DUKUNG BERSAMA ASIAN GAMES 2018


Saat menuliskan “Dukung Bersama Asian Games 2018”, angka mundur pelaksanaan Asian Games sudah menunjukkan 63 hari 7 jam. 63 hari adalah waktu yang sangat singkat sekali.  Dukung Bersama Asian Games 2018 bukan suatu keniscayaan karena tanpa promosi dan dukungan, keberhasilannya atau suksesnya Asian Games 2018 jadi taruhannya.

Pesta akbar olahraga bergengsi internasional , Asian Games 2018 sebentar lagi akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus -2 September 2018. Hitung mundur untuk peresmian Asian Games telah ditandai dengan adanya pelepasan anak panah oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Monas Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2017 setahun yang lalu. 

Segala usaha dan persiapan matang mulai dari persiapan pembangunan fisik tempat bertanding atau venue, pembinaan atlit, pemilihan juri , sampai kepada promosinya sudah pada tahap akhir.

Sebagai tuan Rumah Asian Games, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memasang target Indonesia bisa masuk atau menempati di posisi 10 besar klasemen dengan mengantongi 20 emas dari beberapa cabang olahraga. Di Asian Games 2018 akan dipertandingkan 40 cabang olahraga dan 16 diantaranya menjadi target atau prioritas kemenangan. Boleh dikatakan ke 16 cabang ini sudah berada di level Asia sedangkan cabang olahraga yang lainnya masih berada di level Asia Tenggara. 

Walaupun demikian tidak ada perbedaan perlakuan untuk cabang olahraga, yang berbeda hanya prioritas dan uji cobanya saja. Untuk tempat penyelenggaraan Asian Games ke – 18 di Jakarta yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Untuk di SUGBK sendiri olahraga yang diselenggarakan yakni panahan, hoki, tenis, softball, baseball, dan basket. Selain itu SUGBK juga akan menjadi panggung utama acara seremonial opening serta closing Asian Games 2018. Sementara di Palembang sendiri akan diselenggarakan 10 cabang olahraga. Cabang olahraga (cabor) yang digelar adalah basket, dayung, kano, menembak, panjat tebing, sepakbola wanita, sepak takraw, tenis, triiathlon, dan voli pantai 

 Dalam menyusun target Asian Games 2018, tentunya pihak Kemenpora tidak bisa bekerja sendirian. Dengan menjalin kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan pengurus di tiap cabang olahraga menyusun program demi target Indonesia di Asian Games 2018. Demikian juga semua warga masyarakat pun diharapkan sekali dukung bersama Asian Games 2018 dengan cara menyebar luaskan tentang kemajuan latihan dari para atlit dan bahkan hadir sebagai supporter  pada saat pertandingan .Bagaimana pun kehadiran dari setiap warga menjadi semangat bagi para atlit yang akan bertanding .

 “Dukung Atlit Cabang Olahraga Badminton”
https://asiangames2018.id/

 Badmintom adalah salah satu cabang olahraga andalan untuk kemenangan Asian Games 2018. Oleh karena itu sudah sejak jauh sebelum Asian Games, atlit yang telah dipilih untuk nomer ganda putra yang saat ini jadi pasangan nomor satu di dunia adalah Marcus Fernaldi Gideo/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Mereka ini jadi tumpuan Indonesia untuk bisa maju sampai menang. 

 Selain ganda putra, di nomor ganda campuran andalan lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Disamping nama ini ada beberapa nama potensi yang dicadangkan dan memiliki potensi yang sangat bagus dan berpeluang menjadi underdog dengan pengalaman mereka , pasangan senior Hendra Setiawan/Mohmmad Ahsan . 

Di pasangan ganda putri Gresia Polii/Apriyani Rahayu juga jadi andalan karena mereka sekarang ini sedang menanjak. Diketahui Gresia berhasil menyumbang medali emas bagi Indonesia di Asian Games Incheon 2014 bersama Nitya Krishinda Maheswari. 

Susy Susanti sebagai Ketua PP PBSI menyiapkan jumlah pemain menjadi 18 atlet. Hal ini untuk menyiapkan apabila ada yang sakit, ada yang berhalangan dan hal tak terduga. Sejak bulan Januari 2018 para atlit Badminton telah berlatih di pelatnas bulutangkis di Jakarta. Mereka diberikan arahan teknis baik oleh pelatih yang profesional . Latihan intensif terus dilakukan , dipersiapkan juga tim medis seperti psikolog, terapis, fisioterapsi yang mendampingi jika ada masalah dengan kesehatan jiwa atau fisik mereka. 

 Saya sebagai pendukung dari para atlit badminton ini hanya bisa berdoa terus agar mereka tetap berlatih dengan sangat disiplin dan punya daya juang kuat mengalahkan lawan. 

Sejuta harapan  agar penyelenggaran Asian Games 2018 dan tim atlit cabang olahraga yang jadi andalan Indonesia dapat berhasil membawa Merah Putih dan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dinaikkan.   Indonesia tidak lagi tertinggal seperti di tahun 2014 di Incheon, Korea Selatan di peringkat ke -17, tapi Indonesia mampu meraih kemenangan dan menunjukkan kemampuan atlitnya  menjadi di peringkat yang lebih tinggi posisinya, sesuai dengan target yaitu peringkat ke-10.