BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

 
shutterstock.om

Emosi pria mempengaruhi karirnya sedangkan emosi perempuan mempengaruhi pernikahannya

Mr. Bai, seorang lendaris dari Thailand memberikan nasehatnya: “Asalkan kita dapat mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar.” Beberapa orang berkonsulti kepadanya tentang masa depan bisnis,rumah tangga, anak-anak dan pernikahannya.

 Beberapa pertanyaan pun diajukan: “Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak?” Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana “menjadi orang” 

Inilah materi pelajaran seumur hidup yang tidak mengenal kelulusan. Berlaku untuk semua orang, baik itu untuk ilmuwan, petani, pekerja maupun pedagang.

 Beberapa pelajaran dalam hidup:

 • Belajar meminta maaf: 

Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahnnya, menganggap semuanya adalah kesalahan orang lain, dirinya sendiri paling benar. Sebenarnya, “tidak dapat mengakui kesalahan” merupakan suatu kesalahan. Kita mesti mau meninta maaf kepada orangtua, rekan kerja, masayrakat bahkan kepada anak-anak dan musuh kita. Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apa pun, malahan dapat menunjukkan kelapangan hati kita

 Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri.”

 • Belajar Kelembutan hati 

Gigi ktia keras, namun lidah kita lembut. Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada. 

Jadi kita mesti mau menjadi lembut, barulah dapat panjang umur. 

Sifat keras hati malah merugikan diri sendiri. Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia.

 Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi

Jika kita dapat mengatur nafas, mengatur postur tubuh, mengatur hati kita , bagaikan menenangkan kuda liar atau monyet liar jadi jinak maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur 

  •   Belajar menahan diri 

Dalam hidup ini , jika kita mau menadan emosi, badai dan ombak pun akan reda.

 “Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas” (tiada masalah).

 Dengan menahan diri, semua masalah dapat dibereskan. 

Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah.

 Jadi kita memulai hidup berdamai dan dapat menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip di masyarakat. Bahkan kita mau menerima dan memakluminya.

 • Belajar berkomunikasi 

Kurangnya berkomunikasi dapat menimbulkan gosip, eprselisihan dan kesalah-pahaman.

 Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah mau berkomunikasi dengan baik, saling memahami,toleransi, saling membantu. 

Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi , maka tidak adakan hidup berdampingan dengan damai.

  •  Belajar melepas (tidak melekat)

 Hidup ibaran sebuat koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu. 

Saat mesti melepas, jika kita malah melekatinya, maka seprti mengangkat koper yang berat tidak dapat bebas leluasa.

 Hidup manusia ada batasnya.

 Belajar mengakui kesalahan ,menghargai orang lain dan memaklumi orang lain, barulah kita dapat menerima orang lain. Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

  •   Belajar merasa terharu (bukan cengeng)

 Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu. 

Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang.

 Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang dapat membuat kita terharu. Jadi kita mesti berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu dengan berbuat hal-hal baik dan berkata baik

  • Belajar bertahan hidup 

Untuk bertahan hidup, kita menjaga kesehatan. Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi jgua merasa teman dan keluarga kita merasa tenang. Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orangtua 

Selamat menjalani hidup ini dengan sepenuh kebahagiaan.