Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

19 Juni 2016

Bahaya Obesitas dalam Gaya Hidup Sedentary


Gaya hidup urban membuat semua orang sedikit/kurang beraktivitas atau bahkan tidak beraktivitas dalam kehidupannya sehari-hari. Mulai dari pagi hari, mau ke kantor, naik mobil atau motor selama hampir 2 jam, diam tanpa bergerak di dalam mobil untuk menyetir, atau di atas “sadel” motor .



www.inatanaya.com

 Sesampai di kantor, langsung duduk di kursi kantor yang serasa empuk . Bagi mereka yang bekerja di dalam kantor di depan komputer , melakukan pekerjaannya hanya dengan duduk , tak bergerak hampir dari jam 8 sampai jam 12. Ketika jam istirahat dari jam 12 - 13, malas untuk makan di luar kantor karena udara di luar panas, enak di dalam kantor ada AC dan tinggal order saja dan duduk manis. Lalu, order makanan dari Office boy/girl, atau order via gojek/grab. Sambil menunggu makanan datang, kita duduk lagi di meja makan yang disediakan oleh kantor. Makanan telah datang, kita makan di ruang makan di kantor sambil duduk. 

Selesai makan, kita kembali lagi ke ruang kerja tempat kita bekerja. Duduk lagi sambil main game atau gadget sampai istirahat makan selesai. Begitu selesai istirahat, kita kerja kembali di tempat duduk yang sama. Selama hampir 4 jam, kita bekerja di kantor duduk tanpa aktivitas . Begitu akan pulang ke kantor, kita naik mobil /motor dan duduk lagi di dalam mobil/motor selama hampir 1 – 2 jam. 

Setiba di rumah, kita bermain dengan anak sebentar, lalu mandi dan makan, lalu duduk di ruang tamu untuk bercengkerama dengan anak-anak sambil nonton tv. Kegiatan sehari-hari sekarang ini semuanya yang serba on-line, sangat mudah dilakukan di rumah tanpa harus beraktivitas . Banyak kegiatan seperti order makanan, membayar listrik, uang sekolah semuanya mudah dilakukan dengan online payment, chat dengan teman-teman melalui aplikasi whatsapplication. 

Jika dalam sehari kita duduk tanpa beraktivitas sampai 7-8 jam, ini mengakibatkan hidup yang disebut dengan gaya hidup sedentary. Sedentary adalah segala aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur, mengeluarkan energi sangat sedikit, posisi duduk atau berbaring. Adakalanya kita memang melakukan olahraga, namun, parameter olahraga kita itu tak bisa dihitung baik secara frekuensi maupun lamanya berolah-raga. 

Anggapan bahwa saya tak perlu melakukan aktivitas yang berat , karena saya telah mengurangi asupan atau diet. Namun, kondisi ini tidak otomatis mengurangi berat badan atau obesitas. Dikatakan oleh para ahli bahwa dengan mengurangi asupan dan meningkatnya prevalansi obesitas terjadilah gaya hidup fisik yang tidak aktif . Ini juga menimbulkan meningkatnya jumlah dari obesitas yang “ overweight “. 

Dampak dari gaya hidup Sedentary : 

www.inatanaya.com

  1.  Penurunan penggunaan kelompok otot besar di tubuh
  2.   Intake gula dan lemak naik
  3.  Kadar gula darah dan kadar kolesterol tinggi. 
  4. Risiko kesehatan meningkat 

Hubungan gaya hidup sedentary dengan kematian atau penyakit kronis yang lainnya: Suatu study yang dilakukan oleh The Asutralia Diabetes Obesity and Lifesty (2010) dengan mengambil sample dari 11.000 populasi dewasa dan dimonitor selama 6.5 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang senang menonton televisi tanpa bergerak apa pun, penambahan tiap 1 jam akan terjadi peningkatan kematian akibat penyakit kardiovaskuler sebanyak 18% . 

 Studi itu juga memperlihatkan bahwa dua kelompok yang terdiri dari mereka yang menonton < 2 jam /per hari dengan mereka yang menonton TV > 4jam sehari, terjadi peningkatan risiko kematian akibat kardiovaskuler sebanyak 80% 

Gaya hidup Sedentary yang membahayakan adalah sebagai berikut: 

  1. Duduk lama sepanjang hari , di luar jam tidur, akan memperburuk kesehatan.
  2.  Melakukan perilaku sedentari > 8jam DAPAT berakibat buruk.
  3.  Melakukan perilaku sedentari > 11 jam PASTI berakibat buruk 

Para ilmuwan ingin menyelidiki apakah gaya hidup sedentary itu ada hubungannya dengan obesitas, disamping mengonsumi hamburger. Ternyata ditemukan bahwa sel-sel yang menghadapi tekanan kronis karena pantat tak bergerak selama duduk, mengalami peningkatan tetesan lipid (lipid merupakan molekul yang membawa lemak). Kebalikan dengan otot dan tulang, yang makin lemah ketika tidak ada aktivitas, justru  sel-sel ini berkembang luas ketika ada pembebanan sebesar 50 persen.
 Hal ini dikatakann oleh Professor Amit Gefen dari Department of Biomedical Enginerring.

 Para ilmuwan juga menemukan bahwa sel-sel itu mengumpulkan tetesan lipid, bentuk dan mekanisme berubah sangat besar. Sel-sel akan berubah jadi kaku saat berkembang, membentuk sel yang lain di sekitarnya. Sel yang sifatnya penuh lemak itu akan didorong untuk berubah bentuk dan strukturnya. Saat mereka sudah berkumpul jadi satu dan membentuk sel-sel, mereka dipaksa berkembang. Para ilmuwan sedang mempelajari solusi bagaimana sel-sel itu bekerja cepat sehingga dapat membantu ilmuwan mengontrol produksi lemak. 

  • Mengurangi frequensi episode waktu sedentari 
  • Interupsi bangkit berdiri 5 menit setelah duduk 1-2jam 
  • Mengurangi durasi waktu duduk Mengurangi waktu inaktif: duduk depan layar, tidur
  • Berjalan kaki ke kantor atau istirahat kantor 
Jika masalah yang dihadapi anda dalam berat badan adalah Sedentary, dan Anda tak dapat mengatasinya sendiri karena memang sendetary bukan masalah yang ringan hanya dengan beraktivitas saja, tapi juga harus sesuai dengan pola atau gaya hidup sehat yang lain, maka pilihlah lightHOUSE Indonesia sebagai partner Anda dalam mengatasinya.

lightHOUSE Indonesia merupakan klinik yang menangani klien yang mengalami kelebihan lemak dan masalah berat badan. Berdiri sejak tahun 2004 (sudah 12 tahun ) klinik yang memiliki enam cabang ini menawarkan program penurunan berat badan yang komprehensif dan menyenangkan dengan menggunakan teknologi terkini seperti games, mobile apps, dan virtual reality. Para Pakar yang terdiri dari dokter, psikolog, perawat, ahli gizi, dokter spesialis gizi, dan dokter spesialis olahraga telah menangani lebih dari 20.000 klien.

Testimoni dan reputasinya sudah sangat kredible. Salah satu testimoni dari pemenang dari lighHouse Challenge competition 2015, Mega Edyawati. Mengikuti challenge ini untuk membuktikan dirinya bahwa berat badannya yang semula 96 kg, ternyata berhasil menurunkan berat badannya menjadi 72 kg. Keberhasilan penurunan berat badan ini tidak mudah dilakukan jika tidak melalui komitmen penuh dari Mega untuk challenge dirinya melalui program komprehensif lightWeight. Selama 12 minggu dia berhasil menurunkan 24 kg. Ini bukti nyata bahwa Mega ingin sehat , bebas dari obesitas dan langsing sesuai dengan yang disarankan oleh dokter selama program