Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

19 Juli 2016

Kendalikan Obesitas Untuk Anak Anda

www.inatanaya.com

Berita yang sangat menghebohkan beberapa minggu terakhir ini adalah seorang anak, berusia 10 tahun bernama Arya Permana. Arya, nama panggilannya, jika Anda melihat tubuhnya, Anda akan akan terkejut mengetahui bahwa bobot tubuhnya sangat tidak normal. Bobot anak seusia 10 tahun memiliki bobot 190 kg. Sulit untuk berjalan, tersengal nafasnya, sulit untuk beraktivitas bahkan untuk bersekolah pun tak mampu . 

www.inatanaya.com

Kasus yang sangat menghebohkan ini sedang ditangani oleh tim dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung . Tim khusus yang diketuali oleh Julistio TB Djais, terdiri dari spesialis gizi anak, endokrin anak, tumbuh kembang anak, patologi klinik, radiologi, bedah anak, ortopedi, psikiatri anak, hingga rehabilitasi medik. 

Penanganan dasar telah dilakukan oleh tim dengan memperbaiki asupan makanan Arya karena sebelumnya diketahui bahwa Arya terbiasa senang makan mi instant dan minuman kemasan. Sekarang ini harus dikurangi kalori yang berlebihan. Arya hanya diberikan 2.500 kalori per hari, ini sepertiga dari yang biasanya diberikan di rumah. Disiapkan gizi seimbang protein, karbohidrat dan minuman air putih. Aktivitas yang harus dilakukan pun belum banyak, yaitu dengan berenang dan jalan kaki mengitari RS Hasan Sadikin. 

Obesitas disebabkan oleh dua hal . Hal pertama adalah dengan adanya pola makan atau lapar mata . Hal kedua adalah masalah genetik atau kelainan hormon. Sementara ini tim dokter  menemukan masalah obesitas Arya karena lapar mata atau pola makan.   Tim dokter  sudah mencoba menguranginya menjadi 2500 kalori yang merupakan l/3 dari pola makan yang dilakukan di rumah Arya.

 Namun, pertanyaannya, bagaimana jika nanti Arya akan pulang ke rumah, apakah ibu dan keluarganya, lingkungan (sekolah) juga telah mendapatkan edukasi bagaimana menerapkan dan mengatur pola makan yang tidak berlebihan tetapi cukup bergizi/bernutrisi dengan asupan karbohidrat, protein, sayur dan air dan snack

Hal yang kedua jika terjadi kelainan genetik atau hormon, akan diteliti lebih lanjut . Jika ditemukan kelainan, maka akan akan diadakan operasi tindakan misalnya operasi penyempitan lambung . Sejauh ini ketika Arya sudah diperbolehkan pulang karena dianggap terapi sudah agak berhasil dengan mengurangi bobot badannya sekitar 2 kg dari 189 kg menjadi 187 kg. Padahal ini masih jauh dari toleransi bobot 40-50 kg untuk bisa sehat dan normal kembali.

Kasus ini menjadi pelajaran besar dan peringatan keras bagi kita semua sebagai orangtua karena Indonesia telah menempati urutan pertama negara dengan tingkat obesitas pada anak di Asean dengan tingkat 12,2%, padahal negara lain Thailand 8%, Malaysia 6% dan Vietnam 4,6%. 

Sebuah klinik terbesar dan terpercaya dalam penanganan obesitas komprehensif bernama Klinik LightHOUSE Indonesia didirikan oleh Dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt.  Dr. Grace seorang pakar bariatrik (cabang ilmu kedokteran menangani penyebab , pencegahan, pengobatan obesitas, pola makan, olahraga, gaya hidup, pendekataan terapi terpadu) dan timnya sangat menyayangkan penanganan terapi Arya yang belum menyeluruh.

Keberhasilan penanganan obesitas harus bersifat komprehensif baik itu dari segi nutrisi, olahraga, psikologis. 
www.inatanaya.com

Anjuran dan tips yang sangat tepat dalam merubah pola makan : 

www.pixabay.com

  • Aturlah pola makan yang tidak berlebihan, cukup asupan karbohidrat, protein, sayuran akan membuat anak kenyang lebih lama.
  • Snack cukup diberikan 1 kali saja.
  • Konsumsi buah 1 x dalam sehari. 
  • Berat Badan harus ideal dengan memperhatikan makanan mengandung makronutrien dan mikronutrien
  • Serat 15-20 gram sehari. Fungsi dari serat adalah cerna yang optimum, menghambat penyerapan lemak, gula dari makanan lainnya. Saat proses penyerapan serat juga merupakan molekul polisakarida yang lama dicerna sehingga memilki efek yang mengenyangkan lebih lama. 
  • Jangan konsumsi makanan /minuman instan, ini sangat berbahaya karena mengandung kalori yang tersembunyi . Jus yang telah diolah itu telah kehilangan serat sehingga tidak banyak manfaatnya untuk pencernaan . 
  • Minum air putih sebanyak 8-10 gelas. Air putih mengurangi racun. Jika anak tidak menyukai minum air putih karena tidak ada rasanya yang disukai, gantilah dengan teh yang beraroma misalnya dengan vanila tetapi tanpa gula karena gula akan menyumbang asupan kalori yang seharusnya didapatkan dari makanan lain yang mengandung  banyak gizi. Kalori yang diasup melebihi dari batas kalori akan mengakibatkan obesitas dan bobot bertambah.

Anjuran dan tips untuk Nutrisi:

  • Pilihlah makanan yang mengandung asupan serat sebagai makanan utama dan sebagai selingan.
  • Jika memilih buah-buahan, makanlah buah-buahan yang masih memiliki kulit. .
  • Tubuh memerlukan cairan. Cairan air yang baik sebanyak 8-10 gelas 

Anjuran dan tips untuk Olahraga/Aktivitas fisik: 

www.pixabay.com

Anak sekarang lebih menyukai makin game di gadgetnya. Ini akan menimbulkan gaya hidup sedentary yang tidak sehat. Gaya hidup sedentary adalah.pola hidup yang tidak melakukan kegiatan /aktivitas yang cukup teratur dan terarah. Anak sebaiknya melakukan aktivitas olah raga lebih dari 2 jam. Semakin dia banyak asupan maka semakin banyak olahraga yang dilakukan agar kalori terbakar dan tidak surplus. 

Jika anak sudah mengalami obesitas, lakukan olahraga yang tidak membahayakan dan konsultasikan kepada dokter olahraga yang tepat untuk dirinya. Beban lutut dan sendi harus diperhatikan. Untuk menjaga beban lutut dan sendi harus mengurangi asupan kalori hingga berat badan turun. Jika berat badan melebihi, maka beban sendi dan lutut akan berat dan ini menimbulkan beberapa komplikasi yang lainnya.

Jangan memanjakan anak dengan makan. Kadang-kadang orangtua salah persepsi dalam hal permintaan makanan oleh anak. Dianggapnya jika dapat memenuhi keinginan anak untuk makanan maka dia akan tambah sehat dan bahkan memberikan makanan yang berlebihan. Biasakan menjaga berat badan agar tetap normal sesuai dengan tinggi badannya. 

Anjuran dan Tips Untuk Psikologis:


Orangtua seringkali memberikan asupan makanan sesuai dengan keinginan anak yang lapar mata. Anak melihat makanan tanpa mengingat apakah dia benar lapar atau tidak. Akibatnya akan terjadi overweight atau obesitas. Anak dan orangtua belajar untuk mengetahui makan pada saat lapar bukan lapar mata, juga berhenti pada saat kenyak. 

Orangtua harus mengedukasi anak dengan kontrol diri. Kontrol diri berkaitan mindset dipengaruhi oleh  unsur yaitu mindset, culture, personality,habit

Mindset yang dipengaruh oleh culture: Dalam kultur budaya Jawa, jika kita bertamu dan dijamu oleh tuan rumah dengan makanan dan minuman yang serba manis. Padahal kita baru saja makan siang dan perut kita masih penuh. Untuk menolak, di budaya Jawa dianggap kurang sopan. Maka makanan itu terpaksa dimakan. Sedianya jumlah kalori yang sudah pas maka akn bertambah dua kali lipat. 

.Mindset yang dipengaruh alam bahwa sadar: Saat kita menyetir , otak kita segera mencetak dan mengatur arah kemana kita harus pergi. Tanpa disadari tujuan itu ada di brain mapping oleh otak. Sehingga kita dengan mudah menyetir tanpa kesulitan sama sekali. Juga dengan makan, otak akan mengetahui kemana kita mencari makanan yang kita inginkan. 

Mindset yang dipengaruhi oleh personality: Orang yang extrovert susah sekali menolak ajakan dari teman-temannya untuk makan. Meskipun sudah makan, tetap saja, dia karena ingin gaul dengan teman, dia akan makan bersama teman-temannya sambil chat. 

Mindset yang dipengaruhi oleh habit: Minum kopi bangun tidur menjadi kebiasaan kita. Rasanya sangat sulit jika tak minum kopi dulu. Jika tak minum kopi seperti ada yang hilang. Padahal kebiasaan itu dapat dihilangkan tanpa harus ada rasa kehilangan. 

Program komprehensif agar anak tidak obesitas memang tidak mudah karena program yang sangat menyeluruh harus diketahui dan diaplikasi oleh anak dan orangtua. Peran dan tanggung jawab orangtua menjaga anak agar mengendalikan volume makanan anak agar tidak obesitas anaknya. Anak yang mengalami obesitas akan sulit pertumbuhannya . Apalagi jika terjadi seperti Arya yang disebut dengan severe obesity (kegemukan yang sangat) pada lemak perut terdapat 200-an hormon dan protein yang bila terkena sick fat disease dapat menyebabkan resiko hipertensi, diabetes, dan kardiovaskuler

Jika orangtua dan anak masih belum dapat melakukan Program komprehensif seperti yang dijalani Arya, Anda dapat menemukan di klinik . Weight Control Center ini menangani kasus yang berkaitan dengan berat badan untuk anak-anak hingga dewasa. Dengan membawa anak ke klinik, Anda akan mendapatkan edukasi untuk anak dan orangtua dalam menjaga pola makan, perubahan pola pikir, hingga perubahan perilaku demi mengatasi masalah berat badan yang dialami. Semuanya di bawah supervisi medis yang memberikan edukasi dan peresepan yang tepat dan aman bagi setiap individu yang memerlukan.  Ini tips dari lightHOUSE Journey to Permanent Weight Loss:






Sumber referensi: 
  • Press Release: Penanganan Anak Obesitas di Indonesia Belum Menyeluruh 
  • Press Release:Setelah Pulang, Dapatkah Arya Tetap Menjalankan Program Turun Badannya