Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

12 April 2016

"Digital Lifestyle" seorang Pensiunan

Perubahan total terjadi dalam hidup saya saat pensiun tiba. Lifestyle yang berubah dari seorang pekerja kantoran yang sibuk dan tersita waktunya menjadi seorang yang pensiunan, yang waktunya longgar, belum memikili kegiataan yang fokus. Digital lifestyle yang telah dipelajari di kantor pun tak pernah dipergunakan di rumah. Segalanya berubah. Digital passive lifestyle adalah sebutan yang tepat karena aku hanya sekedar jadi penonton tv kabel yang kupilih sesuai dengan kesukaanku. 

Perubahan lifestyle ini cukup membuat stres dan ingin menemukan kegiatan yang sesuai dengan passion saya. Namun, tak mudah menemukannya. Melalui berbagai perjuangan , saya mencoba mengisi kembali kehidupan yang sesuai dengan passion. Dalam perjalanan selalu ada tembok-tembok besar yang perlu dilalui dengan menghancurkannya. Tembok malu, malas belajar, merasa sudah tua untuk berkomunitas. 

Ketika saya masih ragu-ragu bahwa menulis adalah passion saya. Saya pun mulai belajar dari awal tentang penulisan. Belajar melalui workshop, seminar, buku-buku. Lalu tulisan awal pun dipublish di blog sendiri. Blog yang sangat sederhana dan sesuai dengan template aslinya dari blogspot. Membuat blog bagi saya masih terasa sulit, hanya memahami bahwa ngblog itu caranya hanya mendowload template sesuai dengan blogspot saja dan menulis. Itu sudah cukup. 

Merasa tak yakin bahwa blog saya itu kenapa sepi dari pengunjung, saya pun mencari bertanya kepada teman-teman di facebook. “Ikut workshop buat blog , bu”, kata seorang teman. Beruntung ketika saya ikut serta dalam satu komunitas emak-emak blogger, saya mendapat tawaran untuk ikut tutorial blog pemula dari digital mommie. (http://im.digitalmommie.com/).
http://im.digitalmommie.com/


Kesempatan yang sangat langka ini segera diambil. Saya pun mendaftar dan membayarnya. Langsung dapat akses ke account dan mulai belajar. Sistem belajarnya adalah mandiri. Baca, lihat dan praktekan. Berhubung saya tak punya latar belakang IT maupun usia juga jadi faktor lamanya saya menyerap pelajaran. Pelajaran bagi saya tidak berjalan mulus . Sering saya tidak mengerti apa yang diajarkan melalui video. Sementara teman-teman saya dapat belajar dengan mudah dan lancar tanpa ada hambatan dari semua tutorial. Dengan keterbatasan kemampuan, dan tekad keras, akhirnya, saya berhasil membuat beberapa blog. Template dan penampilan blog cukup cantik dan menarik bagi saya. Ini membuat saya makin semangat dalam menulis dan mengikuti berbagai lomba menulis.

Namun, hidup dalam era digital lifestyle itu berubah dengan cepat dan drastis. Saya pun terkaget ketika setiap kali mengikuti lomba penulisan yang diadakan selalu mengedepankan adanya SEO. Apa itu SEO? Kata itu serasa masih asing ditelinga saya. Keinginan tahu datang, berusaha untuk mendapatkan informasi bagaimana cara belajarnya. Pertama, membaca dan menggali dari google pun sudah saya coba. Namun, saya masih merasa tak bisa memahami apa dan bagaimana SEO itu bekerja untuk suatu blog. Akhirnya, saya pun mendapat ksempatan untuk menambah pengetahuan lagi dengan ikut workshop SEO BlogHoliciB 

Hadir dalam workshop SEO BlogHolicIB :

Ada 3 nara sumber yang memberikan materi dari tiga topik yaitu:

  •  Creating SEO Content 
  • Monetize Social Media
  •  SEO For Branding Blog. 


Pulang dari workshop segala yang diajarkan pun mulai dipraktekan. Banyak yang belum berhasil, tapi paling sedikit sudah mulai mengerti tentang konsep SEO. Setiap kali menulis di blog harus mengikuti apa yang diajarkan tentang SEO. Inilah sekelumit lifestyle dari seorang old-lady of rock mom yang harus tahan uji dalam era digital yang selalu ingin berubah mengikuti perkembangan zaman untuk suatu digital lifestyle. 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Konten Viral “Digital Lifestyle” supported by Indihome.”