Ketika Anak Kehilangan Cinta Ibu

digital.mail

Cinta seorang Ibu tak mudah digantikan oleh apa pun , siapa pun.“Do not judge people by its cover” Sering dengar ungkapan seperti itu. Pasti sering sekali. Kita tak boleh menghakimi seseorang hanya melihat dari permukaan saja. Apa yang kita lihat dari luar atau permukaan itu ternyata berbeda dengan apa yang sedang dan dialami oleh orang yang bersangkutan. 

Adalah seorang selebriti  lelaki yang sedang naik daun. Di kala naik daun itu ternyata ada latar belakang kehidupannya yang sangat tidak sesuai dengan norma. Lelaki yang disebutkan seorang selebriti sudah dua kali kawin cerai dan perceraian itu menurut istrinya adalah korban KDRT. Belum lagi dikatakan dia tak pernah menggubris mantan istrinya yang seringkali tak puas atas respon kegagalan pernikahan itu. 

 Namun, ketika seorang psikolog bertanya kepada sang selebritiy dalam forum terbuka. Pertanyaan sederhana : “Apakah kehidupan Anda yang tragis itu disebabkan oleh kehidupan lama Anda” Jawabannya lugas, Ya. Lalu dia menceritakan dengan gamblang bahwa ibunya telah meninggalkan dirinya sejak dia berusia dua tahun. Perceraian ibu dan ayahnya membuat dirinya ditinggalkan oleh kedua orangtuanya. Ia dibesarkan oleh tantenya. 

 Seorang anak yang seharusnya hidup penuh cinta kasih orangtua, dibelai, disayangi, diperhatikan, dibimbing dan diarahkan tak ditemuinya, tak dialaminya sejak kecil hingga dewasa.Cinta orangtua itu hilang, cinta itu digantikan oleh orang yang tak pernah memberikan cinta sejati sebagai orangtua. Kehilangan cinta seorang ibu atau ayah itu menjadikan dirinya kosong. Kekosongan itu membuat dia mencari cinta kepada orang yang diharapkan bisa memberikan cinta . Sayangnya, cinta seorang perempuan dewasa itu berbeda dengan harapannya untuk mendapatkan cinta seorang ibu. Dia merasa sangat sedih, frustrasi, dan kecewa. Sebagai pelampiasan kekecewaan karena tak mendapatkan cinta seorang ibu di dalam istrinya, dia melakukan suatu tindakan yang kurang terpuji, dia memukul, mencaci maki serta mendamprat istrinya. Inilah yang dikatakan oleh istrinya sebagai KDRT. Istrinya tak mengetahui latar belakang kekosongan jiwanya karena dia butuh cinta seorang ibu yang tak pernah didapatkannya. 

Beberapa dampak secara psikologis dari seorang anak yang kehilangan orangtuanya karena perceraian: 

Pertama, perceraian orangtua akan membuat anak menjadi stres. Umumnya anak-anak tidak menginginkan perceraian bagi orangtuanya. Apabila perceraian harus terjadi, anak-anak menjadi sulit untuk berkomunikasi apalagi pada saat waktu transisi jelang perceraian. Semakin orangtuanya transisi proses perceraian itu tidak mudah dilakukan , semakin membuat anak itu makin stres bahkan untuk beradaptasi dengan suasana yang baru jadi sulit dan jiwanya hampa , ada yang ingin menolak dengan pemberontakan. 

 Kedua, perceraian, meningkatan risiko bagi anak baik secara psikologis maupun tingkah lakunya. Sikap anak berubah total, dia jadi anak yang melawan, tidak menurut bahkan sering marah maupun melanggar aturan . Tingkat keberhasilkan sekolah pun ikut turun drastis. Dulunya anak yang pintar, jadi anak yang tak punya daya keinginan belajar sama sekali. Anak menjadi anak yang depresi, sulit diatur . 

 Ketiga, begitu orangtuanya bercerai dan transisi sudah selesai, anak memiliki dua sikap. Pada saat di sekolah dia menjadi anak yang sering “berontak”, “melawan”. Tapi begitu pulang, dia menjadi anak yang bertanggung jawab bahkan anak yang tahan banting menghadapi semua yang dihadapi sendiri karena tanpa ada bantuan orangtua yang tidak hadir saat dibutuhkan.

Keempat, meskipun anak dari keluarga yang bercerai dan kehilangan ibunya, secara emosinal merasakan kepahitan dan kegetiran hidupnya terutama jika mengingat masa depannya yang tak dianggapnya sebagai masa depan yang cerah. Memori yang sangat pedih dan perasaan kekhawatiran relasi dengan orangtuanya yang bercerai menjadi suatu hal yang menghantui perasaannya . 

Perceraian atau alasan apa pun dari seorang ibu meninggalkan anaknya, perlu dipertimbangkan matang oleh seorang ibu karena kebutuhan dasar anak itu adalah cinta ibu. Cinta yang tak bisa digantikan oleh siapa pun.