“Bersama UNTAN Membangun Negeri”



Dari sebuah Yayasan Perguruan Tinggi swasta yang didirikan pada 10 Maret 1959 dengan nama Perguruan Tinggi Daja Nasional oleh tokoh politik dan pemuka masyarakat , hanya dengan 2 Fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga. Kini Universitas Tanjungpura (UNTAN) telah berkembang pesat dengan pembenahan diri sejak tahun 1963 menjadi Universitas Negeri Pontiakan (UNEP). Pengembangannya pun diikuti dengan integrasi Institute Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung Cabang Pontianak ke dalam UNTAN, dengan 2 fakultas, Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan. 

Perjalanan pembangunan UNTAN terus berlangsung tanpa hentinya untuk tetap berjuang melengkapi pelbagai program studi baik itu Biologi, Kimia , Tehnik maupun Studi Pendidikan Kedokteran. Visi dan misi Untan agar menjadi perguruan tinggi negeri yang menghasilkan alumni  yang berkualitas tinggi, kompetitif, profesional baik secara nasional, internasional maupun regional. Bukan hanya itu saja mereka juga dapat mengabdi kepada masyarakat sebagaimana tertera dalam Tri Dharma dari perguruan tinggi. 

UNTAN tak mau berhenti untuk terus menggali keilmuan bagi pendidik atau dosen pengajar agar para mahasiswa pun mendapatkan pengetahuan yang aktual , mandiri bahkan impelemtasi kepada daerahnya. 

Para dosen UNTAN setiap tahunnya mendapat tantangan untuk terus melakukan penelitan. Penelitan yang disebut dengan Penelitian Mandiri Dosen Pendidik, Penelitian DIPA yang Bekerja dengan pihak lain, Penelitian Dasar DIPAN UNTAN bagi Dosen Pemula , Penelitian Pengembangan dan Terapan bagi Dosen yang terus ingin memperbaharui keilmuannya. 


Dalam Sidang Terbuka Senat  dalam rangka Wisuda Diploma, Sarjana, Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2017/2018, dipimpin langsung oleh Rekton Untan, Prof Dr. H.Thamrin Usman DEA terdapat 798 wisudawan.   

Dari sekian wisudawan itu yang sangat membanggakan untuk prestasi akademiknya adalah Steven Joses, wisudawan Fakultas MIPA ,Program Studi Komputer dengan IPK 4 dan Yesica Cukarestu , wisudawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Bahasa Mandari, dengan IPK 3,98.
 Apa yang ingin dicapai oleh UNTAN secara akademik?

 Dari roadmap yang telah dibuat oleh UNTAN dalam tahun akademik 2018, Untan telah mencanangkan beberapa tujuan yang ingin dicapainya.
  1.   Pengabdian Cendekia Untan
  2.  Pengabdian Mandiri Tenaga Pendidik 
  3.  Pengembangan Bina Desa Mitra UNTAN
  4.   Pengembangan Dipa Kemitraan Masyarakat UNTAN

Pengabdian Cendekia Untan: 

Suatu proposal yang diajukan dengan membesut suatu program Cendekia UNTAN disingkat dengan PCU. Program PCU ini untuk memandirikan para cendekia UNTAN untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan pekerjaan dengan bekerja sama dengan  BUMN, Pemda serta Investor. Bahkan setelah mereka berhasil  dan sukses dengan usahanya , mereka ingin memajukan dirinya lebih lanjut dengan mematenkan hak kekayaan intelektualnya (HKI). 

 Jasa produk dan teknologi yang mereka usung adalah, pusat produksi, pusat konsultan, pusat pelatihan , pusat desain, pusat perbaikan dan pemeliharaan. 

Pelbagai data dari mengumpulkan bahan baku mulai dari konsumsi , supplai, sampai kepada produksi, proses produksi, manajemen,pemasaran dan sumber daya manusia serta finansial telah mereka buat secara utuh berdasarkan pengetahuan yang mereka peroleh di UNTAN. Setelah data terkumpul mereka akan membuat laporan kerja berdasarkan check-list dari urutan kegiatan yang harus dikerjakan . Terinci, terukur dan terpercaya program yang mereka buat untuk suksesnya program tersebut.

 Pengabdian Mandiri Tenaga Terdidik:

 Program yang dikhususkan bagi tenaga pendidik yang merupakan suatu kegiatan baik secara sendiri maupun kelompok untuk membantu mensejahterakan masyarakat . Suatu penggerak roda perekonomian. Tentunya ada sasaran dan siapa saja yang akan ditolong. Dalam pelaksanaan atau implementasinya ada cara parameter untuk pelaksanaan secara ilmiah.

 BINA DESA MITRA UNTAN:

 UNTAN telah menyadari bahwa potensi masyarakat Kalimantan Barat itu sangat besar, namun sayangnya perkembangan ekonomi masih belum merata. Banyak potensi yang harus dikembangkan agar masyarakat desa yang jadi binaan itu memperoleh kesejahteraan yang merata secara ekonomi. Dalam hal ini peran UNTAN dalam mempersiapkan pengabdian kepada masyarakat, bekerja sama dengan desa sebagai mitra untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah.

 Pengembangan daerah itu berdasarkan dari riset UNTAN secara menyeluruh tentang desa yang akan dikembangkan. Setelah riset dibuat, mereka akan menggandeng mitra yang dapat diajak bekerja sama untuk merealisasikan program ini. 

 PENGEMBANGAN DIPA KEMITRAAN MASYARAKAT UNTAN:

 Pengembangan DIPA Kemitraan Masyarakatt merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PPM). Tujuannya tentu untuk menjawab masalah atau dikenal dengan nama “problem solving” secara tuntas agar masyarakat dapat keluar dari masalahnya. 

Sasaran program adalah masyarakat produktif, masyarakat belum produktif dan masyarakat tidak produktif. 

 Cara kerjanya tentunya untuk masing-masing kategori sangat berbeda. Untuk produktif, dibuatlah mitra 2 pengusaha mikro yang menjual komoditas sejenis , mereka ini harus saling bersinergi dan belajar tentang teknologi dalam pemasaran maupun bahan bakunya. Untuk mereka yang belum produktif, 2 kelompok masing minimal dari 3 orang dengan memiliki bahan baku, spirit ,sarana, SDM , pasar yang sama kategorinya. Untuk mereka yang tidak produktif , menggandeng sekolah , jumlah mitranya paling sedikit 2 sekolah atau kelompok taruna. 

Dalam program ini akan diberikan rincian untuk bagaimana mendeteksi masalah, cara penyelesaiannya, evaluasi dan terus didorong agar setiap permasalahan dapat diatasi secara kelompok. 

Alumni UNTAN boleh berbangga hati karena mereka semua bekerja sesuai dengan ilmunya dengan membaktikan diri untuk daerahnya dalam skala kecil dan Indonesia dalam skala besar dalam setiap permasalahan maupun pengembangan potensinya.