APRIL Group Dukung Pemerintah Indonesia Demi Tercapainya Green Economy

APRIL Group Dukung Green Economy
Canva.com:  Dokumen pribadi


Tantangan berat beberapa dekade masa depan kita adalah perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, ketimpangan pertumbuhan. Krisis global sistemik di atas tidak bisa dipecahkan, ditangani secara terpisah-pisah karena satu dengan yang lainnya saling terkait. 

Sayangnya sistem ekonomi Indonesia, demokrasi ekonomi, tak mampu menangani problem di atas. 

Sistem ekonomi kita tidak dapat mencapai tujuan untuk memberikan keseimbangan tujuan lingkungan dan sosial. Saat ini ekonomi kita seringkali hanya untuk eksploitasi kepentingan kesejahteraan individu atau kelompok tertentu tapi melupakan kepentingan keadilan bagi seluruh warga . Bahkan kepentingan individu yang menghancurkan kekayaan alam. 

Satu-satunya cara agar tercapai kesimbangan tujuan sustainability atau berkelanjutan dan sosial adalah sistem ekonomi baru yaitu green economy. 

Dalam green economy tercipta kesejahteraan yang sejati , berkelanjutan, kebersamaan untuk prioritas pembangunan manusia, kesehatan dan kebahagiaan masyarakat . 

Ada 5 pilar dalam green economy yaitu kesejahteraan, keadilan,batas-batas planet, efisiensi dan kecukupan, tata Kelola yang baik 

  • Kesejahteraan untuk membangun kesejahteraan yang sejati,berkelanjutan, bersama, berkelanjutan memprioritas pembangunan manusia,Kesehatan, kebahagiaan,pendidikan, dan masyarakat. 

  • Keadilan menekankan kesetaraan, kohesi masyarakat, keadilan sosial dan mendukung hak asasi manusia terutama mereka yang terpinggirkan. 

  • Batas-batas planet, mengakui semua kemajuan manudia yang bergantung kepada alam yang sehat. Manusia juga pertahankan fungsi dan Batasan alam dan melindungi keanekaragaman hayati, tanah,air, udara dan ekosistem. 

  • Efisiensi dan kecukupan, adalah rendah karbon beragam. 

  • Tata Kelola yang baik adalah membangun institusi yang menggabungkan demokrasi yang dinamis . Prioritas kehidupan sipil, dalam partisipasi public, dialog sosial, transparansi dan akuntabilitas. 

Mengenal APRIL Group

APRIL Grup Dukung Green Economy
Pabrik Kertas APRIL. Sumber: www.aprilasia.com


Asia Pacific Resources International Limited disingkat APRIL Group merupakan penghasil dari fiber, pulp dan kertas, melalui penanaman hutan dan operasi manufaktur di Sumatera. Sejak 1993, telah mengembangkan lanskap penanaman hutan dan konservasi melalui model perlindungan produksi. 

APRIL Group telah mulai beroperasi sejak tahun 1995 dan mulai produksi kertas komersials sejak 1998. Produknya dijual di 70 negara di tahun 2021, 90% hasil dari pulp, 75% kertas ke market Asia Pacific dan 25% ke Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

APRIL Group merupakan pemasok pulp terkemuka di dunia. Proses manufaktur sangat canggih dan kualitasnya premium. Produknya sudah bersertifikat PEFC. Pemprosesan menggunakan serat yang berasal dari hutan . Hutan yang telah dikelola secara mandiri dengan menjunjung tinggi nilai ekologi, ekonomi dan sosial. 

Menuju Perubahan Ekonomi hijau oleh APRIL GROUP 


Hasil industri APRIL Group adalah pulp dan kertas. Lalu pertanyaan dimana APRIL Group mendapatkan bahan bakunya? Bahan baku dari pemasok-pemasok. Pemasok yang menjalin kerja sama dengan mitra yang lainnya menanam kayu di hutan industri. 
APRIL Group Dukung Green Economy
www.aprilasia.com


Indonesia memiliki 131 juta hektar hutan. Dari 131 juta hektar hutan dibagi menjadi dua yaitu 53 hektar untuk konservasi atau hutan lindung, sisanya 78 hektar untuk produksi. Dari yang 78 hektar itu, APRIL mendapatkan hak konsesi sebesar 1 juta hektar , 480.000 digunakan untuk perkebunan. 

Hak konsesi itu 1 juta hektar mewakili l/3 % dari lahan hutan produksi, perkebunan mewakili 0.6% dari total Kawasan hutan produksi.

Sayangnya hutan lindung 53 hektar yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk produksi, ternyata kondisinya rusak,menyedihkan sekali. 

Oleh karena itu komitmen dari APRIL untuk mengkonservasi hutan rusak itu melalui kebijakan pengelolaan Hutan yang disebut Sustainable Forest Management Policy atau SFMP 2.0. SFMP 2.0 merupakan implementasi dari kebijakan SFMP 1.0 dimana saat itu baru kerangka kerja keberlanjutan (Sustainability Framework) dari Golden Eagle (RGE). 

APRIL Dukung Green Economy
www.aprilasia.com


Hingga Desember 2018, APRIL bersama mitra pemasok melakukan perlindungan area konservasi 219.218 hektar. Proyek ekosistem lahan gambut seluas 150.852 hektar di Semenanjung Kampar di Sumatera dan Pulau Padang. Di bulan April 2022 telah mencapai 83% dari komitmen 1-for-1. Komitmen 1-for 1 adalah melakukan konservasi atau restorasi satu hektar hutan untuk setiap hektar hutan industri. 

Strategi Tata Kelola Keberlanjutan Demi Pencapaian APRIL2030

April Group dukung Green Economy
www.aprilasia.com


Dipimpin oleh direktur bidang keberlanjutan bersama dengan urusan eksternal dan Tim Terpadu. Mereka juga bekerja sama dengan Komite Penasehat Pemangku Kepentingan. Komitmen dan kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan itu tertuang dalam SFMP (Sustainable Forest Management Policy) 2.0. 

Dalam kebijakan itu tertuang beberapa hal yang penting diantaranya: 


  • Komitmen tidak melakukan deforestasi. 
  • Komitmen tidak melakukan penggunaan area baru di lahan gambut.
  • Komitmen untuk melakukan produksi di area yang tidak berhutan karena adanya kajian Nilai Konservasi Tinggi. 

Untuk pelaksanaan dari kebijakan itu diawasi oleh Dewan Penasehat Pemangku Kepentingan ,SAC singkatan dari Stakeholder Advisory Committee. 

 Integrasi Keberlanjutan dan operasional 


Untuk menjamin keberlanjutan dan operasional sesuai dengan kebijakan, APRIL Group menganut prinsip 5C . Prinsip 5C adalah (baik untuk perusahaan, baik juga untuk negara, masyarakat, iklim dan pengguna). 

SFMP harus memiliki balance scorecard , integrasi antara operasional dan implementasi. 

 Konservasi

APRIL Group Dukung Green Economy
Restorasi dan Konservasi APRIL Group. Sumber: www.apreilasia.com


Sejak tahun 2005 , APRIL telah melakukan 37 kajian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dengan alat yang disebut HCV Indonesia . Tujuan kajian untuk melestarikan dan melindungi lebih dari 250.000 hektar hutan NKT dalam area konsesi. 
Restorasi di Semenajung Kampar dalam pemulihan seluas 40.000 hektar hutan. 

Restorasi Ekosistem


Di sekitar area konsesi di lahan gambut dioptimalkan, tingkat air diminimalkan untuk pelepasan cadangan karbon. Operasional dilakukan sesuai tujuan pengembangan sosial, dan pengelolaan perkebunan terpadu. 

Membangun “ring plantation” , mengelilingi dan melindungi hutan konservasi dari ancaman perambahan dan degradasi dengan tanaman seperti perkebunan akasia . Tujuannya untuk melindungi, melestarikan satwa liar. 

 Efisiensi air dan Energi

APRIL dukung Green Economy
Pengelolaan air. Sumber: www.aprilasia.com

Pengolahan air yang efisien jadi target utama. Air sungai Kampar digunakan untuk pengolahan oleh pabrik. Penggunaan airnya sebanyak 1.89% rata-rata aliran sungai. Air yang diambil dari Sungai Kampar diolah dengan teknologi menjadi air yang bersih, digunakan untuk pembuatan pulp dan kertas . 
Pembuatan Pulp dan air perlu air bersih untuk hasilkan kualitas tinggi. Setelah itu air yang sudah dipakai oleh pabrik, didaur ulang dengan menjamin air tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan 

Hutan Tanaman Sesuai dengan Sustainable Forest Management Policy), pengelolaan 1 juta hektar dialokasikan untuk APRIL Grup dengan izin konsesi pemerintah. Dari 1 juta hektar itu disisakan 480.000 hektar . 

 Area ini digunakan untuk hutan tanaman terbarukan generasi ketiga dan keempat. Di hutan tanaman ini terdapat tiga jenis utama yaitu acasia magium, Eucalyptus dan Acacia Crassicarpa yang tumbuh cepat, salah satu bahan dasar menghasilkan pulp dan kertas. 

Selalu diadakan perbaikan genetik alami untuk meningkatkan produktivitas. Panen yang besar diperoleh dari panen 80.000-90.000 hektar tanaman per tahun. Setelah itu ditanami 200 juta bibit per tahunnya. 

Pengelolaan Lahan Gambut


Lahan gambut yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kebakaran. Suatu kelompok independent Ahli Gambut telah merekomendasikan secara ilmiah bagaimana strategi pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. 

Ada 3 komponen yang perlu diperhatikan: 

  • Mengurangi risiko dengan mengelola lahan gambut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
  • Menerapkan produksi lahan gambut untuk mengurangi kebakaran dan optimalkan hasil produksi dan menurunkan jejak karbon.
  • Menerapkan program restorasi terhadap lahan gambut yang sudah rusak , bekerja sama dengan pemangku kepentingan, memberikan keseimbangan tara produksi,perlindungan,pembangunan sosial 

 Sumber referensi: 

  • Sustainability: https://www.aprilasia.com/en/sustainability 
  • Being Part of APRIL’s Sustainability Journey: https://jakartaglobe.id/special-updates/being-part-of-aprils-sustainability-journey




Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman