Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 Februari 2016

Inilah isi Tasku yang Sangat Besar Sekali

Seorang temanku waktu melihat fotoku dijamu oleh Pak Jokowi di istana, ia bertanya kepadaku: “Itu tas makin lama kok makin gede”.

Lalu aku berpikir sebentar, yup benar juga. Tas lamaku tidak sebesar dengan tas ku yang sekarang. Yang sekarang ini warnanya hitam, terbuat dari parasut dan sangat flexible untuk memuat banyak barang. Makin banyak yang dibawa makin senanglah diriku.

Aku jadi teringat dengan ex-bosku tentang manajemen tempat. Beliau bilang: "Saya tak mau berikan kalian banyak drawer (tempat untuk menyimpan barang-barang), makin banyak dikasih, makin banyak barang yang terpakai di simpan. Tuh yang perempuan, ada aja isinya seperti softex”.

 Wah kalau teringat itu aku jadi merasa “kualat”, aku kok ikut-ikutan ngisi tas yang gede ini dengan berbagai macam barang. Mau ngintip ngga? Tapi jangan diketawain yach, karena kalau seorang lansia itu merasa segala barangnya tetap berguna walaupun belum pasti digunakan. 

  1.  Payung:  Ini selalu dibawa mau panas atau hujan. Namanya sedia payung sebelum hujan. 
  2.  Kosmetik: Nach biarpun sudah lansia, harus tetap kece dong,di depannya ada ballpoint plus kunci rumah.
  3. Obat-obatan: Ini untuk menenangkan diri karena jika perut tiba-tiba kambuh penyakitnya, bisa berabe.
  4. Tempat minum: Agar tetap sehat harus banyak minum.
  5.  Notebook:  Supaya gaya dong, namanya sekarang sudah jadi netizen jurnalist
  6.  Handphone:  Ini ngga bisa dilupakan, sahabat dalam setia dan duka termasuk "bolt" dan "charger"
  7.  Dompet:  Isinya berbagai macam loh bukan cuman duit, dari kartu kredit sampai bon-bon yang belum sempat disortir , aduh dikumpulin
  8.  Brosur : ini sich bukannya mau disimpan, tapi kemana pun pergi khan selalu akhirnya ada pesan dari sponsor, nach akhirnya dibawa dan disimpan. Belum sempat sortir sampai akhir minggu baru sortir 

Jadi teman-teman ini isi tasku yang sangat handy dibawa, tapi ampun berat isinya gara-gara macam-macam yang dibawa. Perempuan memang terlalu banyak bawaannya.