Tampilkan postingan dengan label Kesejahteraan. Tampilkan semua postingan

Wujudkan Impian Pernikahan dengan Perencanaan dan Manajemen Keuangan


Menapak  perubahan kehidupan  seseorang dari single atau jomblo  menuju sepasang  pengantin dalam sebuah pernikahan adalah hal yang tidak mudah.

Awalnya, mungkin ada yang bermimpi tentang keindahan suatu pernikahan karena harapan, impian yang ada dalam benaknya.  Namun, realita menunjukkan bahwa hidup bukan suatu keindahan belaka.  Ada banyak kesulitan yang datang dan timbul  karena tidak adanya perencanaan keuangan dalam hidup.

Ada yang hal yang penting dalam hidup yang perlu dilakukan sebelum menempuh perubahan tahap kehidupan yang lebih lanjut dari seorang  single  yang akan menikah.Pemikiran yang matang bukan hanya soal mental saja, tetapi juga soal keuangan.  Perencanaan keuangan untuk sebuah perkawinan adalah sesuatu yang perlu dilakukan.  Agar pernikahan kita dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, buatlah rencana keuangan pernikahan.

Di Indonesia, perencanaan keuangan pernikahan bukan sesuatu yang lazim dilakukan. Tetapi di negara eropa, Amerika dan negara maju lainnya hal itu sudah merupakan suatu kelaziman bahkan sesuatu keharusan.

Berdebat penting atau tidaknya tentang perencanaan pernikahan bukanlah solusinya. Tetapi sebaiknya, sebelum memasuki suatu pernikahan lebih baik, menyiapkan “payung sebelum hujan”.  Adakalanya, penyesalan terjadi karena kita tak pernah melakukannya itu.

Sebelum menikah, kita adalah pribadi-pribadi yang bekerja, memiliki pendapatan atau income untuk keperluan diri kita sendiri atau menjadi tulang punggung keluarga kita.  Sesaat, setelah menikah, pendapatan atau income kita itu harus menjadi satu untuk keluarga yang baru.  Jika masing-masing tetap berpegang teguh untuk menyimpan dan mengeluarkan untuk dirinya sendiri, bagaimana jika pengeluaran itu melibatkan anak-anak yang akan lahir, kebutuhan lain yang tak dapat dipisahkan oleh kedua pihak karena pemakainya melibatkan kedua belah pihak.

Kesulitan akan terjadi jika pribadi masih berpegang teguh dengan incomenya sendiri tanpa mempersiapkan dana atau perencanaan keuangan keluarga baru.
Oleh karena itu mari kita belajar bagaimana perencanaan keuangan untuk keluarga baru: 

1.    Mulailah dengan Pembicaraan Tentang Keuangan:
Mencari waktu yang sangat tepat sebelum menikah untuk berdiskusi tentang  keuangan .   Topik yang perlu diketahui oleh masing-masing baik itu dari pihak perempuan atau lelaki adalah berapa uang yang dimiliki saat ini, berapa jumlah hutang  saat ini.     Sebagai contoh, kita sekarang punya uang Rp.100 juta, ingin membeli rumah Rp. 500 juta secara kredit,  kita harus mengetahui posisi keuangan kita dan posisi keuangan calon pasangan kita.  Bagaimana cara mencapai harapan ini?

2.    Tuliskan  Tujuan dari Hidup Pernikahan:
Tentunya hal-hal yang berkaitan dengan keuangan perlu ditulis.  Setelah berbicara keuangan masing-masing secara mendasar, kita mulai berbicara tentang masa depan dan tujuan jangka panjang kita. Contohnya , menikah dengan berapa anak?  Bagaimana biaya kebutuhan 1, 2 anak?  Apakah harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan yang prioritas atau dapat dipenuhi dengan berbagi?   Jika  memungkinkan berapa lama kita akan terlepas dari hutang  rumah, pendidikan, cicilan rumah, pensiun, kesehatan.  


3.    Diskusikan Rekening Bank:
Ada yang setuju maupun tidak setuju tentang   joint bank account saat menikah.   Alasannya merasa tidak nyaman karena lebih enak memiliki rekening sendiri karena dapat menggunakan dengan lebih bebas,  tidak diketahui jumlah pemakaiannya dan seterusnya.

