Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

24 Januari 2016

Berkarya Untuk Perubahan Dalam Perbedaan

pinterest.com

Separuh perjalanan hidup sudah kulalui dengan multi fungsi sebagai pekerja, ibu rumah tangga, istri dan ibu seorang anak. Perjalanan hidup yang terakhir membuat torehan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Menjadi penulis sesungguhnya bukan suatu impian hidupku. Bagiku sebuah karya adalah nyata. Menulis bukan sesuatu yang nyata. Paradigma yang salah itu tak kusadari sejak awal. 

Namun, garis kehidupan mengubah diriku dari seorang yang tak pernah menganggap bahwa profesi penulis itu ternyata menyenangkan bahkan menjadi suatu “healing my soul”.

 Ketika aku pensiun, ada banyak impian yang ingin kulakukan, melakukan bisnis atau melakukan sesuatu yang sesuai dengan passionku. 

Ketika mencoba melakukan bisnis, ternyata ditengah jalan, aku menemukan bahwa berbisnis bukan lentera jiwaku. Berpuluh tahun bekerja sebagai profesional, tak pernah mengasah jiwa bisnis, membuat diriku sulit untuk banting setir untuk berbisnis. 

Akhirnya, ditengah pencarian “passion” untuk mengaktualisasikan apa yang kuinginkan, aku menemukan bahwa aku harus menulis. Hobiku adalah membaca. Membaca dari semua artikel tentang kesehatan, parenting, gaya hidup, psikologi, ekonomi. Membaca bagiku jauh lebih mudah daripada menulis. Sebenarnya karakterku bukan type orang verbal. Seharusnya menulis bukan hal yang sulit. Tetapi karena aku tak pernah praktekkan menulis sejak selesai kuliah, aku mendapatkan kesulitan untuk memulai menulis.

 Berawal dengan ikut suatu talk show tentang “Cara Menulis yang Mudah dan Jitu” dari Jonru, aku mulai belajar menulis. Di situ kuketahui kita dapat belajar menulis dengan apa saja yang ingin kita tulis. Berapa pun jumlah kata/kalimat, konten yang ingin kita katakan, jangan pedulikan dengan konteks, isi maupun gramatikalnya. Ini awal kebangunan penulisan bagiku. 

Aku mulai belajar praktek menulis dengan blog yang kubuat. Tulisannya sangat singkat, pendek. Maklum tak mampu menguraikan lebih panjang. Aku hanya ingin pembaca tahu inti dari apa yang ingin aku informasikan. 

Padahal tulisan singkat padat itu hanya berguna atau bermanfaat jika kita menulis sebuah ulasan, review atau liputan berita. Tapi untuk cerpen, novel dan artikel menarik lainnya, hal itu tidak menarik sama sekali. 

Aku belajar lagi caranya untuk nulis secara kreatif.   Seminar “ A CREATIVE WRITING MASTER CLASS BY Maggie Tiojakin yang diadakan oleh Kompas. Seminar ini penuh dengan tips dan trik mengajarkan bagaimana tulisan itu menarik,komprehensif dan lengkap dengan diksi yang benar. 

Titik balik pun terjadi, karya-karya yang sangat sederhana itu mulai dikembangkan dengan frase-frase yang lengkap, teknik dari suatu penulisan pun diperhatikan.

 Perkembangan lanjut adalah dengan bergabungnya diriku dalam KEB. Saat itu member dari KEB belum begitu besar seperti sekarang ini. Pembelajaran dari tulisan-tulisan yang ada membuat diriku makin terpacu untuk mencetak karya sesuai dengan gaya penulisanku.

 Berkenalan dengan member KEB yang punya gaya penulisan yang berbeda satu dengan yang lain. Terpacu dengan beberapa pakar dari KEB, antara lain Mbak Arin Mutiyarini, Everina Budiastuti, yang selalu menang dalam lomba penulisan. Seringkali berpikir apakah karyaku belum bermanfaat karena belum pernah menang sama sekali seperti mereka berdua yang pakar dalam penulisan.

 Kesadaran pun timbul bahwa setiap penulis memiliki gaya dan cara penulisan yang berbeda. Memang konten dapat terus diperbaiki tetapi teknik penyampaian selalu berbeda sesuai dengan gaya penulisan dari penulisnya. 

 Akhirnya, saya memiliki suatu motto yang menghidupkan dalam berkarya bukan berarti harus menang dalam lomba. Karya tulis adalah sebuah legacy dalam kehidupanku yang akan kutinggalkan ketika aku sudah tidak ada lagi. 

 Jika beberapa kemenangan telah kuraih, aku sadar bahwa menjaga stamina sebagai pemenang itu tak mudah. Semangat untuk berkarya dalam perbedaan maupun kekalahan dalam pertandingan atau lomba menjadi pecutan untuk berlatih lebih keras. Pertandingan bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya milestone dari prestasi. Meraih prestasi sampai kita dapatkan dengan gagah berani.