Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

22 November 2016

Kritik dari Atasan, Sulitkan Menerimanya? Inilah Tipsnya Supaya Anda Move On


Kritik tidak bisa dianggap sebagai hal yang negatif . Seringkali begitu menerima kritik, kita langsung merasa bahwa kita diserang habis-habisan. Apalagi jika itu bersifat menyakiti, ada yang mengatakan “kok bajumu tidak rapi”, “”kok makanannya tidak enak”, “kok kamu pemalas”, “kok hasil kerjamu tidak memuaskan”. Padahal serangan kritik ini bukan hendak menyalahkan, ada hal-hal yang akan disampaikan bersifat positif di dalamnya. 

Orang yang mendapat kritik pun lebih senang menyiapkan “”tameng”” untuk berlindung, bahkan menyangkal. Hasil akhirnya, orang yang mendapat kritik langsung membalas dengan kritikan kembali karena kekesalannya atau ada yang lebih senang untuk menyiapkan “”tameng” untuk berlindung. Dan kritik tak pernah ditanggapi dengan serius, dan akhirnya kesalahan demi kekalahan akan berlaku kembali.

 Lalu, bagaimana jika yang mengkritik adalah atasan sendiri? Apakah kita bersikap acuh tak acuh? 

Berikut adalah empat sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapinya:

 MENERIMA 


Pertama, mendengarkan dan menerima apa pun yang disampaikan oleh atasan. Cobalah berbesar hati dan biarkan penilaian selesai disampaikan. Apabila terdapat teguran atas kesalahan yang telah diperbuaht, mengucapakan maaf adalah cara terbaik. Mengakui kesalahan tanpa harus menyalahkan orang lain dapat menunjukkan pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab. 

MEMINTA PENJELASAN 


Apabila atasan kurang puas terhadap performa kerja, jangan sungkan untuk minta penjelasan yang lebih detail mengenai letak kesalahan yang Anda perbuat.Dengan mengetahui penyebabnya, kiat akan mudah memperbaikinya. Apbaila pernyataan atasan berlawanan dengan kejadian yang Anda alami dengan sebenarnya, lakukan konfirmasi dan klarifikasi dengan sopan agar tidak terjadi kesimpang-siuran 

EVALUSI:


 Sebagian besar orang menilai kritik sebagai hal negatif dan sering kali memikirkan berlarut-larut hingga lupa untuk mengevaluasi diri. Ingat dan catatlah segala hal yang dikemukakan atasan mengenai kinerja Anda, termasuk penyebab kesalahan yang sering diperbuat. Berhenti bersungut-sungut dan menilai ada niat buruk dari rekan sejawat maupun atasan untuk menjatuhkan reputasi.Cobalah untuk bersikap kooperatif dengan cara memperbaiki kesalahan agar kelak kinerja semakin baik 

BERTERIMA KASIH 


Meskipun kalimat pahit yang diteirma, tak ada salahnya Anda tetap mengutamakan terima kasih kepada atasan.Bagaimana pun, kriitk bisa dijadikan sebagai “alarm” dan salah satu bentuk kepedulian kepada Anda agar bekerja lebih baik lagi.