Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

16 Oktober 2017

Inovator Pengubah Tanah Gambut Jadi Pupuk Organik

Saya ajak Anda ke Rawa Pening. Dari kejauhan Rawa Pening seperti telaga biru. Letaknya tidak jauh dari kota Semarang, sekitar 48 menit waktu tempuhnya atau jaraknya sekitar 39,4 km. Rawa ini merupakan cekungan terendah dari lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, seperti danau dengan luas 2,670 hektare. Disebut Pening karena awalnya airnya membiru dan sangat bening dimana para penangkap ikan atau nelayan  dengan mudah memancing ikan di danau itu sebagai mata pencahariannya. 

mata pencarian sebagai pengangkut tanah gambut
 Sayangnya, danau yang sangat bening ini lama-kelamaan mengalami pendangkalan karena penuh dengan enceng gondok. Untuk mengatasi populasi gulma yang sangat masif tumbuhnya, sudah banyak cara dilakukannya, misalnya para nelayan melakukan pembersihan enceng gondok lalu menyerahkan dan menjual kepada pengrajin untuk dibuat kerajinan. Penjualan enceng gondok sangat murah dan tidak sepadan dengan hasil kerja keras . Peluh dan keringat mereka untuk mengangkat enceng gondok namun upah yang diterima tidak memadai. Timbul ide untuk memproses enceng gondok jadi tanah gambut.
tanah gambut yang mereka kumpulkan
Pada tahun sekitar 1987, komunitas nelayan yang dulunya pengumpul dan pengangkut enceng gondok harus banting setir untuk jadi penghasil tanah gambut. Pengambilan dan pengangkutan tanah gambut dilakukan oleh 2 UKM yang tergabung dari Paguyuban Sedyo Rukun. 

Cara mengolah tanah gambut dengan cara yang sangat sederhana. Mencampurkan bahan baru yang tersedia di danau Rawa Pening yaitu tanah gambut yang diambil dari dasar atau dari permukaan Rawa Pening , bersama dengan enceng gondok yang menjadi gulma bagi badan permukaan perairan dana Rawa Pening. Selain itu dicampurkan dengan bahan lain, kotoran ternak (sapi) dedaunan, kapur pertanian, bekatul dan juga decomposer.

 Paguyuban Sedyo Rukun merasa tidak puas dengan hasil pengolahan tanah gambut yang langsung dijual dan disetorkan kepada perusahaan besar dalam bentuk mentah. Upah dan hasil kerja mereka yang terima itu ternyata tidak sebanding dengan pekerjaan berat yang dilakukannya. Mereka berpikir bagaimana cara mendapatkan tambahan uang . Lalu, terpikir oleh mereka untuk menambah nilai dari produk yang selama ini mereka jual yaitu tanah gambut jadi pupuk organik . Pupuk organik selain dibutuhkan oleh banyak industri pertanian juga punya nilai tinggi dibandingkan dengan tanah gambut. 

 Pengolahan tanah gambut jadi pupuk organik memerlukan proses panjang dan sumber daya manusia yang lebih besar. Mereka membaginya dalam dua bagian yaitu UMKM Penyuplai bahan baku dan UMKM Pengolah Pupuk Organik. Ketua Paguyuban Sedyo Rukun adalah Bapak Widodo. Lokasi komunitas ini sangat dekat dengan tempat produksinya yaitu di pinggir danau Rawa Pening bagian Utara (Pinggiran Daerah Aliran Sungai Tuntang), tepatnya di Desa Sumurup, Ds. Asinan, Kec.Bawen, Kab Semarang. 


Memproses tanah gambut menjadi pupuk organik memang tak mudah seperti membalikkan tangan . Perlu pengetahuan dan cara yang tepat agar pupuk organik ini dapat menghasilkan pupuk yang dapat dijual dengan kualitas organik yang standar . Namun, para nelayan yang telah beralih fungsi jadi penghasil gambut dan akhirnya jadi petani pupuk organik tak mau menyerah begitu saja.  Keahlian awal hanya mengangkut gambut ,sekarang mereka harus banyak belajar bagaima cara memproses pupuk organik.

Bak Gayung bersambut, komputas Pengolah Pupuk Organik Paguyuban Sedyo Rukun ini mendaftarkan diri sebagai UMKM Pupuk Organik di Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) . Mereka mendapatkan pelatihan dan ketrampilan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Semarang dengan  Bapak Isa Anzori sebagai Fasilitator dan Dimas sebagai staf . Sejak Oktober 2016 dibawah bendera LPB Semarang yang merupakan cabang dari YDBA terus mendampingi mereka dalam kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

Mereka dibekali dengan pengetahuan mendasar tentang Mentalitas kewirausahaan, sangat bermanfaat karena tanpa mentalitas kewirausahaan yang kuat, usaha mereka tidak akan berkembang dan mereka cepat putus asa jika tidak berhasil.

Pelatihan LPB Semarang ke Pengolah Pupuk Organik
Pelatihan LPB Semarang ke Pengolah Pupuk Organik

Pelatihan dan pendampingan pupuk organik diberikan oleh LPB Semarang kepada UMKM Pengolah Pupuk Organik Widodo Sedyo Rukun sebelum mereka terjun langsung dalam produksi pupuk organik. 

Berikut ini adalah tahap-tahap pemrosesan pupuk organik: 
Bahan : 
  •  Enceng Gondok Timbunan (Sudah di tumpuk 2-4 minggu sebelumnya – disemprot EM4) – 50 Kg 
  •  Tanah Gambut 25 Kg
  •  Kotoran Ternak (sapi / kambing) – 25 Kg 
  •  Probiotik (EM4) – 1 botol 
  •  Orgadek – 1 Kg
  •   Bekatul – 5 kg
  •   Kapur Pertanian – 2 Kg
  •  Cacahan Dedaunan (2 Kg)
  •  Pupuk Hayati (Trichroderma) – 1/2 Ons 

Catatan :  Bahan diatas merupakan bahan jika akan memproduksi 100 Kg 

Proses : 
  • a. Campurkan Bahan A dan B lalu digiling
  • b. Tambahkan bahan D, E dan F lalu digiling lagi
  • c. Campurkan C dan G lalu digiling 
  • d. Campurkan H dan I lalu digiling dan ditutup dengan terpal
  • e. Ditutup selama 25 hari 
  • f. Setiap satu minggu sekali, adonan dibuka dan diolah / digiling lagi
  • g. Setelah 25 hari, lalu pupuk diayak dan siap dikemas 



C& G  digiling

Tidak mudah untuk mencapai keberhasilan memproduksi pupuk organik.Tetapi mereka pantang menyerah. Selalu ada jatuh bangun dalam proses produksi pupuk organik karena mereka belum menemukan kuncinya. Ketika mereka menemukan kesulitan dalam produksi pupuk organik, LPB Semarang pun mengadakan pelatihan dengan mengundang pakar-pakar dari sektor pertanian.

Ternyata para nelayan yang telah berubah fungsi jadi petani juga masih mengalami masalah besar dalam mentalitas jadi pengusaha. Sehari-hari pekerjaan mereka hanya berkutat dengan pupuk maupun bahan bakunya.Tak mengenal apa yang disebut dengan mentalitas dasar dari kewirausahaan.

Inisiatif diberikan oleh IPB Semarang dengna mengadakan pelatihan mentalitas Dasar dan Kewirausahaan bagi UMKM di sekitar Rawa Penign termasuk Paguyuban Sedyo Rukun.Selama dua hari mereka harus belajar tentang pengertian kualitas, manajemen, siklus PDCA,manajemen data, fakta, targeting dan prinsip prioritas dan basic mentalitas bagi UMKM.

Mengenai potensi diri sendir melalui pengisian pengisian penilaian evaluasi diri, lalu peserta diajak untuk diskusi mengenai simulasi kecelakaan pesawat yang terdampar di gurun pasir.Tujuan dari pelatihan ini agar peserta dapat meningkatkan mental dan sikap bekerjanya. Semua ini demi kesuksesan usaha mereka.

Alhasil,sediki demi sedikit, usaha yang dulunya belum kelihatan hasilnya, sekarang telah menjadi usaha pupuk organik yang dikenal orang,klien, maupun perusahaan.

Pemasaran dilakukan dengan menitipkan penjualan pupuk organik ke toko pertanian, di pinggir jalan jalan perkampungan desa mereka tinggal, dikirim di beberapa kota sebagai bahan baku campuran, di jual perusahaan yang membutuhkan seperti :
 a) PT Widyamitha Subkon PT Trans Marga Jateng (pembuat jalan Tol)
 b) Ud. Wiji Subur, Muntilan 
 c) Ud. Tani Unggul, Ambarawa
 d) Cv. Inra Ambarawa
 e) PT Humatani Agro Lestari
 f) UD. Omah Tani Wonosobo 

Salah satu berkah yang mereka terima dari hasil kerja keras itu ternyata membuahkan hasil yang besar karena PT. Widyamitha yang merupakan subkon PT. Trans Marga jateng itu membutuhkan pupuk organik dalam rangka pemadatan jalan-jalan yang mereka buat

Rasanya ikut senang melihat wajah-wajah yang puas, bangga dari kerja keras yang mereka capai untuk mengubah produksi gambut menjadi pupuk organik sudah tampak hasilnya .

Malam Kick off "UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik"
 Atas hasil kerja keras itu , mereka memperoleh predikat “UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik” di Kick Off Unggulan Pupuk Organik 25 Agustus 2017. Sebuah komitmen bersama antara Paguyuban Sedyo Rukun dengan LPB Semarang sebagai cabang Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk selalu memperbaiki atau “Improve” proses produksi dan belajar tentang 5R ( Produksi , HRD, Keuangan, Pemasaran, EHS, CSR) terus selama 2 tahun ke depan hingga Agustus 2019 sehingga akhirnya dapat naik kelas menjadi UMKM Mandiri bahkan jadi anak angkat Grup Perusahaan Astra. 

Suatu Prestasi besar "UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik"
Paguyuban Sedyo Rukun meletakkan harapan yang besar untuk jadi UMKM Pupuk Organik yang mandiri dan bisa menyuplai permintaan pupuk organik di beberapa tempat/perusahaan swasta maupun negeri secara kontinyu dan memiliki kapasitas produksi yang besar. 

 Cita-cita tinggi pun dilayangkan oleh Paguyuban Sedyo Rukun untuk menjadi salah satu role model tonggak lahirnya Desa Berdikari di Kab. Semarang/Jawa Tengah.

60 tahun perjalanan Astra penuh dengan warna dan inspirasi. Kisah inspiratif dari Paguyuban Sdoyo Rukun yang jatuh bangun dalam meniti mata pencahariannya. Berkat dukungan , pelatihan Mentalitas Dasar Kewirausahaan   dari LPB Semarang, Paguyuban Sedyo Rukun  membuktikan dirinya  bekerja sebagai UMKM Unggulan di sektor Pupuk Organik dan jadi UMKM Mandiri  yang berkelanjutan.