Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

29 Agustus 2017

Sehari Penuh dengan Pembelajaran :

ayofoto.com


Tepatnya hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 menjadi momen penting bagi saya karena banyak hal yang bermanfaat terjadi dalam hidup saya.

 Yang pertama adalah undangan dari Astra untuk hadir dalam Kick Off Lomba Astra 2017 dan Lomba Anugerah Pewarta 2017 di Hall Cottage Pondok Duyung, Ancol
dokumen pribadi

 Suatu kehormatan bagi saya menjadi satu dari sekian banyak (50 blogger dan 50 fotographer) yang diundang . Rasanya saya sangat senang dan bangga ketika saya diundang oleh suatu perusahaan raksasa yang sedang merayakan Ulang Tahun ke-60 . Ulangtahun yang dirayakan bukan dengan “hura-hura” atau “pesta” tetapi Astra ingin menginspirasi selama 60 tahun dengan berkarya di negeri ini selalu ada misi , visi dan roadmap untuk kesejahteraan bersama bangsa.

 Boy Kelana sebagai Public Relation dari Astra International Indonesia menjabarkan kepada kami apa misi, visi serta straegic roadmap dari Astra. Lalu juga memberikan gambaran betapa besarnya dan berkembangnya Astra dari sebuah perusahaan keluarga menjadi 213 anak perusahaan dengan 7 lini bisnis. 

Setelah itu ada talk-show dari dua pemimpin Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa Astra memiliki kepedulian dalam kesejahteraan ekonomi warga. Kontribusi Astra dalam kesejahteraan warga dibagi dalam 4 kategori, Astra Cerdas (dalam bidang pendidikan); Astra Hijau (dalam bidang lingkungan); Astra Kreatif (dalam bidang UMKM); Astra Sehat (dalam bidang kesehatan). Orang atau UMKM yang dibantu oleh Astra adalah mereka yang berasal dari kaum marginal yang tak mampu mengakses dalam bidang yang ingin ditekuninya. Ketekunan dan komitmen dari para binaannya membuat mereka dari yang miskin menjadi orang yang sejahtera, yang tidak terdidik menjadi terdidik. 

Selesai talk show, acara sharing dari 2 nara sumber mumpuni tentang Traveller fotography dan Penulisan Travelling. Ada 2 nara sumber yang sangat membanggakan hari itu : Yang pertama adalah Sandy Wijaya. Seorang traveller fotographer yang telah melanglang buana di 59 negara dengan segudang keberhasilannya dan . 59 Negara (saya ngga bisa bayangkan padahal orangnya masih muda banget). Begitu Pak Sandy ini memberikan paparan tentang travel photography. Saya terkesima, teorinya singkat tapi hasil fotographernya membuat mulut dan mata saya ternganga lebar. Hanya satu kata “wow”. Yach, memang Sandy itu bukan hanya passion, tapi totalitas kerjanya sangat luar biasa. 

Sedikit paparan yang saya ingat bahwa travel fotography adalah salah satu sub kategori fotography yang cakupannya sangat luas melingkupi, alam, manusia ,budaya, adat istiadat, dan sejarah. Yang paling esensial dari suatu fotography adalah spirit of place. Artinya mengacu pada hal yang abstrak,unik , khas dan otentik, maka seorang fotographer harus menjiwai sebuah karya foto sehingga keberhasilan karya itu dapat dicapai. 

Untuk itu diperlukan beberapa tips and tricks : 
1. Riset: dilakukan melalui buku-buku traveller, youtube 
2. “Try to blend in” : menyatukan diri dengan masyarakat (when you are in Rome, act as romans do) Singkat banget yach. Tapi kalo lihat hasil karyanya di sini kamu pasti langsung menghargai apa yang dikatakannya Hasil karya Sandy Wijaya, yang saya foto tidak bagus maklum belum kelasnya. Tapi Anda semua dapat melihatnya di sini (https://www.instagram.com/sandywijaya/

 Nach pembicara kedua adalah Arief Rahman, seorang backpackstory teller. Dengan pelbagai penghargaan dan keberhasilannya , Arief telah membuktikan dirinya sebagai story teller travelling yang jitu sekali. Gaya bahasanya dan cara penyajiannya sangat simple tapi sangat otentik dan memakai kalimat pertanyaan, kalimat percakapan yang tidak membosankan. 

Inilah tips buat kita semua tentang menulis feature.
 1. Definisi dari feature : sebuah tulisan khas dengan karakter human interest yang kuat, yang dimuat di surat kabar atau majalah secara reguler.
 2. Contoh yang diberikan : “Kegigihan Anak Bajo Menimba Ilmu ,Menerjang Ombak Ditengah Laut”
 3. Sifat dan karater feature: - Ringan untuk dibaca tidak seberat opini - Kreatif dalam menciptakan ide penulisan - Informatif dalam penulisan isi - Menghibur dalam gaya penulisan - Subjektif dalam penyampain kata yang ditulis
 4. Jenis dari feature: - Berita - Tips - Biografi - Sejarah - Alam - Sosial , Budaya, politik 
5. Dalam menulis feature, penulis menekankan manusiannya bukan permasalahnnya.
6. Diharapkan penulis menulis dengan mencari alur yang variatif, sudut pandang orang ketiga, informatif,mengangkat sisi humanis, buat karakter yang kuat,berikan nilai manfaat 
7. Struktur dari feature: - Judul - Paragraph pembuka (deskripsi, kutipan, pertanyaan) - Isi - Kesimpulan (happy ending, pertanyaan, kesimpulan) 

Setelah mendapat insight dari dua pakar yang punya kemampuan luar biasa itu, masih diadakan lomba fotography dan nulis dadakan.  Saya merasa sudah mengirimkan via email. Tapi berhubung semua orang (100 orang) serentak mengirim ke email yang sama, ternyata karya itu bounch atau mental. Dan hal ini baru saya ketahui ketika aya sudah pulang.

 Waktu sudah menunjukkan waktu untuk pulang .   Kami pulang naik bus dari Ancol ke tempat dimana kami berkumpul di Menara FIF. Hari telah larut malam pukul 8.20 ketika tiba di gedung Menara FIF. Saya harus melanjutkan perjalanan ke rumah. Tadinya ingin order grab car tapi melihat situasi macetnya jalan di daerah Simatupang, saya menyurutkan keinginan itu. 

Bertanya kepada pa Satpam, apakah banyak taxi blue bird lewat? Dijawab oleh Satpam: “ Di sebelah pangkalan taxi Blue Bird”. Senang sekali karena tanpa tunggu ternyata ada 1 supir blue bird yang mau pulang ke rumahnya di sekitar rumah saya. Begitu masuk, supir yang usianya setengah lanjut seperti saya menyapa dengan ramah “Selamat malam”. Menyalakan AC, dan mulailah supir ini bercerita tentang pekerjaannya sebagai supir. “Hari ini saya dapat penumpang Bu dari Mampang ke Pulogadung. Sampai Pulogadung katanya mau balik lagi setelah meeting. 

Saya pikir meetingnya 2 jam, ech sampai lima jam. Tapi saya bersyukur juga lah dia menepati janji, balik dengan saya!” “Wah bapak itu orang Jawa (melihat gaya bahasanya dan cara berpikirnya yang selalu bersyukur) yach? “ “Iya , Bu. Tapi orang Jawa itu yach ngga selalu “apik” loh , bu!” Wah ini makin seru pembicarannya , terlebih soal karakter orang. Saya paling suka dech. “Begini, bu teman-teman saya di BlueBird itu banyak yang mengeluh. Loh mereka itu dulunya khan dari kampung. Diberikan pembinaan oleh BlueBird, diberikan pengarahan sampai jadi driver yang pintar, sopan dan berkarakter (wow kata-katanya mulai meningkat )”, katanya. “Terus kenapa Pa?” “ Mereka itu mengatakan kejelekan BlueBird dibelakang manajemen. Saya jadi risih bu. Lebih baik kalo sudah ngga betah yach lebih baik ke luar daripada mengeluh panjang lebar. Khan semua driver itu Mitra. Mitra itu boleh milih dong mau kemana saja!” 

“O, saya juga berprinsip sama seperti bapak. Lebih baik keluar dari kantor kalo sudah tak kerasan dan merasa tak dihargai dan sebagainya. Ngga baik ngomelin kantor di belakangnya”, jawab saya. Wah, topik makin seru saja. Tentang berbagai fasilitas bluebird yang diberikan karyawan, kenapa karyawan sekarang mengeluh. “Manusia itu tak pernah puas yach , Bu!” katanya. “Pa, memang kita itu tak boleh berpuas diri dengan apa yang ada, terus berusaha. Tapi kalo sudah usaha, ternyata hasilnya Cuma segitu saja, yach harus menerima !” jawab saya. 

Ach, percakapan malam itu dengan Pak Supir serasa terasa singkat sekali , sudah sampai di rumah, tapi masih banyak yang ingin dibahas. Malam itu saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang fotography dan penulisan feature, tapi juga “Life skill of Knowledge” dengan prinsip dan value yang saya setujui.