Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

12 Oktober 2016

Sehatkan Jiwamu #HariKesehatanJiwaSedunia

 
sehatfresh.com
Manusia itu sebenarnya terdiri dari badan, jiwa, raga. Keseimbangan dari ketiganya perlu dijaga agar tercipta kesehatan secara totalitas. Jika badannya saja yang sehat, sedangkan jiwanya tidak sehat, akan terjadi kedak-utuhan antara badan dan jiwa. Bahkan, orang sering menyebutnya dengan orang gila ketika bertemu dengan orang yang sakit jiwa yang berat. Mereka tak mampu berpikir lagi dengan sehat. Kesehatan jiwa dan mental itu sekarang jadi sasaran empuk bagi orang-orang yang bekerja karena tekanan dari pekerjaan, transportasi, sosial. 

 Perkotaan besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang makin sesak dengan para pekerja yang saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Setelah dapat kerja, mereka harus menampilkan prestasi dan performa kerja sesuai tuntutan jika mereka mau dapat jabatan atau kenaikan gaji. Tuntutan kerja dari pekerjaan itu sendiri jadi pemicu stres. 

Ada contoh dari seorang pemuda sebut saja namanya Joko (bukan nama asli), sudah mulai tidak bisa tidur pada malam hari. Dia mulai dihinggapi dengan insomania. Padahal jam sudah menunjukkan puku 01.00, dia ingin tidur tapi tak mampu memejamkan matanya. Dia sudah mencoba untuk tidur dengan cara menghitung angka dari dari 0 sampai 101 dan angka itu tetap saja menari-nari di matanya. Matanya tetap tak mampu dipicingkan. Tak ada kantuk meskipun dia sudah merebahkan diri. Gangguan tidur itu dialami oleh Joko yang bekerja sebagai anggota tim kreatif di sebuah perusahaan advertising besar.

 Perusahaan mendapatkan order besar dari sebuah rekanan. Order itu harus diselesaikan dalam waktu 3 hari. Padahal normalnya pekerjaan sebesar itu seharusnya diselesaikan dalam waktu 1 bulan. Iklan yang butuh waktu untuk mengerjakan baik itu secara konsep maupun secara pembahasan. Dari shooting sampai selesai, dan pengeditan serta pekerjaan yang kecil-kecil tapi harus sempurna. 

Siklus kehidupannya menjadi berubah karena pekerjaan itu. Duulunya dia dapat istirahat seperti layaknya orang normal, jam 22.00 tidur malam, sekarang harus tidur malam pukul 01.00 dan tidurnya selalu mengigau. Terbangun pukul 4.00 pagi karena badannya tidak dapat tidur lagi karena jiwanya gelisah dengan belum selesainya pekerjaan. 

Ada anak muda yang lain sebut namanya Wati (bukan nama asli) yang bekerja sebagai keuangan dari sebuah perusahaan periklanan. Dia juga sulit tidur karena adanya pola tidur yang berbeda dengan layaknya orang normal. Pekerjaan yang harus selesai pada waktu awal, akhir bulan, membuat dirinya harus lembur hinggal malam hari menjelang pagi hari 0.400 . Lalu tidur hanya 3 jam setelah itu harus bekerja pada pukul 8.30. Wati menyisiati tidak bisa tidurnya dengan pergi ke kafe atau diskotek di akhir pecan. Dia minum anggur atau alokhol untuk membantunya bisa tidur. Awalnya, memang alcohol dapat membantunya tidur. Namun, lama kelamaan, tubuh sudah tidak bisa beradaptasi dengan alcohol sebagai pengurang fase tidur. Kondisi yang membuat stres adalah ritme hidup dan dinamika kota yang serba cepat membuat stres. Tata kota dan transportasi buruk juga jadi factor pembuat stres. 

Padahal 54 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Nach inilah yang jadi potensi dari warga jadi stres, dan jadi masalah sosial besar bagi Indonesia jika tidak diantisipasi. Pemicu Depresi Semua contoh diatas adalah gejala yang kerap dialami oleh setiap orang yang tertekan. Tidak bisa tidur dan mereka mencari sesuatu agar bisa tidur. Apa yang dicari itu sebenarnya ada dalam diri orang tiu sendiri. Damai dan tenang. Gejala fisik yang lainnya yang menimbulkan stres seperti pusing, sakit otot,jantung berdebar dan sakit lambung.

 Akibat dari tidak dapat tidur atau tidak tenang itu tubuh mengeluarkan hormone norepinefrin yang membuat tidak tenang dan sulit tidur. Apabila jadwal tidur tidak dirubah dan insomnia dibiarkan terus tanpa dirubah polanya, akibatnya akan berkepanjangan dan membuat jadi depresi yang mengganggu fisik. 

Cara mengatasi Insomnia: 


Gejala insomnia bukan diobati dengan obat tidur atau tidak diatasi sama sekali. Sebaiknya Lanny S.Tanudjaja, dokter di Klinik tidur RS Premier Bintaro menegaskan bahwa insomnia dapat diatasi dengan menerapkan higienis tidur ketika hendak tidur. Setiap hari harus tidur dengan jadwal yang sama, mematikanlampu, tak makan berat, tak merokok, tidak mengonsumsi kafein 3 jam sebelum tidur. Tempat tidur harus bersih dari barang-barang seperti buku dan laptop. 

Cara menyeimbangkan hidup:


 Seimbangkan diri kita semua antara kehidupan karier dan sosial. Pemerintah diharapkan terus memperbaiki tata kota , transportasi yang makin manusiawi. Warga selalu harus waspada adanya ancaman stres. Kita semua harus mawas diri agar tidak terjebak dalam arus stres jika tidak ingin menjadi orang yang “gila” karena depresi.