Sundance Film Festival Asia 2021 Digelar Secara Virtual , Yuk, Nonton, Jangan Sampai Ketinggalan

 
Sundance Film Festival Asia 2021
IDN & XRM Media

Bagi para penggemar dan pecinta sineas dokumenter maupun sineas Indonesia, pernahkah Anda mengenal apa arti Sundance Film Festival Asia? Harapannya Festival ini bukan suatu hal  yang asing .
 
Namun, bagi mereka yang belum pernah mengenal Sundance Film Festival Asia yang berasal dari Sundance Film Festival artinya tempat atau ajang bernaungnya karya film independent, baik itu pembuat film lokal maupun asing di Asia . 
 
Keberadaan Sundance Film Festival merupakan salah satu pioneer festival film di dunia yang telah mencapai 35 tahun dan terus berkembang sampai saat ini. 
 
Bahkan sejarah membuktikan awal pendirian dan produksi Sundance itu dimulai dari sebuah lahan terpencil di Utah yang dibeli oleh Robert Redford dan rekan-rekannya. 
 
Sundance Institute memulai produksi pertamanya pada tahun 1980-an dengan 15 sineas independent dengan menggunakan sumber daya lingkungan dan proses kreatif apa pun yang mereka miliki.
 
Sineas yang pertama kali mereka produksi adalah El Norte, karya Gregory Nava dan Ava Thomas. 
 

Kejayaan Sundance Film Festival akan berlangsung di Jakarta 

 
Nach nanti pada tanggal 23-26 September, Sundance Film Festival Asia 2021 akan mengunjungi tur pertama secara istimewa ke Jakarta. Ayo catat tanggalnya dan segera beli tiket virtualnya.
 
Dengan dukungan dari IDN Media, Sundance Institute dan XRM Media mengadakan serangkaian program film dan diskusi panel.
 
Dalam sambutannya, Kim Yutani selaku Direktur Pemprograman di Sundance Film Festival mengatakan bahwa film-film fiksi dan documenter di Indonesia sangat berkembang dan mereka ingin mendukung dengan sangat antusias peluncuran Sundance Film Festival Asia edisi pertamanya. 
 
Selain itu beliau juga merasa terhormat dengan membawa semangat independent Sundance ke komunitas film yang dinamis di Indonesia. Harapannya agar mereka dapat terhubung dengan penonton lokal dan mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel diskusi yang diselenggarakan. 
 
Sambutan dari William Utomo, selaku COO IDN Media, dikatakan bahwa serangkaian program yang intensif dan komprehensif dihadirkan dalam Sundance Film Festival Asia. Diharapkan para sineas di Indonesia dan regional untuk bertukar pikiran dan mendapat wawasan baru mengenai industry perfilman melalui program -program tersebut di atas. 
 
Hal ini sesuai dengan visi IDN Media yang terus memberikan #PositiveImpact bagi masyarakat. Diharapkan pula bakat-bakat baru akan ditemukan dalam Sundance Film Festival sehingga mereka bisa saling terhubung dengan pakar-pakar dari industri perfilman. 
 
Film-film yang akan digelar dalam Sundanace Film Festival Asia 2021 ada delapan film yang telah dikurasi oleh tim program Sundance Film Festival . 
 

Empat film naratif dan empat film dokumenter yang terpilih ini adalah : 

  • Amy Tan: Unintended Memori/U.S.A (Sutradara: James Redford, Producer:Karen Pritzker, Cassandra Jabola) – Sebagai sastrawan yang berpengaruh di Amerika Serikat, Amy Tan seorang anak dari sepasang suami istri dari imigran Tiongkok. Dia memerlukan waktu yang lama sekali  untuk memahami trauma . Trauma yang  diwariskan oleh para perempuan untuk berhasil menyelamatkan diri dari tradisi pergundikan di Tiongkok – Dokumentary  
  • The Dog Who Woulnd’t be Quite/Argentina (Sutradara: Ana Katz, Penulis Naskah: Ana Katz, Gonzalo, Delgado, Produser: Laura Huerman, Ana Katz) - Tanpa pekerjaan tetap, Sebastian seorang pria berusia tiga puluhan itu selalu menemukan cinta di setiap kesempatan. Setelah melalui berbagai macam pertemuan pertemuan singkat, dia akhirnya menjadi seorang pribadi yang baru. - Naratif  
  • Try Harder/USA (Sutradara : Debie Lum, Produser Debbie Lum, Produser: Debbie Lum, Lou Nakasako, Nico Opper) - Kisah kehidupan anak-anak culun yang masuk dalam kehidupan elite seperti belajar orchestra, kelas bergengsi bagi orang Asia-Amerika. Bahkan masuk di kelas senior di Lowell High School mampu bersaing dan mampu mendapatkan hadiah utama dan impian untuk masuk perguruan tinggi. Dokumenter 
  • John and the Hole/USA (Sutradara: Pascual Sisto, Penulis Naskah: Nicolas Giacobone, Produser: Elika Portonoy, Alex Camilleri, Oliver Mallia)/ Sebuah kehidupan yang meresahkan membuat John, seorang anak dalam proses pendewasaannya menahan keluarga di dalam lubang tanah. Naratif 
  • Luzzu/Malta (Sutradara dan Penulis Naskah: Alex Camilleri, Produser: Rebecca Anastasi, Ramin baharani, Alex Camileri, Oliver Mallia)- Jesmark, seorang nelayan dari pulau Malta terpaksa meninggalkan semua harta bendanya dan masuk dalam dunia pasar gelap demi menafkahi pacar gelapnya yang akan melahirkan bayinya. Naratif 
  • Users/U.S.A. Meixi (Sutradara: Natalia Almada, Produser: Elizabeth Lodge Stepp,Josh Penn) - Sebuah refleksi dari seorang ibu apakah anak-anaknya lebih mencintai mesin teknologi tinggi ketimbang dirinya. Paradoks yang dilihat dari sebuah box pintar yang mampu menidurkan bayinya . Namun, akhirnya dia membuat kesimpulan bahwa kesempurnaan itu hanyalah dari seorang  ibu seorang manusia biasa. . Dokumenter. 
  • Writing with Fire/Indai (Sutradara dan Produser : Rintu Thomas, Sushmit Ghosh) -Dalam lanskap berita yang didominasi oleh laki-laki. Namun, tiba-tiba suatu surat kabar di India dikepalai oleh seorang perempuan Dalit. Berbekal smartphone , Kepala Reporter Meera dan jurnalisnya mampu mematahkan tradisi dan isu yang termasif di India , mendobrak batas, mendefinisikan ulang makna kekuatan. Dokumenter 
  • Passing: /USA (Sutradara dan Penulis Skenario: Rebecca Hall). suatu adopsi eponim milik karya  Nella Larsen, berkisah tentang dua orang perempuan menjalani kehidupan berbeda baik dari garis warna . Pertermuan yang direncanakan menghasilkan eksplorasi yang sangat dalam dalam identitas rasial dan gender, kinerja, warna kulit dan represi. - Naratif

Panel Diskusi

  • Disamping itu ada program diskusi yang akan ditayangkan di platfrom TikTok (@SundanceFFAsi dan Sundance Collab. Intensive Workshop pun diadakan untuk membina talenta insan perfilman di Asia Tenggara atau pembuat film lokal
 

Topik yang akan diangkat antara lain: 

 

IDN Media yang mempersembahkan: "Film Outlook"

 
  • Sejarah perfilman Indonesia mulai dari tahun 2016, era pandemic, hingga potensi yang terjadi paska pandemi. Kebangkitan perfilman Indonesia terbuka sejak tahun 2016 ketika Pak Jokowi membuka Daftar Negatif Investasi, investor datang termasuk investor industry perfilman. Bioskop dipenuhi penonton.
 
  • Sayangnya hal itu berubah saat pandemic, bioskop ditutup . Namun, Mira Lesmana (Pendiri Miles Films), Angga Sasonggo akan membagikan cerita mengenai bagaimana mereka dapat bertahan,mulai dari zaman keemasan, hingga pandemi datang. 
 
  • Diskusi ini akan disiarkan secara langsung di TikTok (@SundanceFFAsia) pada Kamis, Tanggal 23 September pukul 11:00 WIB 
 

IDN media Mempersembahkan "Women in Film Industry"

 
  • Para perempuan Indonesia yang berkecimpung dalam dunia industry perfilman berbicara semua aspek kehidupan , lingkungan , pekerjaan yang didominasi lelaki . Mereka itu adalah Nia Dinata (Pembuat film Berbagi Suami, Gina S.Noer, pembuat Naskah Habibie & Ainun, Susanti Dewi (produser Moammar. Disamping itu Sue Turley (SVP of XRM Media) dan Amanda Salazar (Head of Programming and Acquisitions of Argo) hadir untuk menjelaskan isu lebih lanjut tentang industri  perfilman 
 
  • Diskusi akan disiarkan secara langsung di Tiktok (@SundanceFFAsia) pada Kamis 23 september pukul 15:00 
 

IDN memeprsembahkan : "The Directors-Festivals and The Pathway to Success"

  • Success  story dari sebuah film di industry perfilman harus melalui serangkaian proses.Festival mempertemukan, membina dan memberikan panggung bagi talenta-talenta baru.   Pada sesi ini pembuat film Joko Anwar (Perempuan Tanah Jahhanam), Edwin (Pemenang penghargaaan Golden Lepopard (Seperti DendamHarus Dibayar Tuntas), dan Yosep Anggi Noen (Hiruk Pikuk Si alkisah) akan membagikan pengalaman mereka bagaimana festival dapat menampilkan hasil karya mereka ke dunia. Moderator: Fajar Nugros (Head of IDN Pictures). 
 
  • Diskusi ini akan disiarkan secara langsung di TikTok (@SundanceFFAsia pada Jumat tanggal 24 September pukul 15:00 
 
 

Sesi tanya jawab Sundance Film Festival Asia Documentary Filmmakers

 
  • Sesi tanya jawab Sundance Film Festivalersama Programmer Sundance Festival, Kim Yutani & Heidi Zwicker Pengalaman sebagai film maker, Rintu Thomas, Natalia Almada, Debbie Lum, Heidi Zwicker akan membagikan pengalaman mereka saat membuat filmmaker dan apa saja yang mereka peroleh benefitnya. Kim Yutani akan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. 
 
  • Diskusi ini akan disiarkan secara langsung di Sundance Collab pada hari Sabtu, 25 September pukul 11:00
 

Indonesian Short Filmmaking

 
  • Sutradara dan produser film pendek akan membagikan pengalaman mereka sampai ke panggung internasional dan bagaimana mereka membuat atau melahirkan karya senimatik yang futuristic. Pembicara adalah Wregas Bhanuteja , Prosuser Meiske Taurisia, dimoderatori oleh Ernesto Foronda 
 
  • Diskusi akan disiarkan secara langsung di Sundance Collab Jumat 17 September pukul 10.00 
 

Short Film Competition 

 
  • Di penghujung acara akan ada pengumuman Best Short Film Jury Award for the Short Film Competition 
 
  • Diumumkan di TikTok livestreaming @SundanceFFAsia pada hari Sabtu, 25 Septebmer bersamaan dengan pengumuman Honorary Mention .  Kompetisi yang dibuka bagi para filmmaker Indonesia .
 
 

Sundance Film Festival Asia Intensive Program

  •  Pelatihan intensif yang diadakan secara virtual bagi komunitas regional, Feature Film Program dari Sundance Institute.
 
  • Metode secara personal dan khusus bertujuan untuk mencari bakat baru di Asia Tenggara dan menghubungkan mereka kepada pakar di industry perfilman. 
 
  • Mereka (filmmaker) yang terpilih adalah Lucky Kuswandi (Indonesia), Sabrina Rochelle Kalangie (Indonesia), Khozy Rizal(Indonesia), Sonny Calvento (filipina), Kris Ong (Singapore), dan Lomopich Rithy (Kamboja). 
 

Informasi Tiket: 

 

Tanggal penjualan tiket: 

 
Rabu 15 September, 09.00 Sundance Film Festival: Asia 2021 Screening Passes tersedia di SundanceFilmFestivalAsia.org 
 

Harga Tiket: 

  • Rp.30.000 - Tiket Single Screening 
  • Rp.85.000 - Tiket Explorer untuk akses ke semua screening 
 
Info selanjutnya klik: https:/www.instagram.com/sundanceffasia/ dan SundanceFilmFestivalAsia.org

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!