Insto Dry Eyes: Solusi Tepat untuk Mata Kering, Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, Mata Lelah


www.inatanaya.com

Di usia jelang senja, aku merasa beruntung hanya memakai kacamata dengan ukuran yang ringan yaitu plus 2.00 dan minus 1.00 ditambah silindris 0.25.

 Namun, hampir tiap tahun aku harus memeriksakan mata karena ada berbeda dalam penglihatanku. Dengan bertambahnya usia, ukuran kacamata untuk melihat dekat (untuk membaca) selalu bertambah. Di tahun 2017 , dokter mata memberikan resep untuk kacamata untuk tambahan ukuran plus cukup besar, sekitar 0.75.

Kupikir ini gara-gara mataku makin tidak jelas membaca dan melihat. Setelah mendapatkan resep dokter, langsung kubeli lensa kacamata dengan ukurannya sesuai dengan resep dokter mata.

Merasa tenang dan senang karena aku bisa melihat lebih jelas jika membaca selama hampir dua bulan. Namun, tampaknya kegembiraanku itu tak berlangsung lama. Setelah itu,pandangan mataku buram saat melihat jauh. Saat melihat benda dan sosok dari kejauhan, hanya samar-samar saja yang kulihat, aku juga tak bisa melihat benda atau orang dengan transparan. 

Terpaksa aku ke dokter mata lagi. Diperiksa dengan sangat teliti, mulai dengan pemeriksaan ketajaman penglihatan,lapangan pandangan, gerakan mata,oftalmoskopi dan scanning. Dokter menganalisa bahwa bahwa ada katarak yang belum matang tetapi ada juga glaucoma. 

Mendengar kata “glaucoma” hatiku segera berdetak keras. Aku memahami apa bahayanya glaucoma jika tidak ditangani dengan cepat, aku akan menjadi buta.

Hatiku terus berdebar dan pikiranku terus melayang bagaimana jika aku nanti buta. Untuk meyakinkan pendapat dokter mata pertama, maka aku pergi ke dokter mata yang kedua yang berbeda untuk mendapatkan second opinion  untuk mengkonfirmasi apakah benar aku penderita glaucoma . 

Hasilnya hampir sama dengan yang pertama, “suspect glaucoma" untuk mata kanan dan katarak untuk mata kiri.

 Dengan rasa gundah gulana, aku terpaksa terbang ke Penang untuk konsultasi dengan seorang pakar dokter mata . Begitu datang dan langsung mendapat pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter mata, beliau mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada "glaucoma" tetapi justru katarak mata kiri sudah harus dioperasi.

Saya diberikan kesempatan untuk menyiapkan diri untuk operasi dan menyelesaikan administrasi. Dalam waktu 2 jam saya sudah siap di ruang operasi. Operasi mata katarak berlangsung singkat hanya 15 menit saja. Namun, saya diminta untuk tetap di ruangan sampai pulih sekitar 1 jam.

Esoknya saya juga harus memeriksakan diri lagi dan terlihat bahwa hasil operasi cukup baik dan diberikan obat mata untuk satu bulan. Siangnya saya sudah pulang ke Jakarta. 

Setelah hampir tiga bulan, mata yang pernah katarak itu mengalami sensasi terlihat pasir yang berjalan-jalan tanpa henti-hentinya. Saya tak mungkin datang ke dokter mata di Penang tanpa perjanjian. Lalu saya ke dokter mata di Jakarta.

Dokter mata kali ini cukup teliti memeriksanya. Beliau mengatakan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan, beliau hanya memberikan obat tetes mata. Jika obat tetes mata ini habis, boleh diberikan obat tetes mata yang mengandung airmata katanya. Saya masih bertanya, apakah rekomendasi dokter untuk tetes mata yang mengandung airmata. Beliau mengatakan boleh menggunakan obat tetes mata,"Isto Dry Eyes". Jika dibiarkan tanpa tetes mata, maka mata akan kering dan akhirnya menimbulkan iritasi yang tidak diinginkan. Diagnosa dari gangguan yang saya alami itu seringkali disebut mata kering .



Apakah arti mata kering? 

Mata dapat bekerja dengan baik apabila adanya aliran airmata. Aliran airmata itu memberikan kelembapan konstan dan pelicin untuk memelihara penglihatan dan kenyamaan. Ketika produksi airmata itu terhenti karena adanya sesuatu penyebab maka mata akan kering.

Bila hal itu dibiarkan terus maka akan terjadilah iritasi yang akan menggangu aktivitas dan kegiatan sehari-hari kita.

Gejala dari mata kering adalah sebagai berikut ini:
  •  Sensasi mata Sepet 
  •  Sensasi Mata Pegel 
  •  Sensai Mata Perih 
  •  Sensasi panas 
  •  Sensitivitas terhadap cahaya
  •  Penglihatan kabur
  •  Mata lelah dan berair 
  •  Lendir di dalam atau sekitar mata

Gejala yang dikenal dengan nama mata kering itu pasti ada penyebabnya. Kita harus mengetahui penyebabnya untuk menghindari atau menjauhinya.

Berikut ini adalah penyebab dari mata kering yang patut kita ketahui:

  •  Menatap HP terlalu lama 
  •  Menatap layar komputer 
  •  Berada di ruang AC terlalu lama
  •  Penuaan
  •   Perubahan hormon 
  •  Kondisi medis 
  •  Lingkungan & aktivitas
  •  Obat-obatan
  •  Kosmetik

 Bagaimana solusinya?
Solusi yang aman,tepat dan mudah untuk Mata Kering, Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, Mata Lelah  adalah dengan meneteskan Insto Dry Eyes sesuai dengan rekomendasinya yaitu 1-2 tetes pada setiap mata, 3 kali sehari.

 Manfaat penggunaan Insto Dry Eye:
  •   Mampu mengembalikan kesegaran mata hanya dengan 1-2 tetes pada mata kering
  •   Berfungsi sebagai airmata buatan 
  •   Berikan Efek pelumas
  •   Mengatasi kemerahan, rasa pedih karena iritasi debu,asap dan polusi
  •   Berfungsi sebagai airmata buatan 
  •   Berikan Efek pelumas 

Mengapa kita harus menggunakan Insto Dry Eyes untuk mata kering, mata sepet, mata pegel,mata perih dan mata lelah? 

 Insto Dry Eyes merupakah salah satu produk tetes mata no.1 di Indonesia dari Compbiphar dan merupakan merek dagang dari PT. Pharma Heath Care. 

Insto adalah market leader untuk kategori tetes mata dengan 49% market share dan memiliki 2 variant, yaitu Insto Regular untuk mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan karena debu,asap,angin dan setelah berenang dan variant Insto Dry Eyes untuk memberikan efek pelumas seperti air mata untuk mengatasi gejala kekurangan produksi air mata.

Insto telah meraih beberapa penghargaan dari masyarakat melalui Super Brand Award 2017, Indonesia Popular Digital Brand Award 2017, Top Award 2017, Social Media Award 2017, WOW Brand Award 2018. 

Penghargaan berskala internasional pun telah diraihnya yaitu sebagai 1st rank Digital Marketing Cmapian dari Nicholas Hall Asia Pacific OTC Marketing Award. Dengan fasilitas produksi berteknologi mutakhir serta prosedur operasi berstandar modern, pabrik Combiphar yang berlokasi di Padalarang, Jawa Barat, berhasil memperoleh sertifikasi internasional antara lain ISO 14001:2004 untuk pengelolaan lingkungan serta Therapeutic Goods Administration (TGA) dari Australia. 

Selain memiliki pabrik di Padalarang, aktivitas produksi Combiphar juga didukung oleh pabrik di Depok dan Kawasan Jababeka. Pada awal 2017 Combiphar juga memperluas bisnisnya ke pasar international melalui produk tetes mata unggulannya, EyeMo di kawasan Asia Tenggara diantaranya Singapura, Malaysia dan Filipina 

 Tips ringan Cara Pemakaiannya:

 Apabila Anda sering menatap gadget atau komputer dalam jangka waktu yang panjang maka berikut ini adalah tips dari Dr. Damara agar Anda merasa nyaman:

  1.  20 menit sekali istirahatkan mata selama 20 detik dengan fokus penglihatan pada objek berjarak 20 kaki.
  2.  Teteskan obat tetes mata yang berfungsi mengatasi kekeringan pada mata ketika mata mengalami gejala mata kering.

1 komentar

  1. Indro Dry Eyes memang layak diandalkan untuk meringankan gejala mata kering. Btw, luar biasa semangat menulisnya.👍

    BalasHapus