Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

26 September 2016

Ketika Karir Stagnan, Jangan langsung "Resign"

www.pixabay.com

Sekarang ini berkarir di suatu perusahaan, apalagi perusahaan besar sudah sangat ketat sekali “performance review” atau tinjauan kerjanya. Aspek tinjauan kerja itu bukan hanya dari hasil pekerjaan saja, tetapi dari beberapa aspek seperti bagaimana dengan kerja sama baik itu dengan sesama teman kerja atau klien, aspek dari kepuasan klien, aspek dari beberapa atasan langsung maupun di atasnya. Berat sekali yah! Benar berat. 

Kadangkala, ketika seseorang merasa bahwa dia sudah bekerja setengah mati dengan inovasi dan ide yang dianggapnya paling cemerlang, justru tidak dianggap oleh atasannya. Bahkan, ide itu dicuri atau diambil oleh teman sekerja yang mengatas namakan ide yang asli itu adalah dari dirinya. Belum lagi, ketika seseorang sudah bekerja sesuai dengan target dari “goal” atau tujuan yang diberikan kepadanya, tapi hasil akhirnya bukannya dia dipromosikan, bahkan dia dianggap sebagai karyawan yang bagus tanpa apresiasi . 

Dulu pada waktu saya masih bekerja, mereka yang berbicara lantang atau sering memberikan gagasan yang brilian dianggap sebagai orang yang pantas mendapatkan promosi. Tapi ada seseorang yang mencoba trik yang sama, hasilnya ternyata dia dianggap biasa saja. Perasaannya jadi kesal, lelah, kecewa dan terus bertumpuk dan seringkali frustrasi . 

Nah, jika Anda pada posisi yang demikian, Anda sebaiknya tak usah buru-buru untuk memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Janganlah emosi yang mengendalikan Anda pada saat keputusan penting harus dilakukan. Ambillah waktu tenang terlebih dahulu. Beberapa hari untuk berlibur akan membuat suasana hati tenang dan berpikir jernih. Setelah jernih, Anda dapat merencanakan hidup. Peratama Anda harus membuat rencana apa yang akan dibuat jika Anda harus resign. 

“Nganggur bukanlah solusinya”. Jangan pernah berkata, “Yang penting resign dulu karena gue sudah muak”. Carilah pekerjaan dulu di luar. Mencari orang-orang yang mengenal keahlian Anda dan minta informasi kepada network atau komunitas, pekerjaan yang tersedia untuk Anda.

 Kedua, jika Anda punya jiwa bisnis, buatlah perhitungan hingga mendetail, lengkap dengan model bisnisnya. Business plan, sampai dengan rencana keuangannya. Membangun bisnis bukan dalam sehari, tetapi bertahun-tahun, dan tidak semudah membalikkan tangan.

 Ketiga, tidak memendam pikiran-pikiran atas kekecewaan kita karena tidak adanya apresiasi atau promosi yang Anda harapkan. Anda dapat berbicara dengan atasan. Tanyakan kepada atasan dengan baik-baik soal kekecewaan Anda. Atasan yang baik biasanya akan mendengarkan dan memberikan perhatian. Jika atasan tak mau mendengarkan, Anda dapat berbicara dan minta bantuan, mungkin kepada sumber daya manusia.

 Keempat, tidak berbicara atau minta pendapat atau nasihat atau masukan tentang ketidak puasan kita kepada karyawan lain atau selevel dengan Anda. Hal ini menghindari adanya keinginan dari teman tersebut agar Anda membuat keputusan untuk keluar dari pekerjaan. Jika Anda keluar, maka otomatis pesaingnya di kantor akan berkurang. Ini bukan berpikir negatif tentang teman Anda, tetapi untuk langkah antisipatif.

 Kelima, jangan baper alias bawa perasaan di pekerjaan. Baper ini akan menjerumuskan Anda ke masalah lainnya. Contohnya ketika Anda sedang kesal, ada tawaran dari departemen lain yang menawarkan posisi lebih baik. Namun, karena Anda sedang kesal menanggap pekerjaan di departemen lain pun tidak menyenangkan karena masih dalam satu perusahaan, lalu Anda menolak. Padahal, posisi yang ditawarkan itu adalah posisi yang strategis untuk karir ke depannya. 

Keenam, jika sedang mencari pekerjaan lain, pastikan bahwa Anda juga mempunyai percaya diri Anda bisa lebih baik dari posisi yang dijabat saat ini. Kantor yang lebih baik tentunya suatu berkah. Namun, jika kantor itu bukan kantor yang lebih baik, Anda harus memiliki segudang informasi tentang kantor yang akan Anda lamar.

 Pastikan Anda tidak menyesal ketika keputusan telah dibuat dan Anda ingin masuk ke perusahaan yang Anda sudah komit. 

Capailah prestasi yang tinggi, jabatan dan koneksi sudah banyak, itu saatnya Anda untuk pindah kerja. Resign pada waktu yang tepat dan pemikiran yang matang akan melegakan dan membuat kita lebih produktif.