Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 Agustus 2015

“ KIAT BIJAK DAN CERDAS MENGELOLA KEUANGAN"



"Siapa yang  ingin kaya?" tanya  Safir Senduk, saat memulai talk show.   Semua hadirin yang terdiri dari para blogger , langsung tunjuk jari.  Tidak ada yang luput.  Rupanya  keinginan jadi kaya jadi milik semua orang.  Namun, apakah semua keinginan dapat terwujud.

Pertanyaan berikutnya:     "Siapa yang paling kaya diantara  ketiga golongan , karyawan, profesional atau pengusaha?" Wah, banyak yang menjawab:  “Pengusaha!”
dokumen pribadi

Rupanya paradigma blogger hanya terpaku kepada  kata “pengusaha” saja.   Tidak bisa menjelaskan lebih lanjut kenapa memilih jawaban pengusaha sebagai orang yang terkaya.
Penjelasan mengantarkan kita untuk memperdalam siapakah masing-masing dari ketiga golongan itu. Setiap orang memiliki karakter pribadi yang mempengaruhi keuangan.  Karakter inilah yang justru menentukan bagaimana kita mengelola keuangan.  Definisi sederhana keuangan itu adalah pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan terdiri dari penghasilan, investasi, aset.Definisi sederhana dari pengeluaran adalah pinjaman, utang, konsumsi.

Pengaruh karakter pribadi dalam pengelolaan keuangan sangat besar.  Karakter yang ada dalam tiap orang itu berbeda satu sama lainnya.  Hal ini disebabkan karena dalam otak manusia itu ada otak kanan dan otak kiri.  Fungsi dari otak kanan adalah untuk insting, sedangkan fungsi dari otak kiri adalah logika.  Apabila orang cenderung kuat memakai otak kanannya, orang ini disebut  generalist. Contoh dari orang yang sering memakai otak kanan adalah, seniman, olaragawan, pelukis. Secara psikologi mereka ini hidupnya lebih santai dan kurang serius.

Sebaliknya apabila orang cenderung kuat memakai otak kirinya, disebut  specialist artinya, orang ini lebih cenderung berpikir beratdan hidup teratur.  Contohnya orang yang sering memakai otak kiri, dokter,akuntan, psikolog, insinyur.

Keterkaitan dengan pemakaian otak kanan atau kiri ini dalam pengelolaan keuangan adalah diharapkan ada keseimbangan penggunaan baik itu otak kanan maupun otak kiri.  Jika akan berbisnis, jika hanya memakai otak kiri, terlalu banyak hitung  resiko yang akan terjadi, tentunya keputusan berbisnis akan maju mundur, akhirnya batal. Sebaliknya jika dilakukan hanya dengan menggunakan otak kanan, artinya tanpa perhitungan, yang penting kreativitas. Kemungkinan terjadi mismanajemen dalam bisnis.

Faktor penting dalam pengelolaan keuangan adalah kita dapat mengatur casflow atau arus keluar masuk uang dari penghasilan yang didapatkan.

Ada 3 macam cashflow yang perlu diketahui oleh kita semua:
  1. Miskin  :   besarnya pemasukan dan pengeluaran sama. Contoh  pemasukan Rp.5juta, pengeluarannya juga Rp.5juta.
  2. Menengah:   Adanya pemasukan dibagi ke dalam pengeluaran konsumtif dan phisik.Contohnya: pemasukan Rp.5juta, pengeluaran konsumit untuk baju,tas,gadget Rp.1,5 juta dan pengeluaran phisik untuk membeli makanan Rp.3,5 juta
  3. Kaya:  besarnya pemasukan dibagi ke dalam pengeluaran konsumit,phisik dan investasi. Contohnya: pemasukan Rp.5 juta, pengeluaran konsumtif baju,tas ,baju Rp.1,5 juta, pengeluaran phisik untuk makanan Rp.2,5juta dan pengeluaran untuk investasi RP.1 juta.

Kunci untuk menjadi “Kaya”,  ada tiga hal yang perlu kita lakukan yaitu:

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin
  2.  Siapkan Dana Untuk Masa Depan
  3.  Atur Pengeluaran

“ Miliki investasi sebanyak mungkin”

dokumen pribadi

Paradigma atau persepsi yang salah dari cara memiliki investasi dengan memiliki gaji yang besar.  Mereka sering berpikir kalau dapat gaji besar, pasti asetnya besar. Tetapi bagaimana jika gaji tiba-tiba berhenti entah itu karena PHK atau karena harus keluar dari pekerjaan.

Kuncinya bukan kepada gaji yang besar, tetapi kepada aset yang kita miliki.  Apabila kita miliki aset atau harta produktif, bekerjalah untuk bikin aset .  Aset itu yang akan menghidupi keluarga kita kelak.

Aset apa saja  yang harus kita miliki?
  1.  Saham:  kita akan mendapatkan 2 keuntungan yaitu :  capital gain dan dividen.
  2.  Reksadana atau unitlink: kita  mendapatkan imbal hasil dari reksadana dan kenaikan nilai unit link
  3.  Real estate,rumah:  kita akan dapat keuntungan dengan menyewakan rumah untuk dikontrakan   (hasilnya setahun sekali) atau dikoskan (hasilnya setiap bulan), atau  kita dapat keuntungan dengan menjual properti dengan nilai yang tinggi  dibandingkan dengan nilai belinya.

 “Siapkan dana untuk masa depan

Sebagai manusia yang ingin maju dan hidup sejahtera , mapan, berkecukupan di masa depan, tentunya kita perlu mempersiapkan keuangan sedini mungkin.   Persiapan itu adalah persiapan dana untuk pos pengeluaran besar yang akan dikeluarkan di masa depan.  Rencana masa depan yang memerlukan besar pos pengeluaran adalah :
  • Persiapan nikah: bagi yang masih lajang persiapan dana nikah ini perlu dihitung dan disimpan.  Pada waktunya dana itu dapat digunakan tanpa harus hutang kepada pihak lain.
  • Persiapan  Rumah dan isinya:  Sebelum menikah tentu kita perlu tempat untuk menghuni. Rumah juga harus disertai dengan perabotan dan isi untuk keperluan dalam rumah tangga.
  • Persiapan Sekolah Anak:   dari semua tingkat atau jenjang pendidikan, yang paling mahal untuk pendidikan adala h perguruan tinggi.  Pemilihan jurusan /bidang pun juga menjadi tolak ukur mahal tidaknya dana yang diperlukan.  Contoh paling mahal:  kedokteran, menengah:  teknik, agak lumayan:  sosial
  • Persiapan Pensiun:   Masa pensiun tidak dapat dihindari.  Persiapkan dengan mempertimbangkan :   akan bisnis sendiri, menyewakan properti, membeli surat berharga atau unitlink

Bagaimana “Atur Pengeluaran”

Mengatur keuangan dengan saksama bukan berarti menjadi pelit, tidak mau beli apa-apa sama sekali.  Tetapi kita mengukur dan mengatur pengeluaran itu setiap bulannya.

Strategi mengatur pengeluaran harus dicari agar kita dapat menikmati perubahan dan pada akhirnya kita dapat mencapai target apa yang kita inginkan seperti pada poin 1 dan 2 yaitu memiliki investasi sebanyak mungkin dan menyiapkan masa depan dengan baik.

- Strategi awal yang perlu kita ketahui:
  • Siapa yang lebih boros (untuk pasangan suami istri):  apakah suami, atau apakah istri.  Survei membuktikan wanita suka berbelanja dengan frekuensi lebih sering. Tetapi mereka suka menawar dan mencari barang yang lebih murah. Sedangkan untuk lelaki, mereka hanya beli jika suka barang yang ingin dimiliki, tetapi tidak pernah menawar.   Kecenderungan mana yang lebih boros dapat diperbaiki, apabila satu sama lain bisa mengendalikan keinginan nafsu belanja.
  • Kendalikan “ingin” beli. Ada tiga hal/kategori yang sebenarnya seseorang untuk membeli suatu barang, produk. -  Wajib:  membayar listrik, pendidikan ; -  Butuh:   bisa dibeli tapi jika tidak beli juga tidak apa-apa, contoh  pulsa; -Ingin:   semuanya ingin dibeli tanpa pertimbangan dan tanpa batas
Setelah mempelajari strategi dan kebutuhan pembelian suatu barang, jasa, tentunya siapa saja dapat mengendalikan pengeluarannya.     Suatu quote yang sangat baik adalah “Dia yang bisa Kendalikan diri, dialah yang dapat kendalikan pengeluaran”.

- Melakukan “Prioritas”
Setiap kebutuhan hidup manusia begitu banyaknya.  Jika ingin dibeli semua tetapi tak ada kemampuan bagaimana.  Kemampuan terbatas, harus melakukan pembelian sesuai dengan skala prioritasnya: 
1.bayar cicilan rumah/hutang kartu kredit:    30% dari income suami/istri atau 35%  income suami +istri
2.Bayar tabungan/investasi:   10% dari income
3. Premi asuransi:   10% dari income
4. Biaya hidup  :  50% dari income

- Miliki  “asuransi”
“Asuransi ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan akan turun. Tapi menjamin bahwa Anda tidak akan basah kalau ada hujan”.

Apabila kita semua punya aset begitu banyak, tetapi  kesehatan, jiwa kita tidak dicover dengan asuransi, tiba-tiba bencana atau tragedi terjadi, entah itu sakit kronis, kecelakaan yang merenggut nyawa. Hilanglah semua aset kita dalam waktu yang sekejab.

Perlu kita perhitungkan untuk selalu senantiasa memiliki asuransi untuk cover biaya yang tak terduga. Kesehatan adalah faktor penting dalam hidup.  Jika kita tidak menyediakan payung untuk menjamin agar kita tak basah, kita akan kehujanan.  Tetapi  apabila kita memiliki payung agar tidak basah jika hujan tiba, inilah yang sangat krusial dalam hidup kita.

Bentuk asuransi yang dibutuhkan sesuai dengan skala prioritas hidup kita. Mari kita semua miliki asuransi. Apabila yang belum memilki , sekarang juga dapat menghubungi Sunlife, sebagai asuransi yang punya reputasi terjamin karena pengalaman bisnis asuransi yang diembannya cukup tangguh melawan krisis ekonomi kapan pun dan dimana pun.
polis asuransi saya, dokumen pribadi
Mengenal lebih dekat PT. Sunlife Financial Indonesia



Sebuah lembaga yang terkemuka bukan hanya  terkenal karena sudah lama berdirinya, tetapi terpercaya dengan berbagai aneka produknya.  Berdiri sejak 1865 di pasar utama, Kanada, AS, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina,Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam, dan lain-lain.   Masuk dalam bursa saham internasional, sejak 150 tahun.  Expansi ke Asia, dilanjutkan ke Indonesia sejak 1995 dengan nama PT. Sun Life Financial Indonesia dan joint venture, CIMB  Sunlife. Bisnis yang teruji dalam rentang waktu yang sangat lama.

Memilih sebuah produk baik itu produk asuransi atau wealth management yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan,  tidaklah mudah. Hal yang penting yang ditelisik sampai teliti,  apakah perusahaan itu  mampu  mengatasi  krisis keuangan  yang melanda dunia.  Ini dibuktikan dengan kemampuannya melewati masa krisis itu dengan baik pada tahun 1998.

Sebagai most respected agency menjunjung nilai yang tinggi seperti caring, inspiring, profesional, winning.  Masing-masing aspek itu menjadikan perusahaan ini menapak sebagai perusahaan finansial yang terbaik , mendapat berbagai award  dari beberapa institusi prestisius.


Last but not least, kita jadi kaya dalam mengelola keuangan harus segera diwujudkan.  Bagi siapa saja baik itu karyawan, profesional seperti para blogger,  pengusaha, dengan mengikuti langkah  di atas, memastikan keuangan Anda akan mapan, sejahtera untuk masa yang datang.