Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 Desember 2016

Anggaran Negara itu Mirip banget dengan Anggaran Keluarga

Dokumen pribadi

Analogi yang sangat sederhana seorang Menteri Keuangan adalah seperti seorang ibu rumah tangga yang memegang kunci utama dari anggaran. Jika Menteri Keuangan punya APBN, maka seorang ibu rumah tangga punya anggaran rumah tangga. 

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam urusan anggaran rumah tangga, mengelola dana rumah tangga itu boleh dikatakan rumit dan perlu ada seni untuk mengelolanya. Namun, adakalanya juga tidak rumit. Pengelolaan dana itu ternyata memerlukan keahlian dan ketrampilan dalam mengalokasikan antara dana masuk dan dana keluar.

 Selama mengurus anggaran rumah tangga terasa gampang, tidak rumit, jika saya sudah mendapat kepastian berapa jumlah uang yang akan diterima pada suatu bulan. Setelah tahu jumlahnya, dengan mudahnya, saya dapat alokasikan kebutuhan saya selama bulan itu. Contoh sederhana, gaji saya dan gaji suami totalnya Rp.10 juta. Lalu, kebutuhan saya yang primer adalah cicilan rumah, konsumsi, asuransi, pendidikan anak, kesehatan, tabungan, kebutuhan emergensi atau wisata. 

Nach,sesuai dengan kebutuhan masing-masing, saya mulai buat anggaran pengeluaran sederhana, tiap-tiap kebutuhan ditentukan berapa jumlahnya. Dimulai dengan kebutuhan primer yaitu cicilan Rumah: Rp.2juta, konsumsi: Rp.3 juta, Pendidikan : Rp.1.5 juta, Asuransi: Rp.1juta, Kesehatan : Rp.1juta; Tabungan : Rp.1juta dan Emergensi atau wisata Rp.500 ribu.

 Pada awal bulan, sesuai dengan anggaran yang sudah dialokasikan, saya segera membagi dana masuk ke masing-masing pos. Di akhir bulan, saya mulai mengevaluasi, apakah dana-dana yang dialokasikan sudah sesuai dengan apa yang dianggarkan. Jika  pos yang kelebihan, bisa dialokasikan ke pos yang kekurangan. Jika ada yang salah dalam penganggaran , misalnya ada salah hitung, segera dikoreksi anggarannya supaya nanti hasil akhirnya  dapat sesuai dengan tujuan awalnya.

Rumitnya jika pendapatan yang diterima itu tak menentu atau tidak pasti karena setelah pensiun, kami tak punya pendapatan tetap yang dapat menjamin terpenuhinya anggaran belanja. Oleh karena itu saya harus mulai dengan anggaran baru yang sesuai dengan keadaan baru kami setelah pension. Anggaran baru ini pasti perlu penyesuaian  dari anggaran sebelumnya, ada modifakasi dan perubahan di pos-pos yang tak diperlukan . Lebih banyak dikurangi agar tidak terjadi defisit atau utang.

ABPN 2017: 
awalil rizky's blog

Anggaran Negara identik dengan anggaran rumah tangga.   Negara besar seperti Indonesia pastinya juga memiliki anggaran. Anggaran itu disebut dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2017 atau yang disingkat dengan APBN 2017. Landasan atau dasar pembuatan APBN 2017 ini sesuai dengan UU NO.17/2003. Dibuat oleh Pemerintah   dalam hal ini Kementrian Keuangan, ditanda-tangani oleh Bapak Jokowi, Presiden Republik Indonesia  dan disetujui oleh DPR . Setelah adanya persetujuan dari DPR, maka APBN itu dapat dilaksanakan oleh Pemerintah.

 Dalam konteks anggaran negara, pasti ada pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan atau yang disebut dengan pendapatan Negara itu terdiri dari banyak pos. Contoh dari pendapatan negara, penerimaan dalam negeri (perpajakan dan non perpajakan) dan penerimaan hibah. 

Sementara itu, pengeluaran atau belanja juga banyak pos-pos. Contoh dari pengeluaran Negara adalah Belanja Pemerintah Pusat; Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Belanja Pemerintah Pusat itu termasuk fungsi dari pelayanan umum, pertahanan, ekonomi, perlindungan lingkungan hidup, Perumahan, kesehatan, pariwisata, agama, pendidikan. 

Disamping itu  setiap kementrian (23 ) , MPR, DPR, dan Badan-badan pemerintah lainnya mempunyai program. Setiap kementrian  dan badan pemerintah  mempunyai program.  Program itu tentunya memerlukan biaya. Biaya dari setiap program itu dialokasikan . Contohnya Kementrian Pendidikan mempunyai program dasar dan menengah, biayanya sebesar Rp.22,673,495,266,000 ; program pendidikan anak usia dini biayanya sebesar   Rp,1843,571,781,000.

Anggaran Belanja  dari Kementrian Pendidikan sebesar Rp.39,823,127,018,000 yang merupakan 20% dari keseluruhan ABPN 2017 dan Anggaran Kesehatan 5% dari ABPN . Disamping itu ada anggaran pembangunan infrastruktur, dana desa, subsidi tepat sasaran. 

Tujuan  anggaran belanja Kementrian Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial cukup besar karena Pemerintah menaruh perhatian besar kepada pembangunan manusia secara utuh  .  Pemerintah menargetkan agar SDM (Sumber daya Manusia) Indonesia yang merupakan pilar utama dalam pembangunan manusia menjadi sejahtera dan makmur. 

Kedepannya, dengan pendidikan yang bagus, kesehatan yang prima, otomatis  tercapai kemakmuran dan kesejahteran masyarakat Indonesia yang diidamkan. Oleh karena itu kita sekarang menyadari apa manfaatnya ABPN 2017 bagi masyarakat .

Salah satu usaha kita sebagai rakyat yang berpendapatan atau berpenghasilan tentu kita membayar pajak kepada Pemerintah. Dengan pajak, kita akan berpartisipasi dalam pendapatan Negara. Dengan pendapatan Negara, kita bangun manusia Indonesia yang sejahtera dan makmur.

 Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba Blog "APBN 2017"




Referensi:
www.kemenkeu.go.id/apbn2017