Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

9 Agustus 2017

Indahnya Bumi Indonesia: Padang dan Bukittinggi

Bagi wisatawan yang mencintai budaya dan panorama, Padang tepat menjadi destinasi utama. Di Padang dan Bukittinggi, panorama yang indah dan budaya yang sangat tinggi nilainya dapat ditemukan. Destinasi yang tidak jauh dari Jakarta jika menggunakan pesawat terbang dengan jarak tempuh sekitar l l/2 jam.  Sambil jalan-jalan ke Padang dan Bukittinggi,  pengalaman yang sangat menakjubkan akan kita peroleh.

Pantai Mandeh :
dokumen pribadi

Letak atau lokasi Pantai Mandeh adalah 56 km dari Kota Padang. Jalan menuju ke Pantai Mandeh berkelok dan berbukit dan sangat indah karena di kiri kanannya merupakan hutan belantara dan penuh dengan pepohonan dan tanaman langka. Kita berhenti di suatu tempat yang namanya, dermaga penyeberangan atau tempat nelayan . Dari dermaga kami naik speedboat yang memuat sekitar 10-11 orang. Jarak dari dermaga menuju kawasan P Mande sekitar 30 menit. 

Air laut yang sangat tenang dan biru dan cuaca cerah membawa kami ke pulau Mandeh . Sesampai di Pulau Mandeh, pasir putih menghampar dan angin yang sepoi-sepoi menjemput kami. Kami beristirahat di sana untuk makan siang sambil menikmati sekitar pantai yang terlihat bukit-bukit dan pulau-pulau yang berada di sekitarnya. Ada beberapa gugusan pulau sekitar Pulau Mandeh, diantaranya Teluk Carocok, Traju, Setan Kecil, Sironjong, Pulau Cubadak. Sementara di bagian selatan kawasan ini tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung meliuk bagaikan kail, sehingg ateluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riaknya yangselalu bernyanyi tak henti-hentinya

 Teluk Bayur: 
dokumen pribadi

Sebuah pelabuhan yang dulunya sangat terkenal untuk pengiriman barang dan pengangkutan manusia. Tetapi sekarang hanya dipergunakan untuk pengiriman semen dan barang-barang. Luasnya 30,89 ha hampir hamparan air yang membiru dan pemandangan matahari yang terbenam menambahkan eksotis keindahannya pelabuhan yang sangat tenang airnya. Pengunjung dapat menikmati pemandangan ini dari pinggir jalanan dimana kamera dapat mengabadikan keindahannya. 

Danau Kembar :
dokumen pribadi

Danau Kembar terdiri dari Danau Diatas dan DiBawah.  Dari Padang menuju ke Danau Kembar kami melalui jalan kelok menanjak terus yang sangat curam dan sempit. Disebut dengan Danau Kembar karena terdiri dari dua danau yaitu Danau Diatas dan Danau Dibawah berjarak 56 km dari Kota Padang dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pada jalur Padang ke Muara Labuh. 
dokumen pribadi

Kedua danau itu memiliki perbedaan baik dari segi luas maupun ketinggiannya. Kedua danau tersebut saling berdampingan dijajaran Bukit Barisan. Jarak antar akeduanya hanya sekitar 300 meter sehingga disebut dengan Danau Kembar.Kawasan Danau Kembar juga memiliki agrotourism yang luas dan khas seperti perkebunan teh, markisa dan sayur mayur. Di kawasan ini tersedia fasilitas cottage,restoran dan coffee shop. Kegiatan Wisata lainnya seperti tracking,olah raga air.

Istana Baso Pagaruyuang:
dokumen pribadi

Istana kerajaan Istana Baso Pagaruyuang adalah salah satu istana terbaik di Batusangkar. Istano ini merupkan duplikat bangunan Istano Rajo Alam Minagkabau yang dibakar Belanda tahun 1804 dan dibangun kembali pada tahun 1976. Bangunan ini terdiri dari 11 gonjong , 72 tonggak dan 3 lantai. Objek Wisata ini dilengkapi dengan surau, tabuah, rangkiang, patah sambilan serta fisik bangunan 

Istana Baso Pagaruyuang dilengkapi dengan berbagai ukiran yang tiap bentuk dan warna ukiran itu mempunyai falsafah,sejarah dan budaya. Lokasinya di Nagari Pagaruyuang Kecamatan Tanjung Emas berjarak 105 km dari Kota Padang dapat ditempuh dalam waktu 2.5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Berbagai macam cendramata dan memakai pakaian pengantin ala Minangkau dapat dijumpai di sini. Banyak pemotret yang akan mengabadikan kebesaran dan keindahan pakaian Minangkabau.

Lembah Harau: 

Lembah Harau merupakan salah satu objek wisata utama di kabupaten 50 kota, terletak di kecamatan Tarangtang Harau dan diapit oleh dinding dindingg curam dengan ketinggian 100-200 m. Disini kita dapat menikmati pesona alami alam lengkap dengan kolam renang,taman satwa, arena tempat bermain anak-anak. Sayangnya jika musim kering, tidak ada air yang mengalir dari lembah ke bawah. 

Ngarai Sianok :
dokumen pribadi

Ngarai Sianok merupakan Lembah dengan ketinggian dinding 100 meter dengan sudut 90 derajat yang berlokasi 2 km dari pusat kota Bukittinggi adalah sebuah patahan semanggak yang membentang sepanjang 15 km dengan lebar 200 m. 

Di dasar Ngarai ini mengalir sebuah anak sungai yang menelusuri celah celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Ngarai Sianok dapat dinikmati dnegan santai bila pengunjung berada di Taman Panorama Bukittinggi.Tempat ini juga menjadi lokasi kemping. Ngarai Sianok semakin diminati dengan dibangunnya “The Great Wall Koto Gadang” sehingga pengunjung juga menyebut tempat ini sebagai Tembok Cina Bukittingi. 

Danau Singkarak:

Danau Singkarak merupakan danau vulkanik dengan luas 107,8 km yang terletak diantara kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Lokasi objek mudah dijangkau dengan jarak tempuh 86 km dari kota Padang dan 36 km dari kota Bukittingi.Danak Singakarak dihuni oleh spesies ikan yang hanya bisa hidup di perairan ini dan dinamakan ikan bilih oleh masyarakat setempat tersedia fasilitas seperti hotel, rumah makan di sekitar objek wisata.Beberapa aktivitas wisata yang dapat dilakukan adalah memancing dan bersampan di tengah danau. 

Kelok 9:



 Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh. Daerah ini jadi daerah favorit ketika ada tour ingakarak Jalan ini membentang 300 meter. Dibuat oleh Belanda tahun 1908 dan selesai , jalan ini dibuat untuk menghubungkan antar kota Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam: Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Di sekitar Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58-700 meter. Tidak ada pengaman di pinggir jurang. 

 Jam Gadang:

 Bangunan ini memiliki tinggi 26 meter bergaya Belanda dan dibangun oleh seorang arsitek asal Minang bernama Yazin Sultan Gigi Ameh. Jam Gadang ini terletak di pusat kota Bukittingi dan telah mengalami tiga kali perubahan bentuk atapnya. Jam Gadang ini dibangun tahun 1926 digerakkan secara mekanik sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada pemerintah Hindia Belanda yaitu sebesar 3.000 Gulden.Jam Gadang ini merupakan icon masyarakat Bukittingi dan menjadi pusat perekonomian terbesar di Sumatera Barat. 

Pusat Kebudayaan dan Informasi Pariwisata Sumatera Barat:
dokumen pribadi

 Di tempat ini kita dapat menemukan berbagai macam peninggalan mulai dari rumah Gadang, makna rumah gadang, budaya orang Minang sampai kepada cara-cara peminangan orang Minang. Di dalam rumah Gadang ditemukan pasak tiang yang tidak lurus. Oleh arsitek orang Minang hal ini memang disengaja agar dapat menahan gempa . Juga runcingnya atap itu memiliki arti memecah dan menerpa angin. 

Minangkau artinya menang kerbau. Daerah letaknya dari dua aliran sungai. Ukiran rumah gadong memiliki arti dan filosofi 5 pokok: 1.Kaluak Paku: keadaan alam dan berburu kepada alam 2. Kucing Lalo: kucing tidur tapi telinga tetap siaga 3. Itiak Pulang Patang: Bebek pulang sore hari dibawah komando , semua ikut sesuai yang didepan 4. Si Kambang Manih: tutur kata yang manis kepada tamu 5.Bunga Jombang: wanita cantik menunggu tambu dengan senyuman dan makanan yang enak 

Lubang Jepang:
dokumen pribadi

Lubang Jepang merupakan bunker perlindungan yang dibangun oleh tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942. Bunker atau terowongan ini dibuat untuk kepentingan pertahanan . Lubang Jepang dibangun sebagai tempat untuk penyimpanan perbekalan, peralatan tentara Jepang. Panjang terowongan 1400 meter dan berkelok-kelok, lebar 2 meter dengan 64 tangga menurun. Terdapat ruangan khusus yaitu ruangan pengintaian dan penyergapan, penjara dan gudang senjata. 

Pembangunan terowongan dilakukan dengan memperkejakan secara paksa puluhan sampai ratusan ribu tenaga kerja paksa (romusha) dari Pulau Jawa, Sulawesi dengan maksud supaya terowongan ini tidak diketahui oleh orang Bukittinggi sendiri.