"GEROBAK BACA" MODAL LITERASI KBA LENGKONG KULON


Di ujung BSD, dan ditengah-tengah bangunan apartemen, bangunan perkantoran yang megah , dan jalan-jalan yang sangat lebar beraspal mulus, siapa menyangka ada sebuah jalan kecil. Tepatnya disebut dengan kampung. Bahkan ketika saya akan menuju ke sana, cukup sulit menemukannya, berputar-putar tanpa arah jelas karena memang tidak ada “papan nama jalan” Lengkong Kulon” sama sekali. 

 Taxi  yang saya tumpangi sudah memutar dua kali dan supir taxi sudah bertanya kepada pejalan kaki atau pembersih jalanan bahkan satpam yang hanya mengetahui nama tapi tak tahu persisnya dimana letak kampung Lengkong Kulon. Dari daerahnya disebut Pagedangan, namun sebenarnya kampung ini lebih dikenal sebagai Kampung Sawah oleh orang di sekitarnya. 
Jalan kecil menuju ke Lengkong Kulon

Ternyata kampung Lengkong Kulon itu sebuah kampung di antara tembok-tembok besar dan jalan lebar yang merupakan satu-satunya kampung yang masih tertinggal di BSD . Kampung dengan jumlah warga 700 KK dan luasnya 75 HA itu memang awalnya bernama Kampung Sawah karena dikelilingi sawah-sawah. Namun, yang ada saat ini hanya bersisa rumah-rumah dari suatu perkampungan dengan jalan yang sempit dan sudah beraspal. Semakin sempit digerus oleh modernisasi dari perkembangan kota yang makin modern dan maju. Para pengembang besar sudah membebaskan hampir semua kampung untuk dibangun mall, apartemen, perkantoran . 

Ada 76 Kampung Berseri Astra (KBA) di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Kampung Lengkong Kulon Pagedangan,Tangerang Banten yang hadir sejak tahun 2016. 

Keberadaan KBA Lengkong Kulon ini adalah bagian dari Corporate social responbility Astra, melalui Astra Daihatsu , salah satu anak perusahaan Astra. Bersamaan dengan diresmikannya Astra Biz Center BSD City yang prestisius, maka Astra pun mengembangkan Corporate Social Responsiblity (CSR) di Tangerang. 

Program CSR Astra untuk KBA dikenal dengan nama "Empat pilar". Keempat pilar itu adalah Kesehatan, UMKM, Pendidikan dan Lingkungan. 

Ada yang menarik dari KBA Lengkong Kulon . Sebagai kampung yang terpinggirkan, dan seolah kampung di tengah kota yang modern dan gaya hidup orang kota yang gemerlapan, kampung ini mampu bertahan dengan semangat yang dikobarkan dari program CSR.

Tentunya saat melihat kondisi awal Kampung Lengkong Kulon,  tampaklah betapa pentingnya  pembenahan harus dimulai dari “mindset” . Seseorang yang berasal dari kampung. Biasanya mereka memiliki perasaan rendah diri,  perasaan takut dan sensitif ketika tangan-tangan pemodal besar atau orang asing mulai menjamah kampung kelahiran mereka. 

Pendekatan yang paling ampuh untuk merubah cara berpikir warga  KBA Kampung Lengkong adalah dengan mendekati para sesepuh yang punya pengaruh besar bagi warga.  Sesepuh dan aparat birokrat Kelurahan dan Kecamatan diundang untuk membuka wawasan mereka apa bentuk bantuan CSR Astra.  Bagaimana cara pembinaan itu dilakukan.   

Setelah adanya pengertian dan pemahaman dari sesepuh dan aparat Birokrat Kelurahan/Kecamatan Kampung Lengkong barulah diperkenalkan program CSR .   Lalu dibentuklah pengurus KBA Kampung Lengkong untuk pembinaan kader-kader setiap program.

 Pembinaan yang sangat berhati-hati dan berjenjang demi kemajuan kampung ini .Astra Daihatsu ingin melakukan program dengan empat pilar di kampung Lengkong Kulon ini. Tetapi mereka mengetahui bahwa hal itu tak mungkin dijalankan sekaligus. Mereka harus memprioritaskan keunikan dan potensi kampung ini berkaitan dengan keempat pilar itu. Dilakukanlah secara bertahap setiap program itu. 
Anak-anak PAUD  TK Az-Sahra ikut lomba tari dan pakaian adat

Awalnya diadakan bea siswa untuk murid-murid yang pandai, bahkan ada PAUD yang didirikan untuk menunjang pendidikan dasar . Pembinaan berupa beasiswa dan pelatihan kepada 570 orang siswa dan 6 orang guru sepanjang tahun 2015 – 2016, sekaligus akan dibangun taman baca di lingkungan KBA Lengkong Kulon. 
Gerobak Pintar sebagai sumbangan dari Astra Daihatsu

Berkaitan dengan pembangunan Taman Baca, ada hari istimewa , pada  tanggal 25 September 2018 di KBA Lengkong Kulon ,Launching "Gerobak Baca”. Launching ini diadakan di Masjid Al Istiqomah, Lengkong Kulon, Pagedangan.   Sebuah gerobak dorong berwarna biru muda yang penuh dengan buku-buku bacaan anak, dewasa yang bernarasi pendidikan untuk menambah literasi, pengetahuan bagi anak-anak atau siapa pun yang ingin menambah wawasan.
Serah  Terima Gerobak Pintar kepada kader  Pendidikan KBA Lengkong Kulon

“Diharapkan dengan adanya sumbangan Gerobak Baca ini , semua kader maupun pengurus dari Gerobak Baca punya inovasi dan kreatif dalam mengurus perpustakaan “mobile”. Misalnya dengan memberikan insentif bagi mereka yang sudah baca dua kali seminggu akan diberikan satu buku. Bagi mereka yang bisa jadi donatur untuk memberikan buku akan diberikan satu kali pinjaman buku yang lainnya”, demikian sambutan dari Bapak Budi Dharmawan selaku wakil dari Astra Daihatsu saatmenyerahkan Gerobak Baca kepada kader . 

Antusias para undangan terlihat dari hadirnya beberapa perwakilan KBA Tangerang, Bekasi, dan lain-lainnya. Mereka bisa melihat dan meniru bagaimana kesadaran warga di KBA Lengkong Kulon  tentang kesehatan yang sudah demikian maju. 
Posyandu Melati III Lengkong Kulon
Kelas Ibu Hamil   Sumber:  . https://www.instagram.com/kba.lengkongkulon

Dua orang Ibu pemberi ASI eksklusif mendapat penghargaan

Ada penghargaan bagi dua orang ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Dokter Ni Luh Oka Puriayuni  dan bidan Amelia Mustika Ningrum selalu mengadakan sosialisasi tentang diabet, darah tinggi, kelas bagi ibu hamil dan pengetahuan lainnya bagi ibu-ibu dan para orangtua Saya kagum melihat ada dua pos kesehatan yang telah berjalan dengan baik, diadakan satu bulan sekali. 
Pos Bindu untuk mereka yang berusia 15tahun sampai lansia

Satu adalah posyandu bagi balita dan satu lagi Pos Bindu PTM Zaman Now. Sengaja dibuat namanya kekinian agar anak usia 15 tahun sampai lansia pun semangat untuk selalu memeriksa kesehatannya ke Posbidu PTM. Ini merupakan Program pembinaan rutin seperti Program Keluarga Sehat dengan melakukan komitmen bersama tokoh masyarakat dan Kader Kesehatan. 

Pelatihan Pertama Kader Posbindu

Menariknya para kader Posyandu dan Posbindu sangat semangat untuk memberikan pelayanan ke masyarakat agar masyarakat tetap sehat dan sejahtera. Dengan semangat ini pula, kader ini yang selalu diperbaharui pengetahuan melalui pembinaan dari Astra melalui tenaga ahli. Lalu setelah mendapat pembinaan, kader akan sosialisasi kepada warga. Jika nantinya Posyandu ini dapat meningkatkan diri menjadi panutan dari KBA yang lainnya maka KBA Lengkong akan naik kelas .

 Pendidikan anak-anak Kampung Lengkong Kulon sebagian besar lulusan SMU atau SMK. Namun, mereka masih memiliki paradigma kemana saya harus mencari pekerjaan setelah lulus. Beruntung bahwa Kampung Lengkon Kulon memiliki sesepuh yang sangat energetik dan berpikiran luas, Bapak Achmad Marzuki. Meskipun usianya sudah tua 85 tahun, tetapi pemikirannya sangat maju. “Kamu tidak boleh mengandalkan orang lain dalam memberikan pekerjaan. Tetapi kamu harus berani bekerja untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain!” jelasnya.
Menanam sayuran di tanah makam wakaf

 Kisah inspiratif itu dibuktikan nyata dengan adanya tanah kuburan yang diwakafkan. Luasnya hanya sekitar 300 meter persegi. Namun, ditengah keterbatasan lahan bukan jadi halangan. Lahan makam yang sebagian sudah digunakan untuk pemakaman maka sebagian lagi dimanfaatkan untuk menanam sayur-sayuran dan belajar tentang pupuk organik.

Kader Salira memindahkan bibit ke lahan

Para ibu-ibu siap memanen hasil sayuran

Para ibu maupun pemuda-pemudanya selalu rajin  bergantian untuk menanam sayur organik dan pupuk di halaman rumahnya yang sempit.  Mulai dari bibit, menyemai ke dalam lahan dan menyiangi ke lahan. Kegiataan ini tentunya bukan hanya untuk menghijaukan lingkungan saja tapi juga berdaya ekonomi untuk mereka. Mereka dapat menawarkan hasil tanaman kepada orang yang membutuhkan melalui instagram. Mereka sudah punya instagram loh. Ini dia instagramnya .

Materi tentang pupuk organik disampaikan Mahasiswa UI

 Bercerita tentang bagaimana mereka bisa belajar komposter pupuk organik, ternyata Astra melalui CSR nya telah bekerja sama dengan  Laboroatorium Sosial, Universitas Indonesia. Beberapa dosen UI dengan tulus hati membagikan pengetahuan berupa tips bagaimana cara pembuatan pupuk organik dari dedaunan, sisa-sisa makanan sehingga tidak ada lagi sampah yang terbuang, tetapi menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk tanaman sayuran yang mereka tanam.  Mengolah sampah menjadi berkah , mengurai sampah tanpa merusak lingkungan.
www.instagram.com/kba.lengkonkulon


"Guyub" dalam keterbatasan ekonomi membuat warga KBA Lengkong Kulon juga ingin berbagi kepada sesamanya korban gempa Lombok.  Melalui Acara Santai, Lomba Memancing , acara yang diadakan bekerja sama dengan Astra , merupakan acara donasi dimana Astra akan berdonasi sebesar Rp.10,000 per orang kepada mereka yang hadir ikut dalam acara tersebut.

 Percakapan saya diakhiri dengan suatu pesan yang sangat mendalam dari dua tokoh yang hadir pada saat launching “Gerobak Baca”. Astra selalu mendorong mereka yang mau berkomitmen tinggi dalam berkarya. Khususnya untuk kegiatan KBA, Astra telah mencanangkan “Festival Kampung Berseri Astra” di tahun 2018 ini :
  •   Di Cibinong dengan tema Lingkungan 
  •  Di Kupang dengan tema pendidikan
  •  Di Banjarmasin dengan tema Kewirausahaan
  •  Di Semarang dengan tema tertib lalu lintas 
  •  Di Bali dengan Tema Kesehatan. 
Bapak Triyanto, Associate

Dari total 76 KBA akan dipilih 5 KBA yang berprestasi . Mereka akan diikut sertakan dalam salah satu perayaan itu apabila mereka menang untuk suatu karya misalnya lomba foto di instagram dengan tema yang telah ditentukan sesuai dengan tema perayaan. Karya adalah bagian prestasi dari KBA, kata Bapak Triyanto, Associate Environment & Social Responsbility Division PT. Astra International Tbk.

Bapak H. Benny Rustandi, Sekretaris KBA Lengkong Kulon

 Semakin sempit lahan, semakin banyak tantangannya tetapi kami tidak mau menyerah dengan keadaan. Dengan berkarya bersama Astra, kami berani membuktikan bahwa kami tidak menyerah. Bukti tidak menyerah itu adalah dengan hasil kerja. Hasil karya yang dapat kami jual kepada pihak yang menantang kami untuk menyerah.  Contohnya menjual sayur mayor organik kepada penghuni rumah di samping penghuni rumah cluster, demikian jelas Bapak H. Benny Rustandi selaku Sekretaris KBA Lengkong Kulon .