Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

27 Agustus 2015

Kerugian Besar Mengandalkan Asuransi Kesehatan Kantor Tanpa Asuransi Kesehatan Pribadi

Sebagai seorang karyawan di sebuah bank swasta asing, saya sangat nyaman bekerja di kantor. Fasilitas kantor cukup baik, mulai dari pinjaman lunak untuk perumahan, mobil dan kesehatan.  Mengingat jumlah karyawan kantor yang begitu banyak sekitar hampir 350 baik di kantor pusat maupun cabang, tentunya kantor tidak ingin dipusingkan dengan administrasi untuk kesehatan pegawainya.

Dalam rangka melayani kesehatan pegawai di kantor saya , kantor mengambil kebijakan yang cukup baik sekali yaitu melakukan kerja-sama dengan suatu perusahaan asuransi untuk asuransi kesehatan semua pegawainya.   Untuk pembayaran premi,   ada dua porsi yang ditanggung oleh karyawan/wati sebesar 15% dan sisanya ditanggung oleh perusahaan.  Pembayaran premi itu didebit dari rekening karyawan/wati  pada saat gajian secara otomatis.

Asuransi kesehatan itu meliputi layanan rawat jalan dan rawat inap.   Mekanisme layanan rawat jalan, adalah dengan cara reimbursement.   Kami, semua pegawai  dapat berobat di dokter maupun rumah sakit sesuai dengan list dari provider .  Untuk pembayaran, kami harus menggunakan dana kami sendiri. Setelah itu kami dapat klaim kepada asuransi.  Reimbursement akan dikreditkan kembali ke dana karyawan/wati oleh perusahaan (perusahaan mendapat sebagian penggantian dari perusahaan asuransi).

Untuk layanan rawat inap, kami  dapat melakukan di beberapa rumah sakit sesuai dengan list yang ditunjuk oleh asuransi .   Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti kartu asuransi, surat garansi dari perusahaan.   Biasanya pada waktu pendaftaran di rumah sakit, rumah sakit akan konfirmasi kepada perusahaan asuransi tentang  keabsahan dari surat dan data kami sebagai pemegang polis.

Selama 28 tahun bekerja di kantor dengan fasilitas yang sangat aman,nyaman,  menyenangkan untuk asuransi kesehatan, saya terlena bahwa saya perlu asuransi kesehatan pribadi pada saat pensiun.
Apa yang saya pikirkan saat bekerja adalah  asuransi kesehatan dari perusahaan sudah cukup memenuhi kebutuhan saya .  Tanpa perlu lagi memiliki asuransi kesehatan dari asuransi kesehatan pribadi. Alasan utamanya adalah kenapa saya harus bayar premi dua kali.

Namun, penyesalan saya datang terlambat.   Saat pensiun  datang, semua fasilitas dari kantor dicabut atau dibatalkan.  Kaget ketiga saya datang ke perusahaan asuransi dimana-mana untuk memberikan presentasi mengenai asuransi kesehatan.   Mahalnya premi yang harus kami bayarkan karena kami sudah masuk kategori  dari “kesehatan yang rawan sakit”, dilihat dari usia kami ketika akan masuk memang menjelang umur 56 tahun.

Bukan main kecewanya saya kepada diri sendiri.  Kenapa terlena selama ini?  Apabila saya dari muda saat masih aktif bekerja, sebenarnya tidak ada kerugian untuk asuransi kesehatan yang double payment karena beberapa keuntungan yang akan didapatkan di masa pensiun.   Manfaatnya tentu premi masih murah pada saat polis ditutup di usia muda dibandingkan di usia lanjut.  Saya tidak perlu khawatir dengan hilangnya fasilitas asuransi kesehatan dari kantor karena resiko kesehatan saya masih tercover dengan asuransi kesehatan pribadi.

Begitu banyak penyesalan.   Kebingungan pun melanda saya ketika banyaknya pilihan untuk asuransi kesehatan pribadi.  Memilih dari yang terbaik dari paket atau produk yang sama dari berbagai perusahaan merupakan kepusingan tersendiri.

Keunggulan dan flexibilitas dari produk yang ditawarkan jadi opsi.  Namun, utamanya adalah perusahaan asuransi itu harus merupakan perusahaan yang dapat dipercaya dalam komitmen dan berpengalaman dalam mengelola produknya.  Pilihan tepat dengan kriteria yang saya cari adalah PT. Sun Life Financial Indonesia  (Sun Life).  Dalam profilnya saya mengetahui bahwa Sun Life, perusahaan internasional yang berpengalaman dalam dunia asuransi dalam jangka waktu yang panjang 140 tahun. Di Indonesia, Sun Life, yang berdiri sejak 1995, memiliki keuangan yang sehat dari segi  tingkat Risk Based Capital  (RBC), 755%   dibandingkan dengan ketentuan 120%.  Prestasinya dalam bidang keuangan dan kesehatan dapat dilihat dari beberapa awards yang dicapainya. Salah satu award yang saya pikir sangat relevan dengan asuransi adalah Brighter Life Indonesia : IMA Outstanding Achievement Award untuk kategori ‘Informasi Keuangan’.

Tertarik dengan Sun Life Financial Indonesia, saya mempelajari apa yang ditawarkan untuk asuransi kesehatan.  Dari sekian produk yang sesuai dengan kebutuhan saya adalah(Hospital Income & Surgical Rider (HISR).

Aspek keunggulan  dan manfaat sangat menarik.   Flexible, bebas memilih RS, Program Family Plan serta manfaat santunan harian dan ICU pada saat Rawat Inap adalah hal yang paling tepat untuk kebutuhan saya saat ini.

Tak perlu khawatir lagi karena ada asuransi kesehatan pribadi dalam genggaman, perlu realisasi secepat mungkin.

Tangerang, 27 Agustus 2015

Ina Tanaya