Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

29 Agustus 2015

Wujudkan Impian Pernikahan dengan Perencanaan dan Manajemen Keuangan


Menapak  perubahan kehidupan  seseorang dari single atau jomblo  menuju sepasang  pengantin dalam sebuah pernikahan adalah hal yang tidak mudah.

Awalnya, mungkin ada yang bermimpi tentang keindahan suatu pernikahan karena harapan, impian yang ada dalam benaknya.  Namun, realita menunjukkan bahwa hidup bukan suatu keindahan belaka.  Ada banyak kesulitan yang datang dan timbul  karena tidak adanya perencanaan keuangan dalam hidup.

Ada yang hal yang penting dalam hidup yang perlu dilakukan sebelum menempuh perubahan tahap kehidupan yang lebih lanjut dari seorang  single  yang akan menikah.Pemikiran yang matang bukan hanya soal mental saja, tetapi juga soal keuangan.  Perencanaan keuangan untuk sebuah perkawinan adalah sesuatu yang perlu dilakukan.  Agar pernikahan kita dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, buatlah rencana keuangan pernikahan.

Di Indonesia, perencanaan keuangan pernikahan bukan sesuatu yang lazim dilakukan. Tetapi di negara eropa, Amerika dan negara maju lainnya hal itu sudah merupakan suatu kelaziman bahkan sesuatu keharusan.

Berdebat penting atau tidaknya tentang perencanaan pernikahan bukanlah solusinya. Tetapi sebaiknya, sebelum memasuki suatu pernikahan lebih baik, menyiapkan “payung sebelum hujan”.  Adakalanya, penyesalan terjadi karena kita tak pernah melakukannya itu.

Sebelum menikah, kita adalah pribadi-pribadi yang bekerja, memiliki pendapatan atau income untuk keperluan diri kita sendiri atau menjadi tulang punggung keluarga kita.  Sesaat, setelah menikah, pendapatan atau income kita itu harus menjadi satu untuk keluarga yang baru.  Jika masing-masing tetap berpegang teguh untuk menyimpan dan mengeluarkan untuk dirinya sendiri, bagaimana jika pengeluaran itu melibatkan anak-anak yang akan lahir, kebutuhan lain yang tak dapat dipisahkan oleh kedua pihak karena pemakainya melibatkan kedua belah pihak.

Kesulitan akan terjadi jika pribadi masih berpegang teguh dengan incomenya sendiri tanpa mempersiapkan dana atau perencanaan keuangan keluarga baru.
Oleh karena itu mari kita belajar bagaimana perencanaan keuangan untuk keluarga baru: 

1.    Mulailah dengan Pembicaraan Tentang Keuangan:
Mencari waktu yang sangat tepat sebelum menikah untuk berdiskusi tentang  keuangan .   Topik yang perlu diketahui oleh masing-masing baik itu dari pihak perempuan atau lelaki adalah berapa uang yang dimiliki saat ini, berapa jumlah hutang  saat ini.     Sebagai contoh, kita sekarang punya uang Rp.100 juta, ingin membeli rumah Rp. 500 juta secara kredit,  kita harus mengetahui posisi keuangan kita dan posisi keuangan calon pasangan kita.  Bagaimana cara mencapai harapan ini?

2.    Tuliskan  Tujuan dari Hidup Pernikahan:
Tentunya hal-hal yang berkaitan dengan keuangan perlu ditulis.  Setelah berbicara keuangan masing-masing secara mendasar, kita mulai berbicara tentang masa depan dan tujuan jangka panjang kita. Contohnya , menikah dengan berapa anak?  Bagaimana biaya kebutuhan 1, 2 anak?  Apakah harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan yang prioritas atau dapat dipenuhi dengan berbagi?   Jika  memungkinkan berapa lama kita akan terlepas dari hutang  rumah, pendidikan, cicilan rumah, pensiun, kesehatan.  


3.    Diskusikan Rekening Bank:
Ada yang setuju maupun tidak setuju tentang   joint bank account saat menikah.   Alasannya merasa tidak nyaman karena lebih enak memiliki rekening sendiri karena dapat menggunakan dengan lebih bebas,  tidak diketahui jumlah pemakaiannya dan seterusnya.

Namun, hal yang terbaik dari joint bank account akan memudahkan bagi masing-masing untuk saling memonitor berapa dana yang tersedia, berapa  masing-masing telah menggunakannya. Secara  psikologis,  joint bank account membangun rasa percaya bahwa dana itu adalah milik bersama yang dikelola bersama.   Juga untuk  mencegah terjadi rasa “inequalities” artinya bagi yang  memiliki income lebih sedikit tidak merasa kecil hati dibandingkan yang memilki income lebih besar.
Hal ini juga dapat menghindari  salah satu dari pasangan untuk menyembunyikan pembelian besar-besaran atau melarikan diri setelah adanya  tahap proses perceraian.


4.    Buatlah  “Emergency Fund”:
Hidup tidaklah selalu tenang dan nyaman selamanya, baik yang pendapatan tetap maupun tidak.   Selalu ada gejolak dan perlu  dana besar secara mendadak.  Tiba-tiba ada PHK bagi yang bekerja tetap, atau tiba-tiba keluarga yang sakit kronis , kena musibah banjir atau kebakaran rumah tidak diasuransikan.    Oleh karena itu, satu “emergency Fund” sebesar 6 kali biaya hidup per bulan perlu disiapkan. Apabila itu datang, kita tak perlu lagi panik mencari dana yang sulit dipenuhi.


5.    Buat Budget:
Pada poin 2,  kita sudah menentukan tujuan hidup pernikahan.   Buatlah  secara detail, hitunglah  satu persatu kebutuhan dari masing-masing  apa yang akan dijadikan tujuan hidup itu. Contoh untuk 1 anak, kebutuhan anak mulai dari makanan, pakaian, mainan, liburan sekolah, pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, keperluan sekolah di luar biaya sekolah.Setelah budget dibuat,  buatlah review tiap tiga bulan, apakah tiap item sudah memenuhi apa yang dibudgetkan?  Jika belum, evaluasi kenapa ada pos-pos pengeluaran yang lupa dibudgetkan.   Jika terlalu besar untuk sesuatu pengeluaran yang dibudgetkan,  dilihat alasannya, salah dalam menghitung atau salah dalam membeli?   Setelah itu dievaluasi kembali agar dapat dipakai sebagai budget baru.


6.    Awasi  Budget:
Apa yang telah ditetapkan dalam budget, sebaiknya diawasi dengan cermat.   Kendalanya banyak dari kita sering alpa bahkan tidak mengikuti apa yang telah kita buat dalam budget. Akibatnya tentu budget kita tidak sesuai lagi.   Oleh karena itu selalu berusahalah disiplin menerapkan pengeluaran sesuai dengan apa yang sudah dibudgetkan.


7.    Buat  Meeting Mingguan mengenai “uang”:
Membicarakan tentang keuangan setiap minggu, selain membuat hubungan atau relasi suami/istri  makin kuat, juga  membangun kepercayaan, tetapi juga  mengedepankan bahwa apa  saja yang akan dibayar untuk waktu dekat. Bahkan , kita dapat mempercayai /mengandalkan bahwa keuangan kita terkendali dan sesuai dengan harapan kita.


8.    Tabunglah untuk Pensiun:
Sekarang saya baru berumur 25 tahun, mengapa harus memikirkan 30 tahun lagi untuk pensiun.   Waktu berjalan sangat cepat, tanpa disadari usia kita tetap akan mencapai di usia yang disebut masa pensiun. Jika kita terlambat menyadari untuk menabung di usia muda untuk usia tua, alangkah sayangnya.


9.    Bebas dari Hutang:
Memang kita  tidak bisa bebas dari hutang untuk keperluan primer seperti rumah, kendaraan (mobil atau motor).  Tetapi jangan sampai kita terjerat hutang kartu kredit untuk keperluan konsumtif kita.    Bebaskan diri kita maupun pasangan kita dari belitan utang untuk konsuntif agar   keuangan kita sehat, yang  pada akhirnya ,  pernikahan kita juga sehat.


Disamping perencanaan keuangan untuk pernikahan , ada tips  manajemen keuangan pernikahan dalam membangun pernikahan:

Tips berikut ini bukan hanya memperkuat landasan keuangan kita, tetapi juga membangun keluarga dengan solid tanpa terlempar ke luar ketika saat krisis keuangan datang:

  •   Tanggung Jawab Bersama
Manajemen keuangan dalam pernikahan tidak hanya  melakukan diskusi secara kilat/cepat.  Tetapi  selalu bekerja sama, maupun bertanggung jawab bersama. Apabila di kemudian hari ada masalah besar dalam  tagihan yang belum dibayar, utang tidak bisa dibayar, duduk bersama untuk mencari solusi bagaimana menghadapi dan membayar kembali hutang itu. Masing-masing punya rasa tanggung jawab.
  • Merespon Tantangan dengan Cinta
Apabila salah satu pasangan melakukan  pengeluaran yang berlebihan (overbudget) , jangan langsung menuduh atau memarahinya secara berlebihan.  Hal ini akan merusak hubungan atau relasi pernikahan.  Bijak dengan bertanya kepadanya bagaimana caranya untuk mengurangi  kebiasaannya dalam berbelanja yang berlebihan.

  •  Temukan Toleransi Level Resiko yang Disepakati Bersama

Kepribadian masing-masing pasangan sangat berbeda.  Apalagi jika masih dalam usia muda, ada yang sangat berambisi untuk menginvestasikan di bidang yang beresiko tinggi, sementara yang lainnya sangat konvesional.  Untuk menengahi hal ini, berbicaralah kepada pasangan dan temuilah orang yang mempunyai karakter yang matang dalam investasi, bertanyalah apakah  investasi yang akan penuh resiko memang layak dibuat atau tidak.

  •  Saling percaya sebagai Tim

Sifat karakter yang jadi landasan utama dalam keuangan dari sebuah pernikahan adalah saling mempercayai dan kejujuran.   Apabila ada seseorang  (contoh seorang istri) yang memakai uang melebih  apa yang dibudgetkan, bicaralah dengan jujur.  Hal ini mungkin, suaminya  akan marah dan sedih, tetapi lama-kelamaan suami  akan bersikap percaya atas kejujuran anda.  Sikap mempercayai adalah dengan memberikan kebebasan mengelola keuangan tanpa mematai-matai.

Ketika pasangan sudah mempersiapkan dirinya untuk kebutuhan pernikahan baik secara finansial maupun manajemen, tentu ada kebutuhan lain yaitu bagaimana untuk mengelola kebutuhan ini  terjaga .  Misalnya uang pendidikan untuk anak, dana pensiun untuk pasangan.

Salah satu tempat yang tepat untuk mengelola kebutuhan ini adalah PT. Sun Life Finansial Indonesia.
Salah satu perusahaan terkemuka dan terkenal yang memiliki pengalaman luas dan bergelut cukup lama dalam bidang keuangan adalah  PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life).

Berdiri sejak 1865 di pasar utama, Kanada, AS, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina,Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam, dan lain-lain.   Masuk dalam bursa saham internasional, sejak 150 tahun.  Expansi ke Asia, dilanjutkan ke Indonesia sejak 1995 dengan nama PT. Sun Life Financial Indonesia dan joint venture, CIMB  Sunlife. Bisnis yang teruji dalam rentang waktu yang sangat lama.

Memilih sebuah produk baik itu produk asuransi atau wealth management yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan,  tidaklah mudah. Hal yang penting yang ditelisik sampai teliti,  apakah perusahaan itu  mampu  mengatasi  krisis keuangan  yang melanda dunia.  Ini dibuktikan dengan kemampuannya melewati masa krisis itu dengan baik pada tahun 1998.

Sebagai most respected agency menjunjung nilai yang tinggi seperti caring, inspiring, profesional, winning.  Masing-masing aspek itu menjadikan perusahaan ini menapak sebagai perusahaan finansial yang terbaik , mendapat berbagai award  dari beberapa institusi prestisius.

  •  Banking & Financial Services in House team of The Year 
  •  Unit Usaha Syariah PT Sun Life Financial Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang “Global Banking and Finance Review Awards” untuk kategori: 
  • Best Family Takaful Provider Indonesia 2015” 
  •   Brighter Life Indonesia berhasil memenangkan IMA Outstanding Achievement Award untuk kategori ‘Informasi Keuangan’


Wujudkan impian untuk pernikahan yang mapan, bukan hanya sebuah moto saja, jadi kenyataan.   Mudah kok, tinggal lakukan langkah dan tips di atas.


Sumber referensi:
•    18 Money Management Tips for Newly  Married Couples
•    Getting Married – Practical Money Skills
•    www.sunlife.co.id