimana efek psikologis dari seorang yang pegawai yang setia akan pensiun? Dari sekian banyak perusahaan , hampir tidak ada atau hanya 1 atau 2 perusahaan yang mengadakan suatu seminar agar mereka yang akan memasuki pensiun, sudah mempersiapkan diri secara psikologis. Sadar atau tidak sadar, orang kehilangan pegangan hidup atau dalam psikologinya penyakit yang sering terjadi setelah purna tugas seperti indigo, tidak dihargai , tidak kenal dengan lingkungannya

. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mempersiapkan diri dalam menyongsong purna tugas dengan pribadi ceria dan bahagia sebelum semuanya berakhir dengan tragis. Kenalilah diri Anda “Siapa diri Anda Sekarang’ Saya yang dulunya bekerja selama 28 tahun menikmati pekerjaan, mempunyai uang sendiri dan dapat gaji tiap bulan, fasilitas kesehatan dan berbagai fasilitas lain seperti training, transportasi dan bonus jika mencapai target atau over achievement. Ketika masuk dalam pensiun, semua fasilitas itu hilang dari apa yang pernah saya dapatkan. Seolah saya berada di dunia lain. 

 Dunia saya berbeda dengan yang lama. Tidak ada fasilitas dan semua yang pernah saya dapatkan. Berbeda dalam hal keuangan, fasilitas, kesehatan dan lingkungan kerja yang pernah saya nikmati. Seolah saya harus mengubah semua yang pernah saya nikmati. Kehidupan yang dulu penuh dengan perjuangan karena harus masuk kerja pagi dan pulang malam, dikejar target, dikejar oleh klien, dikerja oleh boss, hilang semuanya. Saya merasakan perbedaan itu. Apalagi memasuki minggu pertama, saya bingung, kaget dan lemas karena tidak ada tantangan yang saya hadapi. Tapi tantangan lain yang saya hadapi, saya tak miliki lagi semuanya dan saya harus memiliki kreativitas yang harus saya ciptakan untuk mendapatkan yang baru. Apa yang saya inginkan dalam Hidup? 

Setiap manusia mempunyai dasar kebutuhan hidup. Menurut teori Maslow, ada 5 kebutuhan dasar untuk hidup:
 1.Akuatilisasi (self Actualized) 
2. Harga diri (self Esteem) 
3.Cinta dan memiliki (Love & belonging) 
4. Rasa Aman (safety) 
5. Fisiologik Aktualisasi: Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainy

 Harga Diri:

 Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan,penguasaan,kompetensi,percaya diri, dan kemandirian.

 Kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status,ketenaran,dominasi dari orang l 
ain, hal ini penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization Cinta dan Memiliki: Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai. Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung , suatu marga, komunitas. Jika orang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak bekerja merasa dirinya pengganggur ,tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan 

Rasa Aman: Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan,struktur,keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut,cemas, dan sebagainya. Jika tak terpenuhi rasa aman maka perilakunya akan cenderung negatif. Fisiologik: Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman . Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim (misalnya kelaparan) bisa menyebabkan manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. 

 Tugas apa yang ingin saya wujudkan masa pensiun ini Sebagai orang yang memasuki masa pensiun, ada banyak hal yang masih dapat dikerjakan baik itu tugas keluarga maupun diri sendiri. Untuk keluarga tentunya ada tanggung jawab kita sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga . Apakah tanggung jawab sebagai keluarga untuk membesarkan anak-anak sampai kepada pendidikan yang maximal telah dipenuhi? Apakah kita masih mampu bekerja di tempat lain dengan memanfaatkan ilmu kita. 

Sebagai ibu rumah tangga pun, kita punya rasa tanggung jawab untuk anak-anak kita. Jika anak belum menyelesaikan studi atau sekolahnya, kita harus bertanggung jawab agar anak itu dapat memperoleh pendidikan sesuai dengan kemampuan dan talentanya. Membuat anak mandiri dan bertanggung jawb atas dirinya sendiri. Bagi ibu yang pensiun pun, dapat bekerja kembali di tempat lain dengan kemampuan dan pengalaman yang pernah dialaminya, atau mencoba berwirausaha. 

Bagaimana Potret diri saya saat ini?

 Faktor-faktor yang mempengaruhi potret diri saya saat ini adalah sebagai berikut:


 1.Konsep diri saya 
2.Sikap Diri Saya 
3.Keadaan Mental
 4.Kepribadian 

 Konsep Diri: 

Paradigma harus dirubah agar citra diri tetap positif. Ketika saya berada di usia pertengahan, madya maupun madya lanjut. Usia pertengahan adalah usia 40 tahun sampai dengan usia 60 tahun, usia madya dini, 40-50 tahun, masa madya lanjut usia 50-60 tahun. Ketiga masa itu dipengaruhi oleh perubahan dari perubahan fisik dari masing-masing individu contohnya pria Andropause atau Wanita Menopause

 Untuk Pria Andropause:
 • Khawatir waktu telah habis untuk mencapai yang dicita-citakannya 
• Merasa tidak bahagia 
• Bermaksud memulai suatu hubungan asmara lagi
 • Merasa sedih tanpa alasan
 • Depresi 

Untuk Wanita Menopose
: • Merasa waktu telah habis untuk mencapai yang dicita-citakan 
• Merasa tidak menarik lagi bagi pasangannya 
• Khwatir pasangan menjalin asmara dengan wanita yang lebih muda 
• Merasa sedih tanpa alasan 
• Depresi Agar konsep diri ini tidak jatuh karena timbulnya stres dalam pribadi, maka diperlukan suatu parameter untuk mengetes apakah kita sudah masuk dalam tahap stres atau belum

. Parameter stres yang sangat diperhatikan adalah jika skor anda sudah sampai tahap 4 artinya anda sudah dalam tahap stres berat 

Contohnya 1. Aku hindari ungkapan perasaan dan pikiran kepada orang lain. 2. Aku merasa tertekan setiap ada tugas 3. Secara otomatis,aku mengekspresikan sikap-sikap negative,seperti cemas,ragu-ragu dan kurang percaya diri 4. Aku sering berpikir serius sampai larut malam 5. Aku Sering lupa janji kepada seseorang 6. Aku mudah sekali tersinggung dikecewakan setiap ada tugas akan menjadi masalah bagiku 7. Aku merasa telah menguras seluruh kemampuanku 8. Aku bangun pagi dan sulit tiudr di malam hari 9. Aku merasa lelah sekali 10. .Aku merasa tidak puas dengan hasil kerjaku. 

 Kepribadian:

 Seseorang adalah pola pikir,perasaan, tindakannya yangmenetap dan digunakan pada saat berinterasiki dengan lingkungannya. Aspek dalam kepribadian: Ada 4 aspek yang melibatkan kepribadian seseorang: 1.Aspek fisik 2.Aspek konitif (cara atau pola pikir) 3.Aspek Emosi 4. Aspek sosial Selain ke 4 aspek diatas, kepribadian juga dipengaruhi dengan tipe kepribadian. Tipe kepribadian ada yang tipe sianguin (sifatnya exktrover, optimis, selalu ingin berbicara); tipe koloris (sifatnya ekstrovert, pantang menyerah,optimis); tipe Melankolis (sifatnya introver, pemikir,pesimis); tipe plegmatik (sifatnya introver, pengamat,pesimis) 

Dengan tipe kepribadian yang aslinya memang sulit dirubah, apalagi setelah menjelang pensiun dengan usia yang tak muda lagi, mampukah kita merubah paradigma kepribadian dan citra diri menjadi positif. Jika kita memiliki kemauan keras, dan menyadari bahwa kepribadian dan citra positif itu menimbulkan nuansa positif bagi calon teman, kollega atau atasan baru maka kita harus berusaha keras untuk mengubahnya. 

 Keuangan setelah pensiun?

 Keuangan pada waktu pensiun itu bukan berarti tambah sedikit. Jawabannya dapat Ya dan tidak. Jumlah beban menjadi lebih berat jika kita tak persiapkan diri terlebih dulu dan tanggung jawab kita masih besar (misalnya anak-anak masih belum selesai kuliah dan bekerja) dan juga ada yang harus sakit dan menderita justru setelah pensiun. Jawabannya Tidak berat jika kita sudah mempersiapkan diri sebelum masa bakti dengan pekerjaan tetap sebagai pengganti pekerjaan sebelum pensiun. Kita sudah mempersiapkan asuransi sekolah untuk anak-anak yang belum selesai sekolah. Kita sudah mempersiapkan asuransi kesehatan bagi kita yang makin rentan penyakit memasuki umur lansia. Masa Bakti biasanya umur 55 tahun untuk swasta dan 60 tahun untuk PNS. Untuk mereka yang selama ini bekerja sebagai PNS, uang pensiun yang diterima tentunya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari karena besarnya yang diterima jauh lebih kecil dari gaji normal tergantung dari jabatan dan golongan PNS. Ada perubahan kebijakan untuk dana pensiun PNS akan dibayarkan sekaligus pada tahun 2017 sebagai berikut: PNS golongan I dan II mendapat pesangon sebesar Rp 500 juta 2 PNS golongan III Rp 1 miliar 3 PNS golongan IV Rp 1,5 miliar


Sebaliknya untuk pensiunan swasta, semua dana pensiun dibayarkan secara sekaligus pada saat pensiun, tergantung dari waktu atau lamanya kerja dan golongan serta pangkat terakhir dari pegawai. Uang pensiun yang dibayarkan sekaligus baik itu untuk swasta dan PNS, sebaiknya dikelola dengan cermat, apalagi jika mereka belum pernah melakukan wirausaha menjelang pensiun atau sebelum pensiun. Pola dan risiko pekerjaan wirausaha berbeda dengan pekerjaan pegawai. Oleh karena itu, pergunakan dan kelola uang pensiun yang diterima itu dengan sangat cermat dan baik untuk dana keperluan sehari-hari. Jika ada masih punya “other fixed income” seperti menyewakan rumah, terima kos, hal ini sangat membantu. Tetapi jika mengandalkan hanya dari dana pensiun, kelola dengan sangat tepat dan cermat dan sesuai dengan kepribadian anda. Jangan sampai terlalu berani untuk melakukan investasi yang risikonya tinggi sehingga uang pensiun habis sebelum kita selesai menikmati hari tua. 

Area Konflik dalam kehidupan Perkawinan 1.Keuangan 2.Masalah anak-anak 3.Hubungan suami-istri 4.Hubungan dalam keluarga besar 5.Pertemanan 6.Aktivitas-akitivitas di luar rumah 7.Pembagian kerja dan peran dalam rumah tangga 8.Masalah yang tidak spesifik Ada 10 cara bagaimana suami tetap lengket dengan anda 1.Pertahankan jati diri asli anda 2. Hormati pasangan kita 3. Penuh spontanitas 4.Berani Mandiri 5.Batasi rasa cemburu 6.Bahagiakan diri sendiri 7. Berani memberi pendapat 8.Tingkatkan komunkasi 9.Hormati pasangan kita 10.Jadilah “kekasih”Terbaik 

Menjaga kesehatan di usia pensiun: Satu hal yang penting adalah menjaga kebugaran tubuh pada masa pensiun. Inilah saatnya kita memiliki waktu untuk melakukan kegiatan jasmani atau olahraga . Olahraga untuk usia lansia yang cukup ringan seperti jalan kaki /jogging, senam Tera, dan berenang. Dengan olahraga, semua metabolisme tubuh yang mulai mengendor pun dapat dibantu karena olahraga membantu otot dan persendian serta pernafasan yang mulai melemah. Pola makan yang sehat pun harus dilakukan. Ketika kita masih produktif seringkali pola makan tidak terjaga karena tidak ada waktu untuk memasak sendiri makanan sehat atau terpaksa makan tidak sehat karena mengantar tamu. Pola makan sehat adalah makanan segar dan lebih alami. Cara makan selaras dengan anatomi, fisiologi pencernaan. Keseimbangan asam basa darah, dan siklus sistim pencernaan. 

Hindari makanan yang mengandung banyak kolesterol, lemak, gula tinggi. Makanlah jus, buah-buahan segar, protein seperti telur rebu,susu kedelai,tahu tempate, sayuran segar. Nasi merah, lauk dan sayuran masak yang ditumiscah/kukus atau sayuran mentah (lalapan/salad/jus). Selamat menikmati masa pensiun dengan ceria dan bahagia!