Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

15 Oktober 2017

"Menatap Langit Biru, Menatap Masa Depan Generasi Langit Biru yang Cerah” #GenLangitBiru


“Water, air, and cleanness are the chief articles in my pharmacy” - Napoleon Bonaparte

 Kenapa kita tak mampu mempertahankan udara bersih yang diberikan PenciptaNya dengan sangat baik pada awal mulanya. Adakah kemustahilan bagi kita semua untuk merawat, mempertahankan udara bersih dari  polusi udara dimana tempat kita tinggal?

 Ketika aku belajar di negara Kangguru, aku merasakan kesegaran jiwa dan badanku. Setiap kali aku ke luar dari apartemenku, aku tak perlu khawatir untuk membawa inhalerku. Udara bersih, segar, nyaman untuk pernafasanku adalah sesuatu yang  berharga di dalam hidupku. 

 Sejak kecil udara bersih itu menjadi bagian penting dalam hidupku. Vonis dari dokter yang mengatakan bahwa aku terkena asma kronis membuat diriku seolah bergantung kepada udara yang segar yang kuhirup. Aku seolah bertanya kepada PenciptaKU: “Udara bersih ini begitu mahal bagiku, apakah aku tak bisa menikmatinya karena masih banyak orang yang tak peduli dengan masalah udara bersih ini?” Apakah udara bersih ini hanya berlaku untuk diriku semata karena vonis penyakitku?” 
shutterstock.om

Sejak SD sampai SMA, aku bergantung dengan inhaler itu, penyelamat nafasku. Sejak aku kembali dari negara Kangguru, kembali nafasku begitu sesak dan tak mampu bertahan lama untuk tidak mencabut obat “inhaler” yang setiap kali aku bawa ke mana saja. 

 Begitu aku harus ke luar rumah, terlihat kepulan-kepulan asap yang hitam, dari suara knalpot yang bising itu seolah ingin mengatakan kepadaku untuk kembali pulang  ke rumah saja. Apakah aku harus tinggal di rumah menyepi tanpa produktivitas?

 Aku seorang milineal muda yang baru saja lulus dari perguruan tinggi dan sedang menggebu kreativitas, produktivitas untuk bekerja demi menggapai cita-citaku yang tinggi. Apakah aku harus melepaskan semua apa yang kuimpikan ini hanya karena aku harus mengingat terus bahwa maut selalu menguntitku ketika aku ke luar dari tempat tinggalku. Aku tak mampu lagi menghirup udara kotor , debu-debu yang bertebaran di udara. Polusi udara yang disebabkan oleh banyaknya CO2 yang dikeluarkan oleh kendaraan motor, mobil yang berkeliaran di jalan raya. 

Di jalan raya yang begitu padat dengan kendaraan motor dan mobil itu seperti tak ramah terhadap lingkungannnya. Pemilik kendaraan hanya peduli agar motor atau mobilnya bisa berjalan dengan lancar . Sebodoh dengan apakah polusi dari bensin yang dikonsumsi di dalam tanki mobil atau motor itu ramah lingkungan atau tidak. 

 Apalagi mereka juga tak paham dengan penggunaan bahan bakar mana yang akan dapat merawat kendaraan mereka. 

Seorang pemilik mobil yang kuajak bicara banyak tentang bensin yang mereka konsumsi untuk mobilnya mengatakan dia membeli bensin yang murah BBM Pertamina dari Premium (RON 88) karena alasan dia harus mengirit biaya karena dia bekerja sebagai driver dari online taxi. “

Apakah Bapak Rudi peduli untuk merawat mobil Bapak dan merawat lingkungan ?”
“Sebenarnya sich, saya mau saja untuk mengkonversi dari Premium (RON 88) ke Pertamax (RON 92) tetapi saya tak punya kemampuan finansial untuk mengganti itu”, jawabnya. 

 Rupanya pertanyaan saya tak terjawab dengan baik karena Bapak Rudi belum memahami bahwa biaya untuk merawat lingkungan dan merawat mobil jauh lebih mahal ketimbang hanya soal mengirit biaya sebesar Rp.1,300/per liter . 

Seandainya sehari dia menghabiskan 100 liter Premium untuk mobilnya, artinya 100 liter x Rp.8,050 = Rp.805,000 Sebaliknya jika Pak Rudi harus menggantikan Premium (RON 88) ke Pertamax (Ron 92) , dia harus mengeluarkan dana sebesar RP.935,000 (harga pertamax asumsinya RP.9,350/per liter). Artinya dia menganggap mengirit RP.130,000 per hari jauh lebih baik bagi dirinya.

 Setelah berhitung dengan matematika, saya pun melanjutkan pembicaraan dengan Bapak Rudi. 

“Apakah Pak Rudi ingin kendaraannya terawat dengan baik , mesin tidak cepat kropos dan berkarat?” tanya saya.
 “O, tentu ingin dong!” jawabnya dengan antusiasnya .

 “Bagaimana caranya supaya mobil saya terawat dengan baik?” 

Saat ini Bapak Rudi menggunakan bahan bakar Premium (RON 88) untuk mobilnya. Sifat dan spefikasi dari Premium (RON 88) adalah sebagai berikut ini: 
pertamina.com

Dengan metode uji D2699, Premium ternyata memiliki RON 88. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang besar. Premiun yang dihasilkan dari campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagain besar tersusun dari hidrokabron digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Dengan adanya campuran berbagai bahan, maka daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat terlihat dari bilangkan oktan setiap campuran.
modifaksi.com

 Di Indonesia diperdagangakan dalam dua kelompok besar campuran standar , disebut premium dan bensin super. Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. 

Jadi, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Pembakaran spontan ini menimbulkan ketukan di dalam mesin yang biasa disebut gejala ngelitik atau knocking. Pembakaran spontan ini sebisa mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi.

 Jika masih menggunakan premium yang beroktan 88, maka mesin akan ngelitik atau knocking.

 Sebaliknya spefikasi dari Pertamax adalah sebagai berikut:

pertamina.com

 Dengan metode uji D2699, Pertamax ternyata memiliki Ron 92. Bensin oktan 92 dikenal dengan nama Pertamax (produksi Pertamina). Biasanya angka oktan rekomendasi pabrik ini dicantumkan dalam buku manual maupun di dekat tutup tangki bensin mobil.

 Struktur bensin yang baik adalah dengan komposisi n-heptana 0% dan iso-oktana 100%, n-heptana adalah rantai karbon lurus sedangakn iso-oktana adalah rantai karbon bercabang. Apabila struktur suatu BBM lebih banyak rantai bercabangnya maka bensin tersebut lebih sulit untuk terbakar dan dikategorikan dalam bensin bermutu baik sebaliknya bila komposisinya lebih banyak rantai karbon lurusnya maka bensin tersebut bermutu kurang baik.

 Pembicaraan yang semakin serius pun berlanjut . “Pak Rudi, tips untuk memilih BBM yang baik untuk kendaraan kita adalah penggunaan angka oktan yang harus sesuai dengan tekanan kompresi kendaraan kita. Semakin tinggi kompresinya maka sebaiknya menggunakan BBM berangka oktan tinggi”. 


 Untuk kendaraan berkompresi dibawah 9:1 masih dapat menggunakan premium namun untuk kendaraan dengan kompresi 9,1:1 sampai 10:1 sebaiknya menggunakan pertamax atau sejenisnya dan kendaraan dengan kompresi 10,1 keatas sebaiknya menggunakan pertamax plus atau sejenisnya. Apabila penggunaan kadar oktan tidak sesuai maka dapat menyebabkan piston menjadi bolong contohnya jika mobil keluaran tahun 2000 menggunakan oktan 88? Yang jelas piston menjadi bolong. 

“Bapak Rudi, apakah pengin mobilnya piston mobil bapak jadi bolong? “O, tidak dong, saya sangat tidak ingin!” jawabnya. 

“Tapi saya masih pengin tanya lagi, sebenarnya apa keunggulan dari Pertamax (RON 92)”, tanya Pak Rudi yang masih penasaran juga.

 “Wah pertanyaan yang sangat bagus!” kata saya. 

Inilah keunggulan dari Pertamax (RON 92) :

Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina setelah Premium. Pertamax, merupakan produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98. Pada tahun 1990, terutama yang setelah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).

 Manfaat dan keunggulannya: 
  1.  Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal.
  2.  Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters.
  3.  Mempunyai Nilai Oktan 92 
  4.  Bebas timbal
  5.   Menggunakan Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya.
  6.   Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain. 

“Pak Rudi, Pertamax (Ron 92) ini bukan hanya bermanfat untuk mobil saja loh. Tapi ada manfaat lingkungan yang sangat kita butuhkan untuk generasi anak cucu kita!” tambah saya. 

“Anak cucu?” imbuh Pak Rudi dengan muka yang kurang paham. 

“Iya, jika saat ini kita tetap menggunakan Premium yang banyak kelemahan dan bahaya baik terhadap kesehatan, fisik, lingkungan “, imbuh saya.

 Bahaya yang berdampak terhadap lingkungan itu dapat dilihat sebagai berikut: 

  1. Mencemari lingkungan. Bensin yang mengalami pembakaran tidak sempurna dapat ditandai dengan asap hitam pekat yang dihasilkan pipa pembuangan gas kendaraan bermotor. Gas yang dihasilkan ini akan mengganggu saluran pernapasan, membuat mata menjadi merah dan iritasi.
  2.  Pembakaran bensin yang tidak sempurna akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di mana ketika jumlah tanaman hijau tidak sesuai dengan banyaknya CO2 yang dihasilkan, maka sisa CO2 tersebut akan berkumpul di udara. Lama-kelamaan akan menjadi ‘penjara’ tersendiri bagi panas matahari yang masuk. Panasnya tidak dapat dipantulkan keluar dan akan memantul kembali ke dalam bumi. Efek yang dihasilkannya banyak: volume air laut bertambah, kekeringan, gangguan kesehatan, dll.
  3.  Menurunkan kualitas udara yang ada di sekitar manusia. Udara yang kita hirup jadi udara yang tidak lagi sehat untuk dihirup karena banyaknya kandungan gas-gas seperti CO dan CO2.
  4.  Saat terjadi pembakaran tidak sempurna, akan dihasilkan gas CO (karbonmonoksida) yang sifatnya serupa-tetapi-tidak-sama dengan gas O2 yang dibutuhkan oleh darah untuk proses respirasi sel darah merah. Ketika gas CO terhirup oleh manusia, maka ia akan terikat dengan Hemoglobin (Hb) menggantikan O. Bukannya menjadi baik, justru akan sangat berbahaya karena HbCO adalah racun. Bagi anak-anak, dapat menyebabkan kematian. Sementara bagi orang dewasa, akan mengganggu sistem peredaran darahnya. 
  5.  Keracunan untuk kehidupan air (sungai, laut) . 
  6.  Bahaya yang berdampak terhadap kesehatan atau fisik:
  •  Mudahnya berubah menjadi caiaran yang mudah terbakar
  • Penyebab terjadinya iritasi pada kulit
  •  Penyebab terjadinya kantuk dan pusing
  •  Penyebab kelainan genetik
  •  Penyebab kanker
  •   Kerusakan  fisik dari anak yang belum dilahirkan. 

 “Wah, akibatnya kok sungguh mengerikan yach!” nada suara keras dan muka yang berubah jadi takut dari Pak Rudi.

 “Nach, bila hal ini terjadi terus artinya kita semua membiarkan udara kita tercemar dengan CO2 dan langit kita tidak lagi membiru tapi hitam pekat. Udara yang kita hirup bukan lagi udara bersih tapi udara kotor, !”, jawab saya.   "Generasi yang akan datang akan kehilangan masa depan untuk kesehatan fisik maupun lingkungannya", jelas saya.

 Tarikan nafas panjang dan mata yang sangat memperlihatkan keprihatinan segera terlihat dari wajah Pak Rudi.

“Ini saatnya, kesadaran kita harus dibangunkan untuk kepentingan masa depan generasi anak cucu kita. Gunakan dan konsumsilah Pertamax (92) yang memang ramah lingkungan dan ramah untuk mobil/motor kita”, jawab saya. 

Tapi masih ada satu kekhawatiran yang diungkapkan oleh Pak Rudi. 

“Bagaimana dengan kesiapan Pertamina dalam menyediakan bahan bakar Pertamax (RON 92)?” 

"Jangan khawatir Pak!".    "Proyek besar yang disebut dengan RU IV Cilacap itu sudah dipersiapkan untuk menghasilkan gasoline kadar RON 92 dengan spesifikasi menuju Euro IV yang ramah lingkungan. 

Untuk mengerjakan proyek besar ini, Pertamina telah menunjuk JGC Corporation sebagai kontraktor, engineering, procurement dan construction. Nama proyek besar ini adalah Proyek Langit Biru Cilacap senilai 392 juta dolar AS , kapasitasnya 91.000 barel per hari.

Penanda-tanganan kontrak sudah dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjip dengan Chairman Emeritus JGC Corporation Yoshihiro Shigehisa, dan Presiden Direkctor PT. Encona Inti Industri Y.B. Haryono. 

Hebat khan, dengan selesainya pembangunan proyek dalam jangka waktu 34 bulan sejak penanda-tanganan , maka kita akan memiliki galosine kadar RON 92 dan sudah waktunya konsumsi bahan bakar BBM berkualitas tinggi semakin melaju. 

Ngga Cuma pabriknya yang dibangun, tetapi SBPU untuk pembelian bahan bakar Pertamax dengan RON 92 pun telah disiapkan mulai dari NTT, Flores , sampai semua SBPU yang ada di Jawa dan pada akhirnya di seluruh Indonesia.

 Peningkatan pembelian dan pergeseran konsumsi BBM dari Premium jadi Pertamax itu membuat Pertamina sangat gembira . Banyak sekali loh peningkatannya Pertamax dan Pertilite (jenis kualitas tinggi) sampai 363,7".

 Senang banget khan karena ini berarti kesadaran masyarakat pun sudah makin tinggi. Apa yang kutakutkan sejak awal tidak akan terjadi , “Awan gelap telah berubah menjadi Awan biru . Bersihnya dan birunya awanku, menjadi harapan bagiku dan generasi masa depanku untuk hidup lebih sehat". 

Ini semua berkat dukungan dari kalian karena kalian sudah menggunakan Pertamax (RON 92) yang telah terbukti ramah lingkungan , kualitas udara yang segar, lebih sehat, langit pun tetap biru. Masa depan cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru.