Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11 Agustus 2017

My Lovelist on Prelo




liputan6.com

Saya pernah berkunjung ke Pameran Seni yang bertema "Dari Barang Bekas Jadi  Art Craft. Begitu masuk ke ruang pameran saya menjumpai koleksi dekorasi seni kriya yang menakjubkan. Karya-karya bercita rasa seni tinggi ini ternyata berasal dari bahan-bahan bekas sisa dari limbah interior yang dimanfaatkan sebagai art craft. Dimulai bahan bekas playwood, kartus hingga kayu sisa produksi. 

Suatu pelajaran penting dalam hidup saya yang mengubah paradigma tentang barang bekas bukanlah barang yang sepantasnya untuk dibuang tetapi barang yang mampu bernilai tinggi ketika dimanfaatkan dengan kemampuan art . 

 Prelo Belajar dari Ekosistem 
Shutterstock.com

Manusia itu tak bisa lepas dari ekosistem karena manusia sendiri bagian dari ekosistem itu. Berawal dengan ekosistem yang merupakan suatu tatanan secara utuh dari seluruh lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Kesatuan itu dari mahluk hidup dan lingkungannya harus hidup serasi satu dengan yang lainnya. Ketika mahluk hidup itu tak lagi mengindahkan atau memperhatikan dengan lingkungannya baik itu alam, air, udara atau pantai maka terjadilah ketimpangan dari kehidupan dari mahluk hidup itu sendiri. 

 Pada dasarnya manusia tak bisa mengabaikan kehidupan lingkungan, ada keterikatan dan adanya hubungan saling timbal balik . Sedihnya keterikatan ini sering tidak disadari oleh manusia sebagai mahluk hidup yang paling tinggi derajatnya. Manusia sering melupakan untuk memelihara keseimbangan dari ekosistem. Pemeliharaan itu bukan sesuatu yang mudah tetapi harus ada komitmen kuat sekali.

Manusia yang memiliki segudang barang-barang yang dimilikinya, dan ketika barang itu tak lagi digunakannya, lalu membuangnya maka benda-benda itu justru akan membuat bumi kita makin panas. Bahan-bahan seperti kulit, plastik, metal tidak mudah terserap dalam bumi. Semua bahan-bahan yang terbuang itu seharusnya kita olah melalui proses daur ulang . Sulit untuk mempraktekan daur ulang karena malas dan tidak ada ide, ada cara lain yang dapat dilakukan agar kita ramah terhadap lingkungan hidup yaitu dengan memanfaatkan barang second hand, atau menjual barang yang tidak diperlukan untuk digunakan oleh orang lain dengan menjual sebagai barang second hand.

 Founder dari Prelo, Fransiska Hadiwidjana sudah jatuh cinta dengan dunia teknologi sejak dia me mengambil kuliah Jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2008 lalu. Keinginannya untuk membangun start-up barang bekas “Prelo”. 

Mengapa memilih barang bekas? Prelo, sebagai pioneer dari pemikiran barang bekas itu bukan sekedar barang bekas atau second yang tidak bermanfaat, tetapi justru barang bekas “brand” asli yang masih dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh orang lain yang membutuhkan. Ada manfaat besar yang ingin dikembangkan, sisi komersial besar yang melestarikan bumi dari sisa-sisa pembungan barang bekas.

 Dari namanya Prelo, dapat ditebak bahwa barang-barang bekas itu tidak sembarang barang yang tidak dipakai /tidak digunakan lagi, tetapi selalu ada kenangan yang sangat mendalam dari pemiliknya. Setiap kali seseorang memiliki barang, tetap saja ada kenangan indah atau story dibalik kepemilikan. Ketika pemilik akan merelakan untuk menjualnya, terkadang ada emosi yang harus direlakan untuk ditinggalkan karena  kehilangan  barang-barang itu seperti kehilangan kekasih.  Sesuatu yang disayangi harus direlakan untuk pergi dari jangkauannya. “Preloved goods” , sungguh tidak mudah melepaskan barang karena ada kasih atau cinta dari nilai barang itu . 

Mengenal secara dekat dengan Prelo 

Pengalaman yang sangat menarik bagi saya saat berkunjung ke Prelo. Awalnya hanya sebagai pengunjung yang ingin sekedar memuaskan keinginan tahu apa yang dijual “Prelo” dan apa yang ditawarkan oleh “Prelo”. Membuka webiste “Prelo” sangat user friendly, mudah dan langsung mendapatkan apa yang diinginkan. 

Mencari keinginan yang dicari dari seorang pembeli saya yang pertam kali datang tidak tersesat sama sekali. Begitu akses , disajikan editor’s choice, segudang barang-barang seperti pakaian, tas, sepatu, kamera, kacamat hitam/sunglassas, yang memiliki brand terkenal seperti Guess, Guchi, Fujifilm, Neo Michael Kors, Balenciaga. Jatuh cinta dengan barang-barang bekas tetapi kelihatan sangat baru dan harga yang “reasonable”. 

Ngga Cuma itu, ada Highlights memunculkan barang-barang terbaik dari produk untuk bayi, bayu anak-anak, tempat makan, kursi mobil untuk anak,crayon, sepatu. Highlights juga memunculkan barang-barang yang kita inginkan seperti pakaian laki ponsel, laptop, aksesoris, gadget Tampilan yang memudahkan dari fitur-fitur , yang memudahkan pencarian ada di atas misalnya Women, Beauty, baby&Kid, Book , Antique, Men, Gadget, Hobby, Living. 

Sebatas klik saja maka semua tampilan yang dipilih akan ke luar. Ketika tertarik salah satu dari produk seperti tas wanita, maka detail dari barang itu tertera dengan sangat jelas seperti merek, berat, kondisi, alasan jual, barang dikirim dari mana, keterangan tambahan.

Second tidak identik barang rusak /jelek

Asumsi atau paradigma pembeli ketika mendengar barang second atau bekas, langsung menganggapnya sebagai barang yang sudah tak terpakai oleh pembelinya dan selayaknya dibuang. 
Namun, di Prelo, Anda akan menemukan berbagai barang-barang brand berkualitas tinggi, yang disimpan oleh pemiliknya karena hadiah yang tidak terpakai atau lapar mata beli bukan karena kebutuhan.

 Jaminan belanja di Prelo 

Untuk mengetahui apa jaminan belanja di Prelo itu aman atau tidak, dengan mudah kita baca testimoninya. Testimoni dan review dari pembeli yang membeli barang di Prelo rata-rata puas. 

Apabila tidak puas pun tidak perlu khawatir, barang dapat dikembalikan dalam jangka waktu 3x24 jam setelah dterima. Wah yang paling menyenangkan jika saya tertarik untuk membeli salah satu barang itu, saya bisa chat dengan penjual. Misalnya kita sudah jatuh cinta untuk membeli tapi masih ingin menawar barang, kita dapat melakukan tawar. Begitu penjual menyetujui, maka kita dapat langsung melakukan pembayaran. Begitu pembayaran dilakukan, penjual akan mengirimkan barangnya dalam waktu 3x24 jam. 

Sebagai pembeli, kita diberikan kesempatan untuk menggunakan “belanja bergaransi”. Jaminan dari Prelo bahwa dalam waktu 3x24 jam setelah barang diterima maka jika barang terbukti KW , memiliki cacat dan tidak diinformasikan atau beda dengan yang dipesan, kita dapat membatalkan. Tentu uang kita akan dikembalikan setelah kita mengembalikan barang itu. 

Senang banget loh, beli di Prelo, tidak ada kekhawatiran bahwa sebagai pembeli akan ditipu oleh penjual karena setelah pembayaran dilakukan penjual tidak langsung menerima dana dari Prelo sebelum pembeli melakukan review dari barang yang dikirim. Lega, puas dan senang dapat barang Prelo, meskipun bekas karena kita tak mampu membeli mahalnya harga brand yang terkenal, tapi kita masih dapat menikmatinya, apalagi jika barang itu masih dalam kondisi 90-95% 

My Wish List on Prelo 

Frame kacamata bekas yang saya dambakan untuk bisa mengganti frame kacamata saya karena framenya sudah agak kekuningan kena keringat. Frame eyeglass second  bebe 5020 yang sudah saya inginkan itu sudah saya masukan dalam wish list .


 Pengalaman saya mencari frame kacamata bekas  lewat aplikasi Prelo Sesuai dengan proses pembelian pun, saya sudah membuka akun di Prelo. Membuka akun sangat mudah dengan mengisi seluruh data yang diminta. Begitu buka akun, saya yang sudah lama menginkan dan mengincar frame kacamata, langsung klik dengan kacatama yang ditawarkan. 

Masih agak ragu-ragu karena harganya masih mahal dan belum memenuhi budget, iya ngga apa-apa dong sebagai pembeli mau nawar. Saya pun ke ruang chat untuk bertanya kepada penjual apakah harga boleh berkurang. Ternyata belum boleh sama sekali. Wow, saya sendiri merasa sudah sangat ingin membeli, tapi kenapa belum boleh turun harganya. Tidak mengapa? Semoga dalam waktu dekat saya bisa secepatnya punya kesempatan untuk memiliki. Masalah harga memang masih jauh dari budget yang saya inginkan.

 Keinginan untuk mendapatkan terus ada di hati saya, seandainya saya bisa bertransaksi, di Prelo, step berikutnya yang harus saya lakukan tinggal membayar lewat Prelo, lalu menunggu barang dikirim oleh penjual. Selesai sudah, sesimple yang tak pernah saya bayangkan jika saya harus mencari barang di toko offline.

Belanja second hand di Prelo bermakna dan bermanfaat ganda, pertama Anda dapat barang yang diinginkan dengan brand yang berkualitas dengan harga yang lebih murah, kedua Anda ikut berpartisipasi dalam menghijaukan bumi tempat kita berpijak.