TIPS JAGA KEAMANAN DATA FACEBOOK


Anda masih ingat adanya kebocoran data perusahaan teknologi FACEBOOK oleh Cambridge Analytica beberapa minggu yang lalu? Cambridge Analytica menggunakan data pengguna facebook untuk mengubah perilaku pengguna . Data yang diambil oleh Cambridge Analytica itu digunakan oleh konsultannya sebanyak 50 juta pengguna Facebook untuk keperluan klien mereka. Data pribadi pengguna facebook dimanfaat Cambridge Analytica antara lain untuk memenangkan Donald Trump pada pilpres 2016 dengan cara memberi mereka limpahan informasi agar mendukung Trump. 

Ternyata data pengguna Facebook yang diambil bukan hanya 50 juta, tapi 70,6 juta akun dari Amerika Serikat , 1, 1 juta akun dari Filipinta,   > 1juta akun dari Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Mike Schroepfer dari Facebook. 

Bapak Rudiantara, selaku Menteri Komunikasi dan Informatika telah mengingatkan semua operator , semua penyelenggara teknologi tinggi yang tidak dapat menyimpan data pengguna dengan proper maka akan dikenakan sanksi hukum maupun sanksi administrasi. Sanksi Hukum sesuai dengan UU ITE hukuman badan sampai 12 tahun dan sanksi administrasi yaitu sanksi denda sampai 12 milliar. 

Meskipun Pemerintah sangat tegas memberlakukan hukuman pidana dan administrasi , tapi pihak Facebook tidak bisa menjamin apa yang telah digariskan oleh Pemerintah. Lalu apa yang harus diperbuat pengguna Facebook agar datanya aman tidak diambil oleh pihak yang tidak berkepentingan.

 Kesadaran diri untuk mawas dan berhati-hati sangat diperlukan. Oleh karena itu sebagai pengguna Facebook, lebih baik kita mengambil tindakan sebagai berikut ini:

  1.   Cek Kembali Privacy Terms and Conditions :

  2.  Apakah Profil kita sudah disetting dengan “Privacy”
3. Apakah aplikasi yang dan website yang pernah kita buka dengan facebook sudah kita delete? 




    4. Jangan Mudah memberikan akses aplikasi untuk akses data Facebook.

    5. Sortir kembali aplikasi yang pernah diberik akses ke Facebook .

Menjaga privacy dan kehati-hatian, lebih baik dari pada “kecolongan” data digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan kejahatan atau hal-hal yang lain seperti pemilu dan lainnya.