Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

12 Oktober 2015

Kerennya Local Branding, Unggulannya Produk kita #SmescoNV


www.smescoindonesia.com
Kedatangan seorang tamu, keponakan saya. Boleh dikatakan dia seorang bule karena terlahir dari ayah Belanda. Dari kecil tinggal di sana. Sangat merindukan datang ke Indonesia, tetapi terganjal dengan jadwal sekolah dan liburan sulit mewujudkan rencananya.

 Namun, suatu hari dengan tekad kuat, dia berangkat ke Jakarta. Sesampai di Jakarta, saya menjemputnya. Rencana berikutnya dia ingin ke Jogjakarta. Kami berangkat dari Bandara Soekarno Hatta. Selesai boarding, dan pesawat mengudara, pramugari mulai membagikan minuman kepada penumpang, Alize (bukan nama sebenarnya), keponakan saya, bertanya kepada saya, apakah baju seragam yang dikenakan oleh pramugari itu “batik”? “Betul”, jawaban saya enteng. Setelah itu pandangannya tak lepas dari seragam batik. 

Masih dengan penuh dengan kekaguman. Ternyata kekaguman itu berlanjut, setiba di Jogja, Alize minta kepada saya untuk diantarkan ke toko penjualan batik. Setiba di toko batik, dia memperhatikan dengan kekaguman dan dia ingin membelikan beberapa souvenir untuk teman-temannya. Beruntung, di toko batik yang besar itu diperlihatkan bagaimana cara pembuatan batik secara sederhana. Tidak berhenti kepada kekaguman, Alize bertanya kepada saya, apakah ada kursus singkat untuk pembuatan batik.

 Jika seorang asing dapat mengagumi brand “batik” atau produk-produk Indonesia, mengapa kita sebagai orang Indonesia sering tak mampu mengagumi  produk dan brand produk kita sendiri walaupun kita adalah pemiliknya.

 Salah Persepsi tentang Local Branding: 

Anak-anak muda, ibu-ibu yang sebagian besar memiliki paradigma bahwa local branding tidak mengikuti trend masa kini, atau tak punya sense of global. Ada yang mengatakan kurang bergaya jika masih mengenakan produk dengan local branding.

 Brand adalah persepsi atau image yang dibangun dari sebuah produk. Setiap calon pembeli selalu punya persepsi, jika ingin membeli soft drink, maka dia akan selalu ingat “Coca Cola”. Brand bukan suatu paksaan untuk membeli suatu produk. Dasar suatu brand adalah logo, website, packaging dan bahan atau materi untuk berpromosi, kualitas yang dijamin seperti yang dipromosikan. Semuanya diintegrasikan dalam logo yang pada akhirnya mengkomunikasikan sebuah brand.

 Nach, sekarang pengetahuan tentang membangun local brand ini telah dikuasai oleh para UKM. Mereka sudah memiliki kemampuan untuk membuat logo, website, dan packaging serta berpromosi sangat kuat. Bedanya tentu mereka pemodal menengah ke bawah yang berbeda dengan pemodal besar dan kemampuan distribusinya terbatas. 

Kerennya Local Branding

Jika kita ingin melihat kemajuan local branding dari produk-produk Indonesia, khususnya yang dibuat atau diproduksi oleh UKM maka kita dapat dengan mudah menemukannya di Smesco Smesco adalah singkatan dari Pengusaha Menengah dan Pengusaha Bawah. Tempat atau gallery bagi rumah para UKM (Usaha Kecil Menengah). Letaknya strategis, Gedung SME Tower Lt.5, Jend Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 

www.smescoindonesia.com
www.smescoindonesia.com
Berbagai produk kerajinan seperti Batik tulis dengan beragam motif dan bahan pilihan dari berbagai daerah di Nusantara, Kain Songket Palembang dan Padang dengan kualitas terbaik, Kain Tenun Nusatenggara yang datang dari berbagai kabupaten, perhiasan dan ragam aksesoris pilihan dengan model terkini, tas tangan kulit buaya dan kulit ular dengan bermacam pilihan, peralatan spa internasional. Kekaguman dengan local branding tentunya diikuti dengan membelinya karena itu tak usah ragu-ragu untuk datang ke Smesco
www.smescoindonesia.com

Cinta Indonesia karena local brandingnya tidak lagi sekedar meragukan, tetapi telah setingkat dengan foreign branding, bahkan sekarang ini sudah keren dan mendunia. 

www.smescoindonesia.com
Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba  SMESCO Netizen Vaganza: