Inilah 7 Langkah Sederhana Diet Karbon . Yuk Mitigasi Perubahan Iklim Sebelum Terlambat

 
Diet Karbon
Sumber: Dokpri

 
Ayo!  Siapa yang sudah melihat adanya fenomena perubahan iklim saat ini? Bulan Juli yang lalu, terjadi banjir di German dan China. Banjir yang sebelumnya tak pernah terjadi. Disamping itu,cuaca atau suhu udara yang sangat panas menyengat di Jabotabek di bulan September. Padahal bulan September ini kita sudah waktunya memasuki musim hujan. 
 
Diet Karbon
Banjir di GErman-North Rhine Sumber: AP Photo/Valentin Blanch

Inilah yang disebut dengan global warming atau pemanasan global. Laporan dari para ilmuwan mengatakan bahwa kita terlambat mengantisipasi perubahan iklim ini. 
 
Sesuai kesepakatan Paris Agreement di tahun 2015, dimana masing-masing negara diminta untuk mengendalikan emisi karbon pada tahun 2060 sehingga pemanasan global kurang dari 2 atau paling tidak 1.5 derajat Celsius. 
 

 
Diperkirakan panas bumi akan naik sebesar 40 persen pada tahun 2025, kemungkinan temperatur menjadi lebih panas 1,5 derajat Celsius  atau 2 derajat Fahrenheit setahun dibandingkan sebelum pra industri   (sekitar tahun 1850an). 
Diet Karbon
Sumber:  IPEC
 
Dampak pemanasan global sangat terasa sekali di muka bumi seperti banjir, kebakaran hutan yang tak henti-hentinya.. 
 
Bukan hanya manusia yang merasakan temperatur yang panas, hewan di laut pun merasakan lebih panasnya permukaan laut dari biasanya.
Akibatnya sangat mengerikan, hewan laut termasuk biota laut dapat mati karena panas yang sangat tinggi. 
 
Dampak panas ini harus dikurangi sehingga tidak mencapai tinggi lebih dari 1.5 deraja Celsius. Jika tidak, manusia harus berjuang dengan musim kering , tanaman yang hidup saat ini akan mati, demikian juga batu karang , ikan-ikan di semua perairan di dunia akan mati. 
 
“Kita akan mengalami lompatan cuaca yang ekstrim pada 20 hingga 30 tahun”, kata Piers Forster, seorang ahli iklim dari University of Leeds dan ahli-ahli yang menulis laporan ini.
 
Perubahan iklim tidak akan menjadi ekstrim apabila kita semua bertanggung jawab atas emisi karbon dioxide yang seharusnya dapat dikurangi. 
 
Sumber : UNEP

Perubahan itu harus kita mitigasi  (diantisipasi) dengan mengurangi emisi karbon dioxide. Penghasil terbesar karbon dioxide adalah gas rumah kaca. 
 
Penyebab lainnya adalah emisi dari penggunaan transportasi berbahan bakar fosil dan makanan dari  pengolahan sisa makanan maupun konsumsi daging merah. Dukungan Pemerintah Indonesia telah dilakukan oleh Kementrian Energi untuk transmisi energi fosil (bensin, solar) menjadi Energi Terbarukan  (EBT) seperti  biodiesel, panas matahari, air, panas bumi.
 
Kementrian ESDM dengan program EBT itu sudah mengkaji Biodiesel menjadi B20, B30 dan akhirnya jadi B100. Sementara Perusahaan Listrik Negara pun mulai transmisi dari tenaga fosil jadi tenaga panas dan air. Contohnya PLTA Musi di Bengkulu dan PLTA Tonsealama. 
 
Kebijakan Energi Nasional Solar adalah salah satu Energi Baru Terbarukan (EBT) menggantikan sumber energi listrik di Indonesia.. 
 

Lalu, apa dukungan kita semua sebagai warga Indonesia? 

 Inilah gaya hidup yang dapat mengurangi jejak karbon sesuai dengan pilihan gaya hidupmu :Yuk, tunjukkan dan buktikan Gerakan@AyoDietKarbonmu.
#AyoDietKarbon; Aksi nyata

Baca artikel detiknews, "Kementerian PUPR Kembali Gelar Lomba Karya Tulis, Ini Ketentuannya" selengkapnya https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-5749266/kementerian-pupr-kembali-gelar-lomba-karya-tulis-ini-ketentuannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
 

 1. Stop uang sisa makanan 

Diet Karbon
Sumber:  Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian


Sampah makanan adalah kontributor terbesar emisi rumah kaca . Hal ini disebabkan karena sisa makanan yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) , dalam waktu singkat akan menghasilkan gas methane yang besar potensi untuk gas rumah kaca. 
 
Untuk mengurangi porsi makanan yang terbuang atau sisa makanan, makanlah secukupnya. Tidak ada sisa makanan yang dibuang. Hindari makan ala prasmanan di pesta pernikahan.
 
Kebiasaan buruk mengambil makanan sebanyak-banyaknya, lalu meletakkan piring dengan sisa makanan yang masih begitu banyak perlu dihindari. 
 
 Jika ada sisa makanan pesta,masih layak makan  sebaiknya kita bisa mengolah dengan memasak lagi dan memberikan kepada mereka yang sangat membutuhkannya.
Apabila sisa makanan tidak  layak makan, kita dapat mengolah menjadi pupuk kompos rumah tangga Jadi tidak ada sisa makanan maupun sisa belanja yang berlebihan. Ibu-ibu muda saat belanja harus mencatat apa yang akan dibeli. Tidak berlebihan, sehingga kadang-kadang ada sayur yang tidak dimasak sampai busuk. 
 

2.Hindari penggunaan plastik 

 
Diet Karbon
Sumber: Green Community BIologi Unnas

Diet plastik sangat penting banget yach karena dengan diet plastik kita ikut menjaga gaya hidup ramah lingkungan Bungkus plastik atau kemasan plastik dan tempat penyimpan plastik sering digunakan dalam transaksi. Sebaiknya kita tidak lagi menggunakan plastik sekecil apa pun. Plastik bukan barang ramah lingkungan. 
 

Tips untuk hidup tanpa plastik

  • .Bawa tas belanja sendiri 
  • .Usahakan untuk tidak gunakan plastik saat belanja di supermarket 
  •  Gunakan tumbler sebagai pengganti botol plastik kemasan 
  •  Tempat plastic penyimpan makanan perlu dimaksimalkan, dan tidak perlu beli baru terus menerus
 

 3. Lepaskan kabel dari stop kontak 

 
Diet Karbon
Sumber:   detik.com

Listrik adalah bagian dari penggunaan fosil. Makin tinggi penggunaannya makin besar fosil yang digunakan juga Tenaga listrik yang kita gunakan saat ini masih gunakan fosil, batubara, gas dan lainnya. Saat kita tidak gunakan alat-alat rumah tangga listrik, seperti TV, AC , Microwave, komputer, sebaiknya dimatikan. Anda perlu perhatikan stop kontak  harus ikut mati bukan hanya tombol off dari alat itu. 
Kita dapat melihat dan merasakan apabila colokan belum mati, maka akan ada aliran listrki yang menyala. 
 
Demikian juga untuk gadget dan laptop dan lain-lainnya. Untuk AC, di pagi hari, dapat disiasati dengan dimatikan dan buka jendela untuk mendapatkan cahaya matahari maupun udara yang bersih.
 

 4. Hobi menanam 

 
Diet Karbon
Sumber:  popmama.com

Ayo siapa yang hobi menanam? Saat pandemi pasti diantara kalian banyak yang punya hobi menanam tanaman hias atau sayuran. Kenapa kita perlu menanam sayur?  
Manfaatnya adalah selain sebagai ketahanan pangan nasional juga menjaga bumi kita karena tanaman itu menyerap O2. 
 
Kita semua perlu mengetahui bahwa proses distribusi pangan mulai dari petani hingga ke tukang sayur di pasar itu sangat panjang. Ketika pasokan distribusi panjang, ada hal yang berimplikasi pada emisi yang ditimbulkan.
 
Orang yang mengirim sayur itu butuh kendaraan untuk mengirim sayur. sampai ke tempat tukang sayur yang berjualan dekat rumah. 
 
Proses panjang itu bukan hanya soal bahan bakar saja tapi juga pupuk kimiawi yang digunakan oleh petani agar sayur cepat dipanen dan terhindar hama. Jika kita dapat memenuhi kebutuhan pangan kita melalui kebun yang ada di rumah kita, berapa emisi yang dapat kita hemat untuk bisa mengurangi rantai pasok yang panjang itu. 
 
Jika masih ada yang berdalih , wah saya tak punya tanah pekarangan untuk menanam. Hal ini bukan alasannya. Sekarang ada bermacam metode menanam sayuran seperti hidroponik atau aquaponic. Kedua metode ini menggunakan air sebagai media tanam. Ada yang mengatakan saya tinggal di apartemen, tidak mungkin menanam tanaman apa pun.
Diet Karbon
Sumber:  pinterest.com

 
 
 Sekarang ada vertical plant di tempatkan di balkon apartemen. Awalnya konsep dari vertical plant hanya untuk interior agar terlihat lebih cantik dengan adanya tanaman vertikal. Namun, berjalan waktu, tanaman vertical ini digunakan untuk mengurangi polusi udara dimana tanaman bisa menyerap CO2 yang ada di sekitar . 
 

5.  Kurangi penggunaan kendaraan pribadi

Sumber: Reddit.com

 
Penggunaan kendaraan pribadi roda empat tidak  efisien.  Bensin selain boros sebagai bahan bakar fosil, juga mengeluarkan emisi karbon dioxide yang cukup besar. 
 
Transportasi umum? Keluhan pertama pasti banyak yang mengatakan belum aman dan nyaman. Mark kita lihat saat pandemi jumlah penumpang di perbagai kendaraan umum baik bus maupun KAI pasti jumlahnya sudah dikurangi hingga 50%. Demi keamanan dan Kesehatan semua harus melakukan Prokes.
 
Nach, bandingkan jika kita masing-masing mau menggunakan kendaraan misalnya ada 50 orang yang berangkat ke kantor dengan naik kendaraan pribadi, dibandingkan dengan 50 orang berangkat dengan kendaraan umum yang sekaligus dapat diangkut. Berapa karbon dioxide yang bisa dihemat? 
 
Bila satu bus besar itu meninggalkan jejak karbon , pasti jauh lebih sedikit dibandingkan jejak karbon masing kendaraan , apalagi jika bus itu sudah gunakan tenaga listrik yang berbahan bakar ramah lingkungan.
 

 6.Lampu hemat energi 

 
Sumber penerangan di dalam rumah kita tentunya menggunakan gunakan lampu bohlam. Ada beberapa jenis lampu bohlam yang belum LED , yang dayanya besar dan daya pendar penerangan tidak seoptimlal jika kita gunakan lampu LED. 
 
Diet Karbon
Sumber Stock.Adobe.com
 
Ayo kita bandingkan 1 lampu LED berdaya 7 watt bisa setara dengan bohlam tanpa LED sebesar 65 wat, jadi 7 w= 65 W, konsumisi listrik untuk LED 10% sedangkan non LED, 100% , umur lampu bisa mencapai 10000 jam 
 
Memang jika dibandingkan dengna harga lampu LED dengan non-LED, pasti LED jauh lebih mahal ketimbang non LED. Tapi manfaat dalam segi energi jauh lebih banyak . 
 
 Kita dapat hemat energi. Jika serumah gunakan LED, dan seluruh Indonesia ada jutaan rumah, maka hemat energi pun dapat dihitung dengan sangat signifkan. 
 

 7. Kurangi makan daging 

 
Diet Karbon
Sumber:  Lifestyle BIsnis.com

Penelitian menunjukkan bahwa diet daging merupakan salah satu dari cara terbaik untuk mengurangi jejak karbon. 
 
Dalam sebuah penelitian,diet penyebaran gas rumah kaca tertinggi adalah daging dari sapi, babi, dan pemamah biak lainnya.
 
Sementara diet yang terendah di dalam emisi gas rumah kaca adalah rendahnya konsumsi daging. Jika ditanyakan alasannya, penelitian dari The World Support telah meneliti hal ini. Dijelaskan bahwa emisi dari produksi peternakan terutama sapi dan sapi perah merepresentasikan 14.5% dari emisi greenhouse sedunia. 
 
Cara Anda mengurangi daging dengan hanya konsumsi satu kali sehari atau setelah itu seminggu sekali, atau menjadi gaya hidup seorang vegetarian.
 
 
Siap Mendukung Gerakan#AyoDietKarbon!
 
 

14 komentar

  1. wow, aku siap mendukung gerakan #AyoDietKarbon!! Pelan-pelan sudah mulai sadar diri kalau bumi kita memang harus ekstra perhatian ya. Tentunya dari perilaku kita penghuninya, jadi memang harus mulai take action nih :)

    BalasHapus
  2. udah lama saya lakukan nih Mbak Ina

    khususnya penggunaan kantong plastik yang gak akan hilang di muka bumi

    sekarang sedang berusaha mengurangi protein hewani, pindah ke protein nabati ^^

    BalasHapus
  3. Aku masih kerap lihat orang pas datang ke acara nikahan, ambil makanan ngga tanggung-tanggung. Ya kalau habis. Eh ini tak habis. Duh kasian sekali buang makanan seperti ini. Untung barang plastik aku pun selalu mencoba usaha untuk tak gunakan. Tq bu

    BalasHapus
  4. Wah awalnya saya gagal fokus: diet karbo 😆 ngeri bangets yah dampak negatifnya. Ramalan kekeringan panjang awalnya atau mungkin penyebabnya ini semua yah. Yuk ah kita hemat enargi

    BalasHapus
  5. semakin kesini justru makin rame orang menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini menyebabkan macet dan juga tidak baik untuk kondisi udara kita juga.

    Aku setuju banget denga kegiatan #ayodietkarbon ini. Semoga makin banyak orang menyadari bahwa pentingnya kita diet karbon ini.

    BalasHapus
  6. Aku juga kemana-mana mulai bawa totebag atau tas sendiri, jadi minim menggunakan plastik. Kalau sisa makanan biasanya aku gunakan untuk makanan ternak. Di sini banyak sekali yang punya hewan ternak.

    BalasHapus
  7. Setuju banget mba, kita bisa mitigasi perubahan iklim dengan mengubah pola hidup dan mengurangi penggunaan or diet karbon dioksida ya mba, siap mendukung gerakan #AyoDietKarbon...

    BalasHapus
  8. Nomor 1 maksudnya stop buang makanan ya Bu bukan uang makanan? Hehe.

    Sepakat dengan poin di atas. Sejak pandem ia pun aku mulai aware soal isu zro waste yang salah satu praktiknya adalah diet karbon.

    BalasHapus
  9. Tips diet karbon sudah hampir semua sya lakukan kecuali yg nomor 3. Selama ini saya sering membiarkan colokan listrik tetap melekat di stop kontak, ternyata juga memakan energi fosil yg lumayan yaa..
    terima kasih informasinya

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah, setidaknya bisa naik sepeda kalau kemana-mana. Kasihan juga bumi kalau terlalu banyak karbo ya mbak. Saya juga siap dukung diet karbo buat bumi.

    BalasHapus
  11. Mengenai ini masih banyak orang yang harus diedukasi karena pemahaman tentang diet karbon ini masih sangat sedikit ya...

    BalasHapus
  12. Sangat perlu memang kerjasama diet karbon ini, karena bumi yang sudah demikian panas.
    Yuk segera dimulai langkahnya, dan tentunya saling bekerjasama ya

    BalasHapus
  13. Iya makin kesini makin panas banget ya mba. Penting nih mengubah pola hidup dan bisa memberikan dukungan untuj gerakan ayo diet karbon.

    Saya sendiri di rumah mulai bijak dalam masak, supaya ga banyak sisa makanan

    BalasHapus
  14. Intinya sih hidup menyatu dengan alam ya mba Ina, hidup minimalis dan gak Boris energi. Ramalan global warming ini nyata, udah digembar gembor sejak tahun 90an, tapi ya itu gak banyak warga dunia yang aware banget sama hal ini. Nunggu Jakarta kerendam air laut baru aja ngerasain dampak buruknya

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!