Namun, hal yang terbaik dari joint bank account akan memudahkan bagi masing-masing untuk saling memonitor berapa dana yang tersedia, berapa  masing-masing telah menggunakannya. Secara  psikologis,  joint bank account membangun rasa percaya bahwa dana itu adalah milik bersama yang dikelola bersama.   Juga untuk  mencegah terjadi rasa “inequalities” artinya bagi yang  memiliki income lebih sedikit tidak merasa kecil hati dibandingkan yang memilki income lebih besar.
Hal ini juga dapat menghindari  salah satu dari pasangan untuk menyembunyikan pembelian besar-besaran atau melarikan diri setelah adanya  tahap proses perceraian.


4.    Buatlah  “Emergency Fund”:
Hidup tidaklah selalu tenang dan nyaman selamanya, baik yang pendapatan tetap maupun tidak.   Selalu ada gejolak dan perlu  dana besar secara mendadak.  Tiba-tiba ada PHK bagi yang bekerja tetap, atau tiba-tiba keluarga yang sakit kronis , kena musibah banjir atau kebakaran rumah tidak diasuransikan.    Oleh karena itu, satu “emergency Fund” sebesar 6 kali biaya hidup per bulan perlu disiapkan. Apabila itu datang, kita tak perlu lagi panik mencari dana yang sulit dipenuhi.


5.    Buat Budget:
Pada poin 2,  kita sudah menentukan tujuan hidup pernikahan.   Buatlah  secara detail, hitunglah  satu persatu kebutuhan dari masing-masing  apa yang akan dijadikan tujuan hidup itu. Contoh untuk 1 anak, kebutuhan anak mulai dari makanan, pakaian, mainan, liburan sekolah, pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, keperluan sekolah di luar biaya sekolah.Setelah budget dibuat,  buatlah review tiap tiga bulan, apakah tiap item sudah memenuhi apa yang dibudgetkan?  Jika belum, evaluasi kenapa ada pos-pos pengeluaran yang lupa dibudgetkan.   Jika terlalu besar untuk sesuatu pengeluaran yang dibudgetkan,  dilihat alasannya, salah dalam menghitung atau salah dalam membeli?   Setelah itu dievaluasi kembali agar dapat dipakai sebagai budget baru.


6.    Awasi  Budget:
Apa yang telah ditetapkan dalam budget, sebaiknya diawasi dengan cermat.   Kendalanya banyak dari kita sering alpa bahkan tidak mengikuti apa yang telah kita buat dalam budget. Akibatnya tentu budget kita tidak sesuai lagi.   Oleh karena itu selalu berusahalah disiplin menerapkan pengeluaran sesuai dengan apa yang sudah dibudgetkan.


7.    Buat  Meeting Mingguan mengenai “uang”:
Membicarakan tentang keuangan setiap minggu, selain membuat hubungan atau relasi suami/istri  makin kuat, juga  membangun kepercayaan, tetapi juga  mengedepankan bahwa apa  saja yang akan dibayar untuk waktu dekat. Bahkan , kita dapat mempercayai /mengandalkan bahwa keuangan kita terkendali dan sesuai dengan harapan kita.


8.    Tabunglah untuk Pensiun:
Sekarang saya baru berumur 25 tahun, mengapa harus memikirkan 30 tahun lagi untuk pensiun.   Waktu berjalan sangat cepat, tanpa disadari usia kita tetap akan mencapai di usia yang disebut masa pensiun. Jika kita terlambat menyadari untuk menabung di usia muda untuk usia tua, alangkah sayangnya.


9.    Bebas dari Hutang:
Memang kita  tidak bisa bebas dari hutang untuk keperluan primer seperti rumah, kendaraan (mobil atau motor).  Tetapi jangan sampai kita terjerat hutang kartu kredit untuk keperluan konsumtif kita.    Bebaskan diri kita maupun pasangan kita dari belitan utang untuk konsuntif agar   keuangan kita sehat, yang  pada akhirnya ,  pernikahan kita juga sehat.


Disamping perencanaan keuangan untuk pernikahan , ada tips  manajemen keuangan pernikahan dalam membangun pernikahan:

Tips berikut ini bukan hanya memperkuat landasan keuangan kita, tetapi juga membangun keluarga dengan solid tanpa terlempar ke luar ketika saat krisis keuangan datang:

  •   Tanggung Jawab Bersama
Manajemen keuangan dalam pernikahan tidak hanya  melakukan diskusi secara kilat/cepat.  Tetapi  selalu bekerja sama, maupun bertanggung jawab bersama. Apabila di kemudian hari ada masalah besar dalam  tagihan yang belum dibayar, utang tidak bisa dibayar, duduk bersama untuk mencari solusi bagaimana menghadapi dan membayar kembali hutang itu. Masing-masing punya rasa tanggung jawab.
  • Merespon Tantangan dengan Cinta
Apabila salah satu pasangan melakukan  pengeluaran yang berlebihan (overbudget) , jangan langsung menuduh atau memarahinya secara berlebihan.  Hal ini akan merusak hubungan atau relasi pernikahan.  Bijak dengan bertanya kepadanya bagaimana caranya untuk mengurangi  kebiasaannya dalam berbelanja yang berlebihan.

  •  Temukan Toleransi Level Resiko yang Disepakati Bersama

Kepribadian masing-masing pasangan sangat berbeda.  Apalagi jika masih dalam usia muda, ada yang sangat berambisi untuk menginvestasikan di bidang yang beresiko tinggi, sementara yang lainnya sangat konvesional.  Untuk menengahi hal ini, berbicaralah kepada pasangan dan temuilah orang yang mempunyai karakter yang matang dalam investasi, bertanyalah apakah  investasi yang akan penuh resiko memang layak dibuat atau tidak.

  •  Saling percaya sebagai Tim

Sifat karakter yang jadi landasan utama dalam keuangan dari sebuah pernikahan adalah saling mempercayai dan kejujuran.   Apabila ada seseorang  (contoh seorang istri) yang memakai uang melebih  apa yang dibudgetkan, bicaralah dengan jujur.  Hal ini mungkin, suaminya  akan marah dan sedih, tetapi lama-kelamaan suami  akan bersikap percaya atas kejujuran anda.  Sikap mempercayai adalah dengan memberikan kebebasan mengelola keuangan tanpa mematai-matai.

Ketika pasangan sudah mempersiapkan dirinya untuk kebutuhan pernikahan baik secara finansial maupun manajemen, tentu ada kebutuhan lain yaitu bagaimana untuk mengelola kebutuhan ini  terjaga .  Misalnya uang pendidikan untuk anak, dana pensiun untuk pasangan.

Salah satu tempat yang tepat untuk mengelola kebutuhan ini adalah PT. Sun Life Finansial Indonesia.
Salah satu perusahaan terkemuka dan terkenal yang memiliki pengalaman luas dan bergelut cukup lama dalam bidang keuangan adalah  PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life).

Berdiri sejak 1865 di pasar utama, Kanada, AS, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina,Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam, dan lain-lain.   Masuk dalam bursa saham internasional, sejak 150 tahun.  Expansi ke Asia, dilanjutkan ke Indonesia sejak 1995 dengan nama PT. Sun Life Financial Indonesia dan joint venture, CIMB  Sunlife. Bisnis yang teruji dalam rentang waktu yang sangat lama.

Memilih sebuah produk baik itu produk asuransi atau wealth management yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan,  tidaklah mudah. Hal yang penting yang ditelisik sampai teliti,  apakah perusahaan itu  mampu  mengatasi  krisis keuangan  yang melanda dunia.  Ini dibuktikan dengan kemampuannya melewati masa krisis itu dengan baik pada tahun 1998.

Sebagai most respected agency menjunjung nilai yang tinggi seperti caring, inspiring, profesional, winning.  Masing-masing aspek itu menjadikan perusahaan ini menapak sebagai perusahaan finansial yang terbaik , mendapat berbagai award  dari beberapa institusi prestisius.

  •  Banking & Financial Services in House team of The Year 
  •  Unit Usaha Syariah PT Sun Life Financial Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang “Global Banking and Finance Review Awards” untuk kategori: 
  • Best Family Takaful Provider Indonesia 2015” 
  •   Brighter Life Indonesia berhasil memenangkan IMA Outstanding Achievement Award untuk kategori ‘Informasi Keuangan’


Wujudkan impian untuk pernikahan yang mapan, bukan hanya sebuah moto saja, jadi kenyataan.   Mudah kok, tinggal lakukan langkah dan tips di atas.


Sumber referensi:
•    18 Money Management Tips for Newly  Married Couples
•    Getting Married – Practical Money Skills
•    www.sunlife.co.id

Kerugian Besar Mengandalkan Asuransi Kesehatan Kantor Tanpa Asuransi Kesehatan Pribadi

Sebagai seorang karyawan di sebuah bank swasta asing, saya sangat nyaman bekerja di kantor. Fasilitas kantor cukup baik, mulai dari pinjaman lunak untuk perumahan, mobil dan kesehatan.  Mengingat jumlah karyawan kantor yang begitu banyak sekitar hampir 350 baik di kantor pusat maupun cabang, tentunya kantor tidak ingin dipusingkan dengan administrasi untuk kesehatan pegawainya.

Dalam rangka melayani kesehatan pegawai di kantor saya , kantor mengambil kebijakan yang cukup baik sekali yaitu melakukan kerja-sama dengan suatu perusahaan asuransi untuk asuransi kesehatan semua pegawainya.   Untuk pembayaran premi,   ada dua porsi yang ditanggung oleh karyawan/wati sebesar 15% dan sisanya ditanggung oleh perusahaan.  Pembayaran premi itu didebit dari rekening karyawan/wati  pada saat gajian secara otomatis.

Asuransi kesehatan itu meliputi layanan rawat jalan dan rawat inap.   Mekanisme layanan rawat jalan, adalah dengan cara reimbursement.   Kami, semua pegawai  dapat berobat di dokter maupun rumah sakit sesuai dengan list dari provider .  Untuk pembayaran, kami harus menggunakan dana kami sendiri. Setelah itu kami dapat klaim kepada asuransi.  Reimbursement akan dikreditkan kembali ke dana karyawan/wati oleh perusahaan (perusahaan mendapat sebagian penggantian dari perusahaan asuransi).

Untuk layanan rawat inap, kami  dapat melakukan di beberapa rumah sakit sesuai dengan list yang ditunjuk oleh asuransi .   Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti kartu asuransi, surat garansi dari perusahaan.   Biasanya pada waktu pendaftaran di rumah sakit, rumah sakit akan konfirmasi kepada perusahaan asuransi tentang  keabsahan dari surat dan data kami sebagai pemegang polis.

Selama 28 tahun bekerja di kantor dengan fasilitas yang sangat aman,nyaman,  menyenangkan untuk asuransi kesehatan, saya terlena bahwa saya perlu asuransi kesehatan pribadi pada saat pensiun.
Apa yang saya pikirkan saat bekerja adalah  asuransi kesehatan dari perusahaan sudah cukup memenuhi kebutuhan saya .  Tanpa perlu lagi memiliki asuransi kesehatan dari asuransi kesehatan pribadi. Alasan utamanya adalah kenapa saya harus bayar premi dua kali.

Namun, penyesalan saya datang terlambat.   Saat pensiun  datang, semua fasilitas dari kantor dicabut atau dibatalkan.  Kaget ketiga saya datang ke perusahaan asuransi dimana-mana untuk memberikan presentasi mengenai asuransi kesehatan.   Mahalnya premi yang harus kami bayarkan karena kami sudah masuk kategori  dari “kesehatan yang rawan sakit”, dilihat dari usia kami ketika akan masuk memang menjelang umur 56 tahun.

Bukan main kecewanya saya kepada diri sendiri.  Kenapa terlena selama ini?  Apabila saya dari muda saat masih aktif bekerja, sebenarnya tidak ada kerugian untuk asuransi kesehatan yang double payment karena beberapa keuntungan yang akan didapatkan di masa pensiun.   Manfaatnya tentu premi masih murah pada saat polis ditutup di usia muda dibandingkan di usia lanjut.  Saya tidak perlu khawatir dengan hilangnya fasilitas asuransi kesehatan dari kantor karena resiko kesehatan saya masih tercover dengan asuransi kesehatan pribadi.

Begitu banyak penyesalan.   Kebingungan pun melanda saya ketika banyaknya pilihan untuk asuransi kesehatan pribadi.  Memilih dari yang terbaik dari paket atau produk yang sama dari berbagai perusahaan merupakan kepusingan tersendiri.

Keunggulan dan flexibilitas dari produk yang ditawarkan jadi opsi.  Namun, utamanya adalah perusahaan asuransi itu harus merupakan perusahaan yang dapat dipercaya dalam komitmen dan berpengalaman dalam mengelola produknya.  Pilihan tepat dengan kriteria yang saya cari adalah PT. Sun Life Financial Indonesia  (Sun Life).  Dalam profilnya saya mengetahui bahwa Sun Life, perusahaan internasional yang berpengalaman dalam dunia asuransi dalam jangka waktu yang panjang 140 tahun. Di Indonesia, Sun Life, yang berdiri sejak 1995, memiliki keuangan yang sehat dari segi  tingkat Risk Based Capital  (RBC), 755%   dibandingkan dengan ketentuan 120%.  Prestasinya dalam bidang keuangan dan kesehatan dapat dilihat dari beberapa awards yang dicapainya. Salah satu award yang saya pikir sangat relevan dengan asuransi adalah Brighter Life Indonesia : IMA Outstanding Achievement Award untuk kategori ‘Informasi Keuangan’.

Tertarik dengan Sun Life Financial Indonesia, saya mempelajari apa yang ditawarkan untuk asuransi kesehatan.  Dari sekian produk yang sesuai dengan kebutuhan saya adalah(Hospital Income & Surgical Rider (HISR).

Aspek keunggulan  dan manfaat sangat menarik.   Flexible, bebas memilih RS, Program Family Plan serta manfaat santunan harian dan ICU pada saat Rawat Inap adalah hal yang paling tepat untuk kebutuhan saya saat ini.

Tak perlu khawatir lagi karena ada asuransi kesehatan pribadi dalam genggaman, perlu realisasi secepat mungkin.

Tangerang, 27 Agustus 2015

Ina Tanaya

Pentingnya Mengelola Keuangan pada Setiap Tahap Kehidupan


Kualitas kehidupan manusia  yang baik,nyaman, mapan  menjadi impian bagi setiap insan di dunia ini.  Apalagi jika manusia dapat berhasil mencapai kualitas kehidupan dalam setiap tahapan dalam hidupnya.

Mengenal tahapan hidup dari setiap insan, tentunya mudah .  Tetapi tidak semua orang mengenal bahwa dalam setiap tahapan hidup itu harus diikuti dengan tahapan kehidupan keuangan.
Selayaknya, manusia selalu  melangkah dalam hidupnya dengan melalui tahap-tahap yang dilaluinya.  Ada tahap yang mandatory, ada yang tidak.  Tahapan mandatory adalah tahapan hidup yang harus dilewati manusia, tetapi yang tidak mandatory artinya  optional, dapat  dilewati atau tidak dapat dilewati , tergantung dari pilihan hidup kita.

Tahapan mandatory :
Masa Anak               :   Usia    1 - 10  tahun
Masa remaja            :   Usia  11 - 16  tahun
Masa mahasiswa      :   Usia   18 - 24  tahun
Masa  Awal Bekerja  :   Usia   22 - 30 tahun
Masa Produktif          :   Usia   40 - 50 tahun
Masa  Pensiun          :    Usia   55 - 60 tahun
Masa Tua                  :    Usia   60 - 80 tahun

Tahapan non mandatory :

Masa Pernikahan          :       Usia   25 - 35 tahun

Pada dasarnya dari setiap tahapan kehidupan itu , manusia belajar apa yang disebut dengan  financial cyle of life atau  kehidupan dari tahap keuangan.  Jadi bukan hanya kehidupan yang bertahap, tetapi juga ada jenjang atau tahapan keuangan dari setiap kehidupan ini.

Tahap I &  II :  Bayi dan Anak-anak

Pada tahap ini  bayi dan anak-anak  belum mengenal  keuangan.  Apa yang mereka kenal adalah makanan dan semua perlengkapan telah disiapkan dan disediakan  oleh orangtua.  Ketika usia dini telah mencapai umur sekitar 6-12 tahun, diperkenalkan kepada anak-anak tentang  konsep  uang dalam bentuk yang sangat sederhana,  uang sebagai alat bayar dan uang  untuk ditabung.

Tahap III:  Remaja  

Pada tahap ini,  pengenalan uang pada  anak muda belajar konsep cara mendapat uang secara sederhana.  Sebagai contoh, jika mereka membeli  alat tulis atau alat sekolah seharga X,  lalu mereka dapat menjual kepada temannya seharga Y , maka  keuntungan dari nilai yang lebih tinggi dari penjualan itu yaitu Y-X.     Keuntungan itu adalah pelajaran pertama tentang keuangan.  Konsep  bekerja secara sederhana. Misalnya, pada saat mereka libur,  bekerja secara part time (di negara maju hal ini sudah berlaku sangat umum) di  Mc.Donald.  

Tahap IV:  Membangun Landasan

Pada tahap ini, beberapa orang yang sudah siap untuk  mulai memikirkan apa yang direncanakan untuk kehidupan selanjutnya, misalnya menikah.  Menikah dengan berapa anak. Bagaimana persiapan untuk pernikahan, dan cara untuk menyimpan uang  bagi pernikahannya. Keuangan mulai dikelola dengan rinci demi membangun sebuah keluarga.

Namun, bagi yang tidak berkeluarga pun, tetap memikirkan, apa yang akan direncanakan untuk kehidupan selanjutnya, apakah ingin membeli sebuah rumah, sebuah mobil. Setelah adanya perencanaan, dipikirkan bagaimana cara mengumpulkan uang untuk pembayaran cicilan rumah, mobil dan seterusnya.

Sebuah perencanaan ini perlu tujuan hidup yang jelas . Jika tidak ada tujuannya, maka perencanaan pun tidak terealisasi dengan baik.


Tahap V:   Produktif

Pada tahap ini, skala prioritas mulai dibangun.  Kondisi keuangan baik itu pemasukan, dan pengeluaran mulai dihitung.   Semakin baik kondisi keuangan seseorang, dia akan mengalokasikan dengan baik apa saja yang jadi prioritas utama, misalnya pendidikan, asuransi, investasi, pensiun.
Tentunya, perhitungan itu harus diikuti dengan pola akurat yangdikenall sebagai “SMART

Tahap VI:  Masa Pensiun

Pada tahap ini, mempersiapkan diri untuk tidak bekerja tetapi tetap punya keuangan yang merdeka. Artinya hasil dari investasi yang telah dipersiapkan sejak masa produktif itu dapat digunakan pada saat pensiun.   Alternatif lain, jika masih kuat bekerja, dapat bekerja secara free-lance dengan hobi maupun membantu teman, saudara.

Tahap VIIMasa Tua

Pada tahap ini, semua dana yang telah diinvestasikan itu harus digunakan untuk memelihara kesehatan yang cenderung menurun kualitasnya.  Ketika saat tiba, juga persiapkan  dana untuk saat kematian dan wasiat kepada anak,cucu.


Tahap Non Mandatory Menikah

Pada tahap ini , jika orang memilih tujuan hidup untuk membangun keluarga.  Pastilah  keuangan sebuah keluarga harus dipikirkan.  Siapa yang akan bekerja?  Berapa pendapatan yang diperoleh dari suami/istri atau suami+istri ?   Berapa anak yang akan menjadi beban dari keluarga?  Jika jumlah anak sudah direncanakan, tentulah berapa biaya untuk pendidikan,  kesehatan  yang perlu dipersiapkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi rencana keuangan:
  •  Kebutuhan dari setiap tahapan kehidupan
  •  Pilihan , tujuan serta nilai hidup  atau gaya hidup yang dianutnya
  •  Peristiwa  besar dalam kehidupan
  •  Kondisi dari tahap kehidupan

Faktor terpenting dari  tahapan kehidupan keuangan adalah  tujuan yang spesifik yang ingin dicapai melalui perencanaan keuangan.

Agar tercapai tujuan yang spesifik itu maka ada parameter yang harus digunakan yaitu, SMART.
Pengertian SMART adalah:
Specific            :    Apa yang ingin dicapai dalam perencanaan keuangan
Measureable    :    Berapa jumlah yang ingin dicapai 
Attainable        :    Bagaimana cara mencapai perencanaan keuangan
Realistic            :    Realistis sesuai dengan kondisi keuangan yang ada dan mungkin dicapai
Timebond          :    Kapan rencana keuangan itu akan dilakukan

Bukan hanya manusia saja yang memiliki tahapan, namun, perencanaan keuangan pun juga memilki tahapan.
Tahapan keuangan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Pola yang sama yang berlaku bagi setiap orang
  • Tiga tahapan yang dialami oleh setiap orang
  • Variasi juga berlaku bagi setiap orang


Tahapan kehidupan keuangan dari masing-masing individu:
  • Proteksi Awal kekayaan
  • Pengumpulan Kekayaan
  • Pendistribusian Kekayaan

Proteksi Awal Kekayaan:

Ketika awal kekayaan baru saja dimiliki, seperti sepeda motor, pekerjaan, rumah, tentunya  aset-aset ini perlu dilindungi dari resiko .  Resiko dari pencurian,  kehilangan pekerjaan, atau kebakaran rumah.  Tentunya penting sekali untuk memahami  dan mengantisipasi semua proteksi dari aset yang dimiliki .  Apabila aset yang baru saja dimiliki tak dicover dengan asuransi yang menggantikan resiko itu,  apabila ada sesuatu yang terjadi dengan aset, kita akan kehilangan aset yang merupakan awal kekayaan kita.

Akumulasi Kekayaan:

Ketika masa produktif , dana yang diperoleh dialokasikan sesuai dengan prioritas dan kondisi kehidupannya.   Kekayaan makin bertambah karena di masa ini, selain bekerja di suatu perusahaan masih adanya kesempatan mendapatkan uang dari berbagai kesempatan kerja.  Gunakan kelebihan dana dari pekerjaan yang berlebihan sebagai investasi. 

Jangan hilangkan kesempatan atau peluang emas untuk akumulasi kekayaan ini dengan gaya hidup yang tak bermanfaat.   Kita semua tahu bahwa mereka yang terseret dengan gaya hidup yang  tak mendukung dengan pengumpulan kekayaan, akhirnya  akan menghancurkan apa yang sudah direncanakan sesuai dengan  tujuan  keuangan.

Pendistribusian Kekayaan:

Ketika masa non-produktif tiba,  inilah saat dimana kita dapat mulai menginventaris  apa yang kita miliki baik itu aset atau investasi  kepada keturunan kita.    Pendistribusian itu dilakukan dengan cermat sesuai dengan tujuan hidup akhir kita.


Mempercayakan  ketiga tahap keuangan :

Minim pengetahuan tentang keuangan, kita sekarang dapat menggunakan tenaga ahli keuangan yang disebut dengan Financial Planner.    Financial Planner dapat ditemukan itu di perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan.   Sebaiknya, financial planner itu berasal dari perusahaan yang dapat dipercaya (reliable)  dan memiliki reputasi  (reputable).

Salah satu perusahaan terkemuka dan terkenal yang memiliki pengalaman luas dan bergelut cukup lama dalam bidang keuangan adalah  PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life).

Berdiri sejak 1865 di pasar utama, Kanada, AS, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina,Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam, dan lain-lain.   Masuk dalam bursa saham internasional, sejak 150 tahun.  Expansi ke Asia, dilanjutkan ke Indonesia sejak 1995 dengan nama PT. Sun Life Financial Indonesia dan joint venture, CIMB  Sunlife. Bisnis yang teruji dalam rentang waktu yang sangat lama.

Memilih sebuah produk baik itu produk asuransi atau wealth management yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan,  tidaklah mudah. Hal yang penting yang ditelisik sampai teliti,  apakah perusahaan itu  mampu  mengatasi  krisis keuangan  yang melanda dunia.  Ini dibuktikan dengan kemampuannya melewati masa krisis itu dengan baik pada tahun 1998.

Sebagai most respected agency menjunjung nilai yang tinggi seperti caring, inspiring, profesional, winning.  Masing-masing aspek itu menjadikan perusahaan ini menapak sebagai perusahaan finansial yang terbaik , mendapat berbagai award  dari beberapa institusi prestisius.
•    Sun Life Financial wins most Trusted
•    Sun Life Financial Named of the 2015 Global 100 Most Sustainable corporations
•    Sun Life recognized for corporate governance practices
•    Sun Life wins marketing and comminications awards


Sumber referensi:

Personal Financial Planning life cyle – The Institutes
Life Cyle of Financial Planning
Sun Life Financial Utama - website


Total Tayangan Halaman