Teguran

shutterstock.com

Tiap orang baik itu anak-anak, dewasa, maupun tua pastinya pernah mendapat atau menerima teguran. Sebaik-baiknya orang bersikap atau bertindak, pasti ada yang salah baik itu di keluarga, lingkungan, komunitas, tempat kerja atau di tempat publik.

Ternyata teguran itu bisa di lihat dari dua sisi. Penegur dan Penerima teguran. Yuk kita bahas dulu yang penerima teguran .

Penerima teguran itu siapa saja yach? Bisa setiap orang mulai dari anak-anak (balita sampai dewasa), dewasa, orangtua. Sayangnya, tidak semua orang itu suka dengan teguran. Teguran dianggapnya sebagai hal yang tabu, melukai bahkan dapat membuat relasi jadi putus atau bahkan mengucilkan orang yang menegur dengan membalas balik .


 Menegur itu sebaiknya dilakukan atau tidak? 

Konsep diri yang disebut dengan Teori “Jendela Johari” diciptakan oleh dua orang psikolog Amerika, Joseph Luft dan Harrington Ingham, yang membantu orang untuk memahami hubungan dengan diri dan orang lain lebih baik. Ada 4 kuadran dalam satu jendela, yaitu Daerah Pribadi Terbuka (Open Self); Daerah Pribadi Buta (Blind Self) ; Daerah Pribadi Tersembunyi (Hidden Self); Daerah Pribadi tak dikenal (Undiscovered self)

  • Daerah Pribadi Terbuka: Saya tahu, demikian juga orang lain tahu mengenal diri saya dan orang lain. Semua informasi perilaku,sifat,perasaan ,keinginan,motivasi, ide dapat diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain. Terdapat keterbukaan,kesuaian . 

  • Daerah Pribadi Buta : Saya tidak tahu, demikian juga orang tidak tahu sehingga daerah itu disebut dengan daerah buta. Saya tidak mengenal diri saya sendiri , demikian juga orang lain tidak mengenal pribadinya. Sehingga jika orang lain mengkritik maka dia akan defensif. Tidak adanya pengetahuan tentang kepribadian masing-masing membuat miskomukasi atau komunikasi yang tidak efektif. 

  • Daerah Pribadi Tersembunyi: Saya tahu dan orang lain tidak tahu, sehingga daerah ini disebut dengan daerah tersembunyai. Saya menutup diri untuk kepribadian saya sehingga orang lain tak mengetahui kepribadian saya . Hanya satu arah komunikasi saja. Dia tak mau terbuka dengan orang lain, hanya minta informasi dari orang lain tapi dia tak mau memberikan informasi. 

  • Daerah Pribadi tak Dikenal:Saya Tidak tahu dan Orang lain tidak tahu, daerah ini sangat misteri . Saya tidak mengenal diri sendiri bahkan orang lain pun tidak kenal pribadi kita, sama-sama tak mengenal. Orang yang sulit memperlihatkan perasaan,pemikiran dan tingkah laku baik untuk diri maupun orang lain. 

Jika melihat kepribadian orang berdasarkan teori di atas, tentunya kelihatan bahwa orang itu sebenarnya sangat terbatas. Terbatas dalam melihat dirinya sendiri . Menurut beberapa sumber Keterbatasan manusia kenal dirinya sendiri hanya 50-75%. Artinya masih daerah abu-abu 50-25% yang tidak diketahuinya.

 Oleh karena itu apabila kita belum mengenal diri sendiri, tapi orang lain lebih mengenal diri kita, tentunya teguran sangat perlu disampaikan dan diberikan.

Namun tentunya ada cara yang baik bagaimana menyampaikan teguran. Misalnya dengan memanggil orang itu untuk datang ke dalam ruang tertutup atau memanggil anak saat yang bersalah saat dia sudah tenang. Kata-kata dan intonasi teguran harus dibuat dengan kata yang tidak menyakitkan atau intonasi rendah. Jadi waktu yang tepat untuk menegur juga perlu diperhatikan.Biarkan orang yang akan ditegur itu dalam keadaan tenang, kalem dan tidak bergejolak, kecewa atau marah.

 Ada 3 jenis teguran:
  1.  Moral
  2.  Relasional 
  3.  Atributif

 Moral: 

Sifatnya adalah sesuatu yang benar atau salah. Ketika pelanggaran moral dilakukan artinya ada sesuatu yang salah dalam tindakan seseorang yang tidak sesuai dengan normat/adat-istiadat/kebiasaan yang dianut .Contohnya berbuat mencuri

 Relasional: 

Sifatnya adalah sesuatu yang berkaitan antara hubungan kekeluargaaan dan tidak normatif. Contoh: dalam keluarga untuk makan seharunya semua harus duduk tenang , tidak boleh membawa HP .

Atributif: 

Sifatnya adalah sesuatu yang tidak begitu penting hanya sebagai aksesori. Contohnya: untuk pernikahan keluarga, semua anggota keluarga diharuskan mengenakan pakaian adat A. Jika mereka yang tidak mengenakan akan dianggap kurang menghormati.

Dengan pengenalan semua jenis teguran, cara dan mengapa kita harus menegur, maka si penegur sudah dibekali dengan ilmu bagaimana menegur sesuai dengan karakter, kepentingan menegur dan cara yang tepat. Apabila ini dilakukan maka teguran akan menjadi bermakna sekali untuk memperbaiki kehidupan seseorang untuk bisa melengkapi kehidupan dan kepribadiannya lebih baik di masa mendatang